Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 90


__ADS_3


*Via


Setelah mengetahui kabar tentang kehamilan Via, mereka menjadi sedikit overprotektif pada Via. Segala bentuk perhatian tercurahkan untuk Via. Manda kecil juga ikutan jadi ingin lebih bermanja dengan Via, tapi kadang suka ditentang oleh Julia karena Manda sangat ingin digendong oleh Via. Julia memberi pengertian ke Manda kalau sementara ini Via belum bisa menggendongnya karena ada calon adek Manda di perut Via. Walaupun Manda kecil tidak mengerti apa maksud Julia, tapi ia menuruti saja perintah maminya itu.


Sembilan bulan berlalu


Di depan kamar bersalin, Darren tampak mondar-mandir tidak karuan. Ia tidak berani masuk ke dalam menemani Via lahiran, karena ia takut dengan darah. Jadi ia memutuskan untuk di luar saja dan mendengar kabar baik dari dokter.


Pintu kamar bersalin telah terbuka. Seorang suster keluar dari kamar tersebut. "Pak, silahkan masuk! Istri bapak sudah melahirkan dengan selamat," kata sang suster.


"Terima kasih, sus," jawab Darren dan buru-buru masuk ingin melihat kondisi Via serta bayinya.


Sesampainya di dalam, Via masih di tangani oleh dokter. Tidak dalam penanganan yang serius, hanya sedang melakukan pembersihan saja. Darren menghampiri Via terlebih dulu. Ia melihat kelelahan dari raut wajah Via tapi masih bisa tersenyum di depannya.


"Makasih ya sayang atas perjuanganmu," bisik Darren di telinga Via sambil mengecup kening Via beberapa kali.


"Kamu sudah liat dia?" tanya Via.


"Aku mau melihatnya dulu," jawab Darren yang mendapat sebuah anggukkan dari Via.


Darren menuju ke sebuah box bayi dimana bayinya di taruh didalam sana. Dia baru pertama kali melihat seorang bayi laki-laki yang belum mengenakan pakaian sehelai pun sambil menangis kecil. Tidak terasa air matanya terjatuh di pipinya karena terharu.


'Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan makhluk mulia seperti ini?' batinnya tak percaya akan kuasa Tuhan. 'Terima kasih, Tuhan.'


"Bapak mau menggendongnya?" tawar salah satu suster padanya.

__ADS_1


"Ya, aku mau," jawab Darren cepat.


"Bapak duduk dulu di sana dan tolong kancing kemejanya dibuka setengah, karena bayi harus melakukan kontak langsung dengan cara bersentuhan antara kulitnya dengan kulit bapak," jelas sang suster sambil bersiap mengangkat bayinya kepada Darren.


Merasakan secara langsung bersentuhan dengan anaknya sendiri, benar-benar sesuatu yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata. Memegang tubuh mungilnya yang lembut sangat membuat Darren takjub akan ciptaan Tuhan yang satu ini.


"Ini, daddy nak," bisiknya pelan. "Terima kasih sudah hadir ditengah-tengah kami," lanjutnya sambil mengusap-usap pelan kepala bayinya yang lembut.


*****


Kepulangan Via dengan anaknya sudah di sambut oleh keluarga masing-masing dengan meriah. Para opa oma juga gak sabar ingin gantian menggendong cucu laki-lakinya ini.


"Sudah diberi nama?" tanya Julia yang belum kebagian gendong bayi Via.


"Namanya, Gio Xander," jawab Darren.


"Ooo... nama si ganteng kecil ini, Gio," kata Julia sambil mengenggam jemari tangan baby Gio.


"Yes! Kita pacaran, yuk!" ajak Darren dengan buru-buru ke kamar mereka.


Via mengikuti saja kemauan suaminya. "Der, tapi..." kata Via yang belum selesai.


"Aku mau ajak kamu tidur, bukan mau 'itu'. Mumpung ada yang jaga bayi kita, kamu temani aku tidur dulu. Semenjak nemenin kamu di rumah sakit, aku gak bisa tidur dengan tenang," keluh Darren sambil memeluk Via setelah sampai di dalam kamar mereka.


Via menemani Darren tidur dan ia pun ikut tidur walaupun kurang nyenyak, setidaknya ada tenaga yang terkumpul agar bisa mengurus bayinya. Sedangkan Darren lebih awal terlelap dibandingkan dengan dirinya.


__ADS_1


*Darren


******


Keluarga baru ini telah menjalani rutinitasnya sebagai orangtua baru. Mereka bekerja sama dalam mengurus keperluan baby Gio. Sesekali orangtua Darren berkunjung saat weekend sambil membantu Via mengurus baby Gio. Sedangkan orangtua Via sudah kembali ke Singapore dan hanya sesekali video call saja kalau ingin melihat baby Gio. Sama halnya yang dilakukan oleh Julia serta Ferdy, di saat senggang baru video call dengan Via.


Tiga bulan kemudian


Baby Gio sudah tidur di box baby dekat ranjang Via. Sekarang saatnya Via rehat juga. Darren yang baru saja abis mandi dan masih handukkan setengah badannya, ia menghampiri Via dan masuk ke dalam satu selimut dengannya sambil menarik lepas handuk yang melilitnya tadi. Via yang belum tidur pun merasa terganggu dengan ulah Darren.


Posisi tubuh Darren sudah di atas tubuh Via. Tanpa basa-basi, Darren mengajak Via berciuman.


"Aku boleh ya minta malam ini?" izin Darren dengan suara paraunya.


"Tapi... pelan-pelan ya!"


"Oke!" jawabnya penuh semangat.


Darren melakukan foreplay untuk merangsang Via. Dia melakukannya dengan pelan, karena ia takut Via kesakitan. Setelah puasa tiga bulan, Darren tidak bisa mengontrol lagi dirinya lebih lama. Jadi hanya malam ini menjadi saksi bisu hubungan mereka intim kembali.


"I love you, Via," bisik Darren.


"Love you too, Der," balas Via.


Mereka melewati malam ini dengan keromantisan mereka tanpa diganggu oleh baby Gio yang pengertian.


...🌺🌺TAMAT🌺🌺...

__ADS_1


NOTE DARI AUTHOR :


Terima kasih buat para pembaca yang sudah sabar ikutin novel 'Si Berondong Posesif' dari episode 1 hingga 90. Jika ada kata-kata yang salah atau menyinggung, aku minta maaf🙏😊. Rencananya aku mau bikin season 2nya, tapi beda judul karena Darrennya kan bukan berondong lagi😁. Hanya saja aku mau tahu dulu respon novelku satu ini apakah bisa di terima oleh para pembaca lainnya lagi atau tidak. Sekali lagi terima kasih ya buat kalian atas supportnya. Semoga kalian sehat selalu🙏🤗✊


__ADS_2