Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 82


__ADS_3

Warning 18+


🌺Author Pov🌺


Suasana pagi yang mendung membuat pasangan pengantin baru ini belum ingin bangun dari tidurnya. Mereka masih bermalas-malasan dalam selimutnya. Tapi gerangan tangan Darren yang tidak bisa diam mulai menggerayangi bagian dada Via. Belum cukup sampai di sana, jemari tangan Darren makin nakal dan pindah ke organ intim Via. Via menggeliat karena merasa terangsang.


"Der, pagi-pagi malah mulai lagi. Aku capek," keluh Via membelakangi Darren.


"Tapi aku mau, Vi. Pegang nih! Juniorku udah gak tahan," kata Darren sambil mengarahkan tangan Via ke juniornya yang tengah mengeras kembali.


"Tapi aku belum siapin sarapan lo buat kamu. Ini aja udah telat bangunnya."


"Sarapannya ini dulu. Soalnya gak bisa ditunda lagi."


Darren membalikkan tubuh Via dan mereka melakukan foreplay terlebih dahulu. Darren membuat tanda kepemilikkannya di jenjang leher Via hingga turun ke bukit kembarnya. Tanpa ampun, Darren seolah melahap tubuh Via seperti orang kelaparan.


"Der, jangan banyak-banyak capnya, tar ketauan orang aku malu!" keluh Via sambil mendorong tubuh Darren agar berhenti menandainya.


"Biarin aja! Biar mereka tau, kamu punya siapa," jawab Darren cuek dan masih melakukannya.


Via hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya. Mau digimanain lagi, namanya juga pengantin baru. Mereka bermain sampai mereka berdua merasakan puncaknya bersamaan.



"Aduh, udah siang," kata Via dengan wajah linglungnya.


"Aku udah pesen makan. Kamu gak usah masak. Sebentar lagi juga datang," kata Darren sambil menikmati kopi hangatnya.


Via langsung menuju kamar mandi untuk bilas badan sekalian ganti pakaian. Tidak lama kemudian, Darren juga menyusulnya.


"Aku belum selesai mandi, kok kamu malah masuk?" kata Via sambil menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya setelah melihat Darren yang baru masuk.


Darren tersenyum licik. "Apa yang kamu tutupi? Aku juga udah liat semuanya."


'Iya juga,' batin Via sambil membuka kedua tangannya dan melanjutkan mandinya.


Darren membuka piyama handuknya dan ikutan masuk mandi berdua dengan Via. Darren yang masih merasa hot, ia mulai menggoda Via. Mengajak Via bercumbu di bawah pancuran air shower sambil mengangkat kedua tangan Via ke atas lalu ditahannya ke dinding keramik kamar mandi. Seketika juniornya tak tahan dan bergelut kembali dengan Via dari arah belakang.


"Der, udah dong! Tar kurirnya datang, kita malah gak tau."


Darren tidak menghiraukan omongan Via. Ia terus memaju mundurkan tubuhnya dan mengangkat sebelah kaki Via agar melingkar ke paha kakinya, sehingga mempermudah ia melakukannya dengan cepat.


🎶📲 Tiba-tiba nada dering panggilan masuk ponsel Darren berbunyi yang kala itu ada di meja kamar rias mereka.


"Der, hpmu bunyi. Buruan angkat!" suruh Via yang masih sibuk bertahan dengan kedua telapak tangannya di dinding keramik kamar mandi, menahan tubuhnya agar tidak jatuh karena Darren masih mengambil alih.

__ADS_1


"Ah.... Resek! Gak tau orang lagi seneng aja," kata Darren kesal dan menyudahi aksinya.


Darren mengenakan piyama handuknya dan segera mengangkat ponselnya yang sibuk berbunyi tanpa henti sedari tadi. Kesempatan ini digunakan Via untuk segera berpakaian dengan cepat.


Saat Darren tiba di kamar mandi lagi, Via sudah beres dan sudah berpakaian rapi. Tinggal rambutnya saja yang masih handukkan karena basah efek keramas.


"Siapa yang nelpon?" tanya Via saat Darren berpas-pasan dengannya di depan pintu.


"Kok kamu udahan?" tanya Darren kecewa setelah melihat penampilan Via yang sudah rapi.


"Nanti abang kurir datang anter makanan, siapa yang buka pintu?"


"Gak mungkin secepat itu. Kamu blon boleh pergi dari sini," kata Darren sambil membentangkan kedua tangannya menahan Via keluar dari pintu kamar mandi.


"Ta... tapi..."


"Gak ada tapi-tapian. Aku aja blon selesai. Kamu tega liat aku tersiksa gini?"


Darren mengangkat tubuh kecil Via dan didudukkinnya di atas wastafel yang lebar. Tangannya yang gesit membuka resleting celana pendek Via, tidak ketinggalan cdnya juga. Kemudian ia mengangkat kedua kaki Via untuk melingkar ke pinggangnya Tanpa basa basi, Darren melanjutkan aksinya. Tidak makan waktu yang lama untuk mencapai puncak bersama.


Setelah hasrat Darren terpenuhi, Via segera berpakaian kembali dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer miliknya. Sedangkan Darren masih mandi di dalam.


Benar saja sepuluh menit kemudian kurir yang mengantar makanan sudah datang mengebel pintu rumah mereka.


Darren yang sudah tampan dan sudah rapi, datang dan memeluk Via dari belakang saat Via sedang sibuk menyiapkan peralatan makan di atas meja. Dia menyenderkan kepalanya di pundak Via dan bersikap sangat manja.


"Kamu wangi banget. Aku suka sama wangi parfum kamu yang sekarang kamu pake ini," bisik Darren.


"Ayo ah, kita makan dulu! Aku dah laper."


"Cium dulu!" pinta Darren sambil memonyongkan bibirnya.


'Cup!' Via menciumnya sekali.


Setelah mendapat ciuman dari Via, mereka langsung menikmati makanan mereka.


"Aku mau keluar bentar ke toko, karena dua hari lagi kan kita mau pergi bulan madu."


"Baru juga nikah, udah mau ke toko aja. Mending di rumah aja ama aku."


"Gak ah. Bisa-bisa tar aku malah gak bisa berdiri. Nih aja pinggangnya masih sakit banget."


"Masa, sih? Baru main beberapa kali udah ampe sakit pinggang?" tanya Darren tak percaya.


"Apa? Baru beberapa kali? Emang kamu mau berapa kali lagi?" tanya Via balik sambil melototkan kedua bola matanya.

__ADS_1


"Maunya sih seharian ini kita tempur aja," jawab Darren cengengesan.


"Bener-bener hyper ya kamu," kata Via sambil melanjutkan makannya.


"Ini bukan hyper, tapi niat terpendam yang sudah lama tapi baru tersalurkan sekarang," bela Darren.


"Hah? Niat terpendam?"


"Iya. Kamu gak tau ya aku nahan hasrat kelaki-lakian aku tuh udah lama. Tiap kali deket kamu, aku jadi gak tahan tapi ya... aku tahan-tahanin sampe harus keluarin sendiri saat kamu gak ada. Itu namanya penyiksaan."


Via hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Darren.


"Makanya mumpung kamu udah jadi istriku, aku bebas deh minta jatah kapanpun itu."


"Pokoknya aku mau ke toko nanti. Kamu di rumah aja, aku bisa nyupir sendiri."


"Mana mungkin aku tega biarin istriku pergi sendiri. Aku pasti akan nemenin kamu."


Via jadi tersenyum setelah mendengar Darren akan mengantarnya.


"Gak usah senyum-senyum, itu harus ada imbalannya," kata Darren dengan senyum liciknya.


"Apaan sih?" Via jadi senyum-senyum salah tingkah sendiri.


*****


Via menyibukkan dirinya di meja kerjanya sambil di tunggu oleh Darren yang sibuk melihat-lihat barang gallery di toko Via karena merasa sedikit suntuk.


"Itu suami si bos ikutan ke sini?" bisik salah satu karyawan Via.


"Iya. Ganteng banget ya," sahut yang lain sambil berbisik-bisik.


"Psssttt!! Tar kedengaran, malah gak enak," timpal yang lainnya lagi.



*Darren


Tiba-tiba ada calon pembeli cewek berkelas datang ke toko dan sedang melihat-lihat aksesoris. Tanpa sengaja ia menabrak Darren dari belakang karena saking seriusnya melihat aksesoris sehingga tidak menyadari Darren yang ada didepannya.


"Maaf!" kata sih cewek tadi sambil menatap punggung Darren.


Darren dengan cepat berbalik. "Gakpapa," jawab Darren.


Sih cewek tadi malah melongo setelah Darren berbalik ke arahnya. Seperti sedang terhipnotis dengan ketampanan Darren, sih cewek hanya diam sambil memperhatikan Darren.

__ADS_1


__ADS_2