Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 6


__ADS_3

"Hahaha...." tawa Ferdy yang sedikit salah tingkah.


"Jangan ketawa aja donk! Mau ya kita jalan malam ini?" tanya Linda memastikan kalau Ferdy bakalan mengiyakan ajakkannya.


"Gue gak bisa. Gue sibuk mau ngejar skripsi. Biar cepet lulus," tolak Ferdy sambil tersenyum manis.


"Calon dokter gitu lo!" timpal Putra sambil menyeruput jus mangganya.


"Kalo lu, bisa gak jadi temen kencan gue?" tanya Linda pada Darren sambil tersenyum manis.


Mendengar pertanyaan Linda barusan membuat Darren hanya nyengir cuek saja dan belum sempat menjawab karena sudah di wakili oleh Yuda.


"Ngaco lu! Dia mah kagak ada waktu buat nemenin lu. Uda de ama yang lain aja," ucap Yuda yang menyadarkan Linda.


"Yaaaa... jadi mager deh ntar di rumah," keluhnya manja.


"Hahaha...." tawa beberapa teman-teman yang melihat tingkah laku Linda.


Berbagai topik bahasan menjadi perbincangan mereka sambil ngemil dan minum. Ada juga yang membuat jadwal kumpul untuk hari berikutnya. Hanya saja Darren tidak langsung mengiyakan jadwal pertemuan itu.


"Ok, next kumpul di bar papi gue ya," ucap Doni.


"Don, jangan lupa ya kasih fasilitas yang terbaik," timpal yang lainnya.


"Pastilah!" ucap Doni tersenyum bangga.


"Gue cabut dulu ya!" pamit Ferdy sambil buru-buru membawa tas dan buku-bukunya.


"Cepet amat? Baru juga datang," kata Yuda penasaran.


"Woi, ini uda mau jam 16.00. Gue mau jemput Via," jawab Ferdy.


"Suruh dong si Via punya pacar, jadi gak usah di jemput ama lu terus," celetuk Yulia.


"Itu urusan dia!" ucap Ferdy sambil tersenyum.


"Gue boleh dong daftar jadi calon kakak ipar lu," kata Doni dengan suara sedikit lantang sambil mengangkat tangan kirinya.


"Hahaha.... Gue gak sudi punya kakak ipar kek lu. Masih ingusan. Kuliah sana yang bener!" balas Ferdy.


"Jiah... emang kurang ganteng ya guenya? Gini-gini yang ngantri banyak woi," lanjut Doni berbangga diri.


"Nyamuk kali yang ngantri," timpal Putra cepat.

__ADS_1


"Ok de, gue cabut dulu ya! Tar kita lanjut di group chat aja," pamit Ferdy.


"Ati-ati, fer!" ucap beberapa teman ceweknya berbarengan.


🌺Darren Pov🌺


'Gue juga lebih baik pamit aja. Bosan juga lama-lama di sini.'


"Gue juga cabut ya, guys."


"Lah? Lu juga?" tanya Putra.


"Ya, next kita kumpul lagi," jawabku sambil tersenyum tipis.


"Darren, sering-sering kumpul bareng dong!" seru Yulia.


Yulia dan temen cewek lainnya menatapku seperti seekor singa menatap seekor kelinci yang siap menyantapnya kapanpun. Merinding plus salting di buat oleh kelakuan mereka. Cewek agresif di dunia ini banyak banget sekarang di zaman sekarang.


"Bos kita satu ini gak bisa seenak kita kapanpun bisa kumpul," kata Putra.


Aku hanya tersenyum tipis sambil beranjak dari kursiku. Lalu melambai tangan pelan seraya berpamitan tanpa mengucapkan apapun lagi.


"Bro Darren, ati-ati ya!" pesan Yuda.


Aku langsung mengacungkan dua jempol jari tanganku padanya seraya menyetujui pesannya.


*****


Mengingat perkataan Ferdy tadi, tidak membuatku patah semangat untuk mengenal lebih jauh Via. Apa salahnya masih kuliah? Toh aku juga sudah mapan dengan kerjaan dan penghasilanku. Membayangkan bisa mendapatkan hati seorang Via, sudah membuatku tersenyum sendiri tanpa kusadari kalau tidak di buktikan oleh cermin yang berada di depanku sekarang.


Mungkin bisa dibilang narsisku tinggi, tapi aku rasa Via pasti akan jatuh cinta padaku. Pesonaku ini sangat mematikan para cewek di luar sana. Aku yakin, Via akan jatuh cinta terlebih dahulu padaku.


🌺Author Pov🌺


Biarkan saja Darren berandai dengan narsisnya terlebih dulu agar dia punya semangat kerja😁.


******


Di kantor Via, ia disibukkan dengan desain-desain barunya. Sebenernya dia sendiri kurang sponsor buat mengiklankan produknya, karena selama ini hanya melakukan live streaming saja. Jadi pendapatan juga kadang naik kadang turun, karena model orangnya itu-itu saja. Walaupun demikian, dia terus berusaha menggencarkan desain aksesorisnya agar di terima di masyarakat.


'dddrrrttt... dddrrrttt....' bunyi dari getaran hpnya.


Setelah membuka pesan singkat dari Ferdy, dia beranjak pergi dengan mobil online yang sudah dipesannya ke lokasi tujuan. Hanya setengah jam saja, mereka telah sampai di depan tempat yang bernama 'Kenanga Time'.

__ADS_1


Via beranjak masuk ke dalam setelah dia membayar penuh ongkosnya ke supir. Di dalam tempat tersebut, lampunya agak remang-remang dan terlihat beberapa pasangan orang-orang sedang duduk bersama di beberapa tempat berbeda sambil memeguk alkohol. Ada bau alkohol di tempat ini. Via cukup sulit menemukan keberadaan Ferdy, karena penerangan yang kurang dan disamping itu suara musik yang terlalu membuat suara Via tidak mungkin akan di dengar oleh Ferdy walaupun sudah berteriak kencang.


"Via, lama amat!" sapa Ferdy yang sudah berada tepat di belakang Via sambil menepuk pelan pundak Via.


Via tampak kaget dengan tepukkan dari Ferdy, karena dia tadinya sedang konsentrasi mencari Ferdy.


"Kamu mabuk?" tanya Via setelah melihat Ferdy sedikit sempoyongan tapi masih bisa mengatur posisinya berdiri dan melangkah dengan benar.


"Iya, dikit! Gara-gara Yuda nih suruh aku minum terus, aku gak berani nyupir makanya aku chat kamu," jawab Ferdy sambil memegang dahinya yang terasa sedikit pusing.


"Yuk, kita pulang!" ajak Via segera.


"Tunggu, aku mau pamitan dulu ama mereka!" ucap Ferdy sambil melangkah ke arah teman-temannya sambil diikuti Via dari belakang.


Sambil melangkah, Ferdy sedikit joget mengikuti irama musik yang beatnya menggoda. Via hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku adiknya yang di rasa cukup lucu.


Sesampainya di sana, Via melihat keberadaan teman-teman Ferdy yang masih sedang asyik bersulang dengan minuman masing-masing. Terlihat sosok Darren di sana yang selalu tampil modis di antara mereka.



*Darren Xander


Ferdy pun memberitahu pada teman-teman nongkrongnya kalau dia akan segera pulang dengan Via, walaupun dia masih sadar enam puluh persen tapi dia tidak berani menyetir dalam keadaan mabuk.


"Guys, gue balik ya ama kakak gue!" pamit Ferdy sambil menepuk pundak beberapa temannya.


"Ok, Fer. Ati-ati! Jatuh bangun sendiri ya!" pesan Putra seraya meledeknya.


"Tu... tunggu!" seru Darren saat melihat Ferdy dan Via beranjak pergi.


Mereka berdua langsung memberhentikan langkahnya dan menatap Darren.


"Gue bareng kalian ya?" tanya Darren sempoyongan tapi mencoba cool.


"Ya, udah. Ayo!" jawab Ferdy menyetujui.


Via hanya diam saja sambil mengambil kunci mobil dari tangan Ferdy. Mereka bertiga keluar dari tempat tersebut dan melangkah ke tempat parkiran.


Setelah mengenderai mobilnya, Via melihat Darren dari kaca spion sudah tiduran di jok mobil penumpang. Sedangkan Ferdy masih sempat mengutak-atik hpnya.


"Rumah dia dimana, Fer?" tanya Via.


"Ini!" jawab Ferdy sambil mengeset maps di GPS mobilnya.

__ADS_1


"Via, turunin aku dulu ya! Aku mau pulang duluan. Tar kamu anterin dia! Soalnya aku gak tahan lagi, berasa mual dan pengen cepet-cepet tidur," ucap Ferdy yang membuat mata Via terbuka.


"Aku? Sendiri?" tanya Via tak percaya


__ADS_2