Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 37


__ADS_3

Yang kerennya lagi, kolam renangnya menghadap ke pemandangan pantai.



*ilustrasi villanya


"Keren banget viewnya!" pujiku saat melihat keindahan alam pantai dari balik jendela villa.


"Semoga betah ya!" kata Julia dengan penuh harap.


"Bro, lu bisa surfing gak?" tanya Ferdy sambil merangkul pundakku. "Kalo gak salah di deket sini ada yang bisa sewain papan selancarnya kalo kita mau surfing. Atau kalo lu mau main jetski juga ada kok. Ya kan, Ya?" tanya Ferdy sambil pastiin ke Julia.


"Ya, bener banget. Kalian bisa main sepuasnya di sini dengan sewa alat-alat sport mereka (orang yang usaha sewa-menyewa)," jawab Julia.


"Boleh dong tar gue sewa jetskinya," kataku yang gak sabaran lagi. "Tapi perut gue laper. Hehehe..." lanjutku yang berterus terang sambil memegang perutku yang tidak bisa kompromi lagi.


"Ya ampun, sorry nih sampe lupa. Ayo, makan di dalam! Kebetulan aku udah nyiapin makanan buat kalian di dapur," kata Julia yang ternyata dengar ucapanku.


Dia gak enak hati karena hampir kelupaan menjamu kami. Benar kata Julia kalau dia sudah menyiapkan begitu banyak menu hidangan makanan yang enak-enak di atas meja bundar ruang makannya. Alat-alat makan juga sudah disediakan dengan rapi di atas meja. Kami mengambil posisi duduk kami dan mulai makan tanpa pamrih lagi. Walaupun aku sebagai tamu, tapi aku agak cuek dengan sikapku kalau sudah kelaparan. Hanya tau makan dan makan saja. Urusan yang lain bisa belakangan.


"Kamu gak ikutan makan?" tanya Via kepada Julia yang hanya melihat kami makan.


"Aku buru-buru nih mau pulang ke rumah. Besok aku kesini lagi ya. Anakku kan cuma kutitipin bentar ke mertuaku, jadi aku gak enak kalo keluar lama-lama," jawab Julia yang sudah mau pergi. "Di dalam kulkas ama lemari, udah aku isi makanan semua dan daging di freezer buat kalian barbequean. Jadi kalian pake aja semua itu. Kebetulan kan ini uda mau jam 5 sore, jadi aku pulang dulu ya," pamitnya pada kami semua.


"Ya uda. Kamu ati-ati ya pulangnya, Ya!" pesan Via pada Julia.


Julia melambaikan tangannya pada Via seraya berpamitan pulang. Kami menikmati semua hidangan di meja sampai perut kami kenyang.


"Kita jadi nih main ke pantai hari ini?" tanyaku pada Ferdy yang masih sibuk di meja makan.


"Keknya kalo hari ini gak mungkin deh, bro. Soalnya udah sore juga dan capek nih badan abis seharian di jalan. Kita mendingan istirahat aja. Besok jam 10 pagi kita main ke pantainya. Keknya seru deh jam-jam segitu yang terik mataharinya udah anget," jawabnya masuk akal.

__ADS_1


"Iya, setuju!"


"Aku mau berenang ah. Udah lama gak berenang," kata Via sambil meregangkan otot tangannya ke atas setelah aktivitas makannya.


"Awas, masuk angin!" khawatir Ferdy pada Via sambil mulai membereskan piring-piring kotornya.


Aku membantu Ferdy juga membereskan sisa makanan kami yang tidak habis. Ada sayur yang masih bisa di simpan di kulkas, ada juga yang di sisakan untuk nanti malam bagi yang masih mau makan lagi. Sedangkan Via sudah tidak terlihat batang hidungnya.


🌺Author Pov🌺


Bagaimanapun juga liburan ke Semarang sangat di tunggu-tunggu oleh Via. Tidak hanya Via sih, Darren dan Ferdy juga. Walaupun hanya satu minggu, cukuplah untuk menuangkan rasa penat di kota Semarang ini.


Dengan baju bikini renang yang di kenakan Via, Via sudah siap masuk ke dalam kolam renang jernih. Ia menyatu dengan air kolam renang dan berenang dengan gaya dada dari ujung ke ujung kolam renang. Hawa sore di sekitaran pantai memang sangat sejuk tapi matahari masih terasa sedikit terik.


Darren datang dan duduk di kursi santai yang disediakan dipinggiran kolam renang. Dia sibuk foto view pantai dengan kamera ponselnya. Ada satu foto yang kini baru di dapatnya. Pas dengan moment saat Via mencuri pandang menatap ke arah Darren dengan posisi Via sedang menepi di pinggir kolam.



*Via


"Gimana, Der? Dapet gak fotoku?" tanya Via tiba-tiba.


Darren dengan wajah shocknya langsung tersenyum datar. "Da.... dapet kok," jawabnya jujur tapi panik.


"Sini, kasih aku liat hasil fotonya!"


"Oke, aku ke sana," kata Darren sambil melangkah ke tempat Via yang masih merendamkan tubuhnya dalam air kolam.


Tangan Via yang sedikit basah memegang ponsel yang Darren berikan. Ia menatap hasil jepretan Darren dan langsung tersenyum puas setelah melihatnya.


"Bagus, Der! Kamu cocok jadi fotografer," puji Via yang ternyata tidak marah sama sekali fotonya diambil diam-diam. "Nanti kirim ke aku ya!" pesannya sambil lanjut berenang lagi.

__ADS_1


Darren mengelus-elus dadanya karena sempat berdegup kencang sejak Via meliriknya dari balik ponselnya hingga ia mengira kalau ponselnya akan ditenggelamkan.


"Kalo gitu, aku boleh dong fotoin kamu lagi?" tanya Darren dengan sedikit berteriak, karena suara angin pantai sudah mulai berisik.


"Ya, tapi harus bagus kek tadi ya," jawab Via sambil teriak juga dari kejauhan.


Darren langsung tersenyum setelah mendapat izin Via. Hatinya berbunga-bunga dan kembali memotret keindahan panorama pantai sekitar. Dia meninggalkan Via yang masih asyik berenang. Dia pergi ke pasir pantai sambil duduk di sana menikmati sejuknya angin pantai dan menunggu matahari yang mulai tenggelam sebentar lagi.


"Bro, ternyata lu disini? Gue cariin dari tadi," kata Ferdy yang baru saja menemukan keberadaan Darren.


"Ya," jawabnya singkat sambil memejamkan kedua matanya sejenak.


"Minum?" tawar Ferdy padanya dengan membawa dua kaleng bir ringan.


"Thanks," kata Darren setelah menerima salah satu kaleng bir yang kini ada di tangannya dan membuka untuk dinikmatinya langsung.


"Besok bokap gue datang ke villa mau mancing di sekitaran sini pakai kapal dia. Lu mau ikut?"


"Hah? Mancing?"


"Ya. Dia kan hobby mancing, jadi aku pasti nemenin dia juga. Lu kalo mau ikut, ikut aja bro."


"Ya, besok gue ikut deh. Tapi si Via gimana?"


"Kalo dia... gue gak tau," kata Ferdy gak yakin sambil minum birnya. "Lu kapan sih bisa nembak Via?"


"Uhuk... uhuk..." Darren tiba-tiba tersedak minumannya sendiri setelah mendengar pertanyaan terakhir Ferdy.


Ferdy yang merasa bersalah, membantu menepuk-nepuk pelan punggung Darren.


"Udah gakpapa... Gakpapa," kata Darren seraya menyuruh Ferdy berhenti. "Ekhhmmm..." dehemnya setelah merasakan sedikit nyeri ditenggorokkannya akibat tersedak tadi.

__ADS_1


"Kalian berduaan disini. Kok gak ngajak-ngajak?" Via baru saja tiba dengan pakaian santainya dan duduk di samping Ferdy. "Fer, minta dong minumannya!" pinta Via setelah melihat kaleng minuman yang dipegang Ferdy.


"Ini dah kosong," katanya sambil mengguncang-guncang kaleng minumannya yang sudah habis tak tersisa. "Aku ambilin bentar di dalam," lanjutnya sambil meninggalkan mereka berdua sekarang.


__ADS_2