
*Darren
Melihat Darren yang terampil dalam merakit skate boardnya, Ferdy ikut membantu mempoles tepi papan skate board dengan amplas agar hasilnya lebih rapi.
"Lu cepet juga rakitnya," kata Ferdy yang masih sibuk mengamplas.
"Karena uda terbiasa," kata Darren yang masih sibuk mengunci semua baut-bautnya agar kencang.
Via yang masih menikmati snacknya tidak begitu menggubris obrolan mereka. Dia hanya sesekali sibuk mengganti channel televisi kalau iklan sedang berlangsung.
'Tok.. tok.. tok.. tok..' bunyi suara ketukan pintu kaca area dapur.
Via mengintip dari dalam. Tampak ada dua orang cewek yang berpakaian casual (celana jeans pendek plus kaos ketat yang keliatan pusarnya) menunggu di depan pintu.
"Siapa tuh?" tanya Via heran karena tidak mengenal mereka sama sekali.
Ferdy yang penasaran juga menengok sekilas ke arah pintu tapi ia langsung mengangkat bahunya seraya memberirahu juga kalau ia tidak kenal dengan kedua cewek tadi. Via menuju ke arah pintu dan membukanya.
"Ada apa ya?" tanya Via pada kedua cewek tersebut.
"Kak, aku boleh kenalan gak sama cowok ini?" tanya si cewek yang berperawakan sama seperti Via tapi rambutnya sebahu dan agak bergelombang sambil menyerahkan foto Darren yang ada ditangkapan layar ponselnya waktu sedang bermain jetsky kemaren.
"Ya kak, ama yang satunya juga. Kami boleh kenalan dan foto bareng gak ama mereka?" tanya cewek manis satunya lagi yang berambut panjang tapi agak tinggi sedikit dari Via. Maksudnya dia, ingin kenalan dengan Ferdy juga.
"Nnnggg.... Kalian tau darimana kalo mereka ada di sini?" tanya Via penasaran.
"Kami liat kemaren mereka masuk ke rumah ini," jawab si cewek manis berambut panjang itu. "Oh ya kak, namaku Rose," katanya sambil menjulurkan tangan mengajak Via berkenalan.
Via menyambut niat baik Rose. "Aku, Via."
"Aku Queena, kak," kata yang satunya juga sambil menjulurkan tangannya ikutan berkenalan.
"Via," jawab Via singkat sambil bersalaman dengan Queena juga.
"Jadi...." kata Queena yang tampak agresif sambil mengintip-intip mencari keberadaan Darren. "Kami boleh masuk?" lanjutnya.
__ADS_1
Via memasang pose badannya di depan pintu sambil berpangku tangan. "Masuk untuk berkenalan dengan cowok di hp kamu itu?" tanya Via memastikan.
Queena hanya mengangguk mengiyakan dan memasang senyum imutnya.
"Darrennnn!!! Ferdyyyy!!!" panggil Via lantang yang akhirnya membuat mereka berdua berdiri dari tempatnya.
Ferdy yang maju duluan menghampiri Via. "Kenapa, Vi?" tanyanya sambil melihat ke Rose dan Queena yang sudah memasang gaya centil mereka. Bahkan Rose melambai-lambai kecil ke Ferdy. "Kalian, siapa?" tanya Ferdy pada mereka berdua.
"A... aku, Rose," katanya gugup dan tersipu malu.
"Kalian ngapain ke sini?" tanya Ferdy lagi yang gak kenal dengan mereka.
"Mereka mau kenalan dan foto bareng ama kamu dan Darren," jawab Via mewakili kedua cewek tadi.
Ferdy mengangkat salah satu alisnya. "Ya, uda. Kita foto di sana aja!" ajak Ferdy yang sudah beranjak keluar dan foto dekat kolam renang yang viewnya lumayan bagus.
"Kak, bisa minta tolong fotoin kami?" izin Rose sambil menyerahkan ponselnya ke Via.
Via mengiyakan dan menerima ponsel tersebut lalu mengarahkannya ke mereka bertiga yang tengah pose dan posisi Ferdy berada di tengah. Setelah tertangkap tiga hasil jepretan dengan gaya yang berbeda, Via menyerahkan ponsel itu kembali ke pemiliknya.
"Kok kakak ganteng yang satunya gak kluar?" tanya Queena celingak-celinguk mencari Darren.
Ferdy berdiri tepat disamping Via. "Yang itu... gak boleh," jawab Ferdy yang menutupi aksi celingak-celinguk Queena dengan postur badannya yang tinggi.
"Kenapa? Kan cuma minta foto doang," protes Queena.
"Dia udah punya pacar," jawab Ferdy.
"Emangnya kalo udah punya pacar, gak boleh di ajak foto?"
"Tentu saja..." kata Ferdy yang belum selesai.
"Tentu saja gak boleh, karena aku mau menghargai perasaan pacarku satu ini," sambung Darren yang baru saja tiba sambil merangkul Via dengan satu tangannya dan sambil tersenyum menatap Via dengan mesra.
Melihat tatapan Darren ke Via tadi membuat Queena terkejut dan kecewa. Sedangkan Ferdy hanya tersenyum bangga dan berlalu pergi masuk ke dalam lagi.
"Kalo kalian udah selesai, kami mau sibuk pacaran dulu," ucap Darren dengan gaya coolnya.
__ADS_1
"Ayo, kita balik!" ajak Rose sambil menarik tangan Queena.
Akhirnya Queena menyerah dan pergi dengan Rose. Via masih menatap kepergian mereka sedangkan Darren menatap wajah Via.
"Kamu kenapa gak foto aja sih sebentar ama dia? Aku juga gak mungkin cemburu lah kalo cuma sebatas foto doang," aku Via.
"Cewek itu gak usah dikasih perhatian sedikitpun. Kalo dikasih perhatian tar malah ngelunjak. Mending langsung to the point aja nolak. Emang kamu mau kalo aku dikelilingi ama cewek-cewek manja seperti itu? Beneran gak cemburu?"
Via menatap Darren. "Apaan sih?" Via mau pergi kembali ke tempatnya duduk tadi.
"Mau kemana?" tanya Darren yang menghadang dengan satu tangannya. "Kok gak jawab?"
Via menatap Darren lagi sambil tersenyum kali ini. "Aku bukan tipe cewek yang sembarangan cemburu kalo gak ada alasan yang jelas, tapi.... makasih udah jaga perasaan aku dengan sikap kamu barusan."
"Nah... Gitu dong." Darren langsung melepaskan hadangannya dan membiarkan Via lewat.
Mereka pun kembali ke kesibukkan mereka semula. Jelang beberapa menit kemudian, jadilah dua buah skate board yang tadi dirakit. Ferdy menjajal salah satunya dan mengintari kisaran area ruang tamu. Ya... Ferdy sangat tahu cara menggunakan skate board dengan baik.
"Mantap, bro!" puji Ferdy setelah merasakan hasil rakitan skate board Darren.
Darren yang tersenyum mendengar pujian Ferdy pun mengajak Ferdy untuk high five karena keberhasilan bersama.
"Kalo mau main ini harus sore baru enak," kata Darren.
"Iya, bener banget bro. Jam setengah limaan deh kita mainnya."
"Ya. Jam-jam segitu paling adem."
"Tar kita cari tempat yang kira-kira cocok buat nyobain nih skate board."
"Oke! Oke!"
Pukul 16.30
Via tidak ikut menemani Darren dan Ferdy bermain skate board. Dia ada urusan dengan pekerjaannya. Desain para customernya harus segera ia kirim ke karyawannya. Jadi dia lebih memilih di villa dengan ditemani oleh laptopnya. Sedangkan mereka berdua masing-masing sudah membawa papan skate boardnya dengan gaya jalan yang cool.
Mereka jalan disekitaran daerah villa yang dekat dengan parkiran basement umum untuk para tamu hotel yang dekat dengan villa Julia. Disana sangat sepi dan jarang sekali terlihat orang yang lalu lalang. Mereka memilih tempat ini yang kebetulan juga tidak mengganggu arus kendaraan yang lewat.
__ADS_1