Si Berondong Posesif

Si Berondong Posesif
eps 58


__ADS_3

Tim B yang kini sudah mempunyai 15 poin mengundang hasrat Darren lebih memanas lagi, karena timnya baru mendapat score 10 poin. Darren berhasil melakukan lay up sebanyak 3 kali sehingga total poin timnya sekarang menjadi 16 poin. Bobby serta teman yang setim dengannya bersorak senang. Tapi tim B juga ikut memanas sampai mereka saling mengejar score.


Babak penentuan terakhir tim B sudah berhasil mengumpulkan 23 poin yang sebanding dengan poin tim A sebanyak 23 poin juga. Darren yang sekarang memegang kendali bola basket, ia mendribble bolanya dan berdiri di luar garis penalti untuk melakukan shooting. Dan akhirnya ia berhasil mencetak 3 poin atas keberhasilan shootingnya dan timnya dinyatakan menang.



*Darren


"Keren lu, Der!" puji Bobby bangga sambil memeluk Darren.


Darren disambut teman-teman yang lain juga dan saling memberikan high five atas kemenangan timnya. Tidak ada perdebatan yang terjadi. Mereka semua bermain secara sportif. Malah ada diantara mereka yang membuat janji dengan Darren agar bisa bertanding lagi. Darren tidak menolaknya, ia bahkan senang jika ada pertandingan lagi. Tapi ia hanya bisa bermain saat ada waktu senggang seperti hari ini.


Mereka hanya bermain satu ronde saja, karena diantara mereka sudah ada yang mau pulang. Berhubung ini masih siang, Bobby mengajak Darren makan siang di restoran dan selang beberapa jam kemudian, mereka mampir ke rumah Bobby karena Darren sudah lama tidak main ke sana.


******


🌺Via Pov🌺


16 jam duduk di dalam pesawat rasanya... pegal. Tiba di Italia, aku dijemput oleh mamiku. Melihatnya yang tampil makin modis saat perjumpaan kami sekarang ini membuatku terpesona.


"Helo Via sayang!" sapanya saat melihat kedatanganku.


"Hai, mi!" jawabku sambil memeluknya.


"Gimana sayang penerbanganmu?" tanyanya sambil mengusap-usap punggungku yang lelah.


"Capek," jawabku singkat dengan wajah memelas.


"Yuk, kita ke hotel dan istirahat!" ajak mami sambil menggandeng lengan tangan kiriku.


Ya... di Italia kurang lebih hampir jam 12 malam sekarang. Kami menuju hotel yang tidak jauh dari bandara. Untungnya saja aku bisa langsung mandi dan istirahat di atas kasur yang empuk. Tanpa terasa, mataku terasa berat dan akhirnya aku tertidur pulas.


Beberapa jam kemudian, alarm dari ponsel mamiku berbunyi. Saat kubuka kedua mataku, arah jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.30. Aku sudah melihat mami yang tampak sibuk ke kamar mandi. Sedangkan aku masih bermalas-malasan di atas kasur empukku sambil menutupi seluruh badanku dengan selimut tebal. Rasanya hangat dan sangat nyaman bagaikan dipeluk.....


'Darren!!' Panggilan itu membuatku tersadar.


Seketika aku terkejut dan segera bangun untuk mencari ponsel di dalam tas selempangku. Ponsel yang belum kunyalakan sama sekali dari saat aku turun dari pesawat. Aku dengan buru-buru menekan tombol power ponsel agar dapat segera aktif kembali. Untuk memudahkan aksesku, aku meminjam wifi yang sudah disediakan dari hotel tempat kami menginap sekarang ini.


'Ting..ting..ting..ting..ting..tinggggggg......' bunyi balapan notifikasi chat yang masuk entah itu dari siapa saja.

__ADS_1


Tapi hanya satu yang membuatku tercengang, yakni chat dari Darren lebih dari 150 notifikasi. Panggilan telepon yang masuk darinya juga sudah 45 kali. Aku pun memutuskan untuk membuka notifikasi chat darinya yang panjang terlebih dulu.


^^^πŸ‘¦'Via, kamu udah sampe?'^^^


^^^πŸ‘¦'Via, kamu kok gak kabarin aku?'^^^


πŸ‘¦'Aku dari tadi tungguin balasan dari kamu. Sekarang, aku lagi di tempat clubbing pergi sama Bobby sodaraku. Tolong kabarin aku kalo dah sampe!'


^^^πŸ‘¦'Kalo kamu dah terima chat aku, segera telepon balik ya! Tadi aku ada telepon kamu, tapi belom bisa masuk.'^^^


^^^πŸ‘¦'Vi, ayo dong segera kabarin aku! Kamu tau gak dari tadi aku cuma liatin layar hpku terus.'^^^


^^^πŸ‘¦'Harusnya kamu udah sampe, tapi kok hp kamu masih blon diaktifin? Apa kamu udah luapin aku? Please, kabarin aku!'^^^


^^^Bla..bla..bla...^^^


Pokoknya 150 chat yang masuk dari dia seputaran itu saja kata-katanya. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk meneleponnya. Mungkin disana sekarang jamnya waktu dia kerja. Panggilan ke nomor ponselnya telah bunyi, tapi sepertinya dia sibuk. Dia tidak mengangkat telepon dariku. Jadi, aku mencharger ponselku karena daya baterainya sudah lemah.


Dua belas menit kemudian


Ponselku berbunyi nada panggilan masuk. Tampak ada nama Darren yang muncul pada layar ponselku. Aku segera mencabut kabel chargerku dan mengangkat panggilan darinya.


πŸ“ž"Halo!"


πŸ“ž"Udah dari kurang lebih enam jam yang lalu. Maaf aku belon sempat membalas chatmu, karena aku baru buka hpku sekarang."


πŸ“ž"Kamu tau gak betapa khawatirnya aku gak ada kabar dari kamu. Chat juga gak dibales."


πŸ“ž"Iya, maaf ya! Saking capeknya aku ketiduran dan udah gak ingat apa-apa lagi. Sorry!"


Dia terdiam. Sama sekali belum merespon. Bahkan suara nafasnya saja gak ada. Apa signal salah satu dari kita jelek?


πŸ“ž"Halo? Der, kamu masih disana?"


πŸ“ž"Ya. Aku masih disini."


πŸ“ž"Kamu marah?"


πŸ“ž"Gak."

__ADS_1


πŸ“ž"Kok diam? Aku kan dah minta maaf. Aku gak sengaja."


πŸ“ž"Ya, aku dah maafin."


Dari nadanya dia, sepertinya dia masih kesal denganku. Aku jadi males deh kalau teleponan tapi model kek gini akhirnya.


πŸ“ž"Kamu ada acara apa hari ini?"


πŸ“ž"Aku hari ini ikut mami ke tempat pagelarannya. Di sana, kami akan liat situasi buat catwalknya yang sesuai gak sama temanya. Kamu sendiri enak clubbingnya kemaren?"


πŸ“ž"Mmm... Biasa aja. Tapi aku gak minum alkohol karena aku masih mau nyetir."


πŸ“ž"Bagus deh! Kamu kerja dulu aja!"


πŸ“ž"Kok baru bentaran ngomong udah ngusir?"


πŸ“ž"Bukan gitu. Kamu bukannya lagi sibuk kerja jam-jam segitu?"


πŸ“ž"Ya deh. Aku bercanda kok. Aku sibuk dulu ya. Kamu juga sibuk dulu aja. Yang penting saling berkabar di chat ya. Love you, Via. Muahh.."


πŸ“ž"Bye, Der!"


πŸ“ž"Kok cuma bye Der doang? Ciuman jauhnya mana?"


πŸ“ž"Malu ah! Masa cium ama hp sendiri. Tar dikira mami, aku gila."


Mami aku udah keluar belum ya? Gawat kalau ketahuan mami, bisa malu aku. Aku mencari keberadaannya yang ternyata masih sibuk mandi di kamar mandinya.


πŸ“ž"Kalo gitu, aku males kerjalah. Gak ada semangat. Aku lebih baik nyusul kamu aja ke sana."


πŸ“ž"Muah!"


πŸ“ž"Kamu bilang apa tadi? Gak kedengeran."


πŸ“ž"Darren, jangan bikin aku malu dong! Emmmuahhh... Udah ya, gak ada pengulangan lagi."


πŸ“ž"Hahahaha.. iya deh! Love you Darrennya belon."


πŸ“ž"Hadehh... Love you Darren ganteng. Bye! Selamat kerja ya, sayang!"

__ADS_1


πŸ“ž"Aduh.. so sweet. Bye honey."


Akhirnya selesai juga percakapan kami. Nih anak satu suka bikin kesel, kadang marah kadang baik. Tapi kok aku malah seneng ya diginiin? Emang udah ketularan eror dari dia sekarang.


__ADS_2