Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Hari menyenangkan


__ADS_3

Ikhsan enggak berhenti henti nya mengumbar senyum bahagia, Ikhsan gandeng tangannya Reni selama jalan menuju ruangannya sejujurnya Reni malu dilihatin temen temen kantor setiap mereka jalan.


" Sayang, aku malu tahu gandengan tangan." Ucap Reni tersipu malu


" Biarin saja sayang, supaya orang orang tahu kalo kamu pacar aku dan sebentar lagi aku akan melamar kamu sayang. aku ingin hubungan kita bisa lebih serius lagi." Ucap Ikhsan sambil melihat Reni


" Jangan terlalu terburu sayang, pengenalan dulu sama orang tua aku yah, setahun atau dua tahun baru deh kita nikah. aku ingin kamu dan aku saling Deket dan kenal lebih jauh keluarga masing masing, supaya saat kita sudah resmi jadi enak komunikasi antar keluarga." Ucap Reni enggak mau terlalu terburu buru.


" Sampai aku yakin kamu memang layak menjadi imam dan pendamping hidup aku sayang. semoga enggak ada rahasia lagi di kehidupan kamu." Batin Reni penuh harap, karena Ratna enggak sanggup harus putus dari Ikhsan lagi.


" Yah sayang, aku ikutin keinginan kamu, kita akan lebih lama lagi pengenalan keluarga nya yah." Lanjut Ikhsan pasrah, Ikhsan enggak ingin membuat Reni marah lagi


" Alhamdulillah kalo setuju sayang" Lanjut Reni, Reni bahagia akhirnya ikhsan setuju sama keinginannya, Reni enggak mau gegabah menuju hubungan lebih serius


Dani dan Rena yang mendengar obrolan Ikhsan dan Reni saling diam, Dani semakin takut kebiasaannya ketahuan sama Rena lagi, walaupun Susi bukan lah istrinya lagi tapi kebiasaan buruk ngajak panjat pinang nya masih berjalan apalagi bareng Ikusan.


" Kita duluan kembali ke ruangan kita permisi" Ucap Rena cuek, Rena enggak ingin terlalu lama bersama Dani apa lagi setelah mendengar obrolan Reni dan Ikhsan tadi.


" Yah silahkan Rena" Ucap Dani lirih, Dani sejujurnya enggak suka karena setiap ngobrol sama Rena harus seformal ini.


Rena dan Reni jalan menuju ruangannya sedangkan Ikhsan ikut Dani ke ruangannya Dani, Dani mencurahkan keluh kesahnya ke Ikhsan.


" Sabar lah bro, sekarang harus lebih bermain rapih lagi, apa lagi Reni enggak mau langsung nikah bro masih mau pacaran sampai dua tahun katanya biar semakin mengenal" Ucap Ikhsan, Ikhsan merasa yakin itu cuman alasan Reni saja.


" Iyah bener, Susi tuh menggodaaaaa sekali tahu, pesona dia enggak bisa dibuang begitu saja. walaupun sekarang jadi budak kita tapi tetep saja enggak bisa menghilangkan kebiasaan buruk selama masih ada Susi tapi kalo dibuang disayangkan sekali kan." Protes Dani bingung


" Yah bener sih, Susi tuh selalu berhasil membuat kita puas, yaah sudah lah saya mau kerja, soalnya dua jalan lagi saya dan Reni mau memantau pembangunan sekolahan di kota Bogor" Lanjut Ikhsan bahagia, Ikhsan langsung keluar dari ruangannya Dani


Dani yang melihat Ikhsan bahagia merasa iri sekali, Ikhsan berusaha fokus untuk bekerja dan jalan ke meja kebesarannya.

__ADS_1


Dilain sisi, Susi membantu Burhan untuk membersihkan perkarangan Villa milik Dani, Susi bener bener ingin menyibukkan diri supaya enggak melamun meratapi kesalahannya dan merasa rindu sama Joko.


" Saya ingin sekali nanam bunga bunga hias" Ucap Susi, Susi merasa bersyukur Dani memiliki beberapa pohon buah yang bisa dirawat


" Pakai uang sendiri?" Tanya Burhan melihat Susi


" Iyah, biar sedikit tapi lumayan nambah kegiatan saya juga." Lanjut Susi lirih


" Bagus juga idenya, biar villa ini semakin enak dilihatnya Susi" Ucap Ratna, usia kandungan Ratna yang membuatnya enggak bisa banyak aktifitas kwartir terjadi apa apa sama anaknya, Ratna enggak ingin kehilangan anaknya Ikhsan.


" Yah sudah nanti kita beli yah, Alhamdulillah ada mobil disini untuk antar Ratna cek kandungan dan dilengkapi cctv." Lanjut Burhan bersyukur,.seenggaknya enggak ada bodyguard ataupun waria yang mengawasinya


" Iyah Alhamdulillah yah, kita bertiga sudah nurut sama Dani dan Ikhsan enggak ada lagi niatan untuk kabur." Tegas Ratna merasa takut


" Iyah sayang, aku takut dan trauma kalo Dani dan Ikhsan sudah marah" Lanjut Burhan, Burhan enggak mau menerima hukuman menjijikan dari Dani lagi


Susi melanjutkan sapu halaman Villa,.sesekali ngajak ngobrol Ratna dan Burhan supaya enggak melamun.


Dilain sisi, Rena berusaha fokus untuk bekerja, walaupun fikirannya kacau karena selalu ingat sama Dani, enggak membuat Rena galau enggak penting.


" Nanti kamu pergi sama Ikhsan yah?" Tanya Rena melihat adiknya yang sibuk sama komputer didepannya


" Iyah katanya memantau proyek pembangunan sekolahan, dan itu kan proyek saya ka, syukurnya sudah baikan kalo masih marahan duh pasti melow deh nantinya" Ucap Reni, Reni membaca laporan pengeluaran yang dibutuhkan pembangunan sekolahan


" Kita harus profesional De, kita disini untuk bekerja bukan untuk pacaran saja." Lanjut Rena, Rena baru menyadari selama ini Rena lebih banyak menghabiskan waktu ngobrol enggak penting bareng Dani sebelum rahasia Dani terbongkar.


Dilain sisi, Susi membersihkan kamar anaknya Ratna, ada rasa sedih dan menyesal karena kecerobohannya kehilangan anak pertamanya.


" Andaikan waktu itu enggak memaksa membantu Joko, pasti sekarang seperti Ratna merasakan bahagia dan sedihnya mengandung, walaupun Ikhsan jahat tapi masih memberikan perhatian dan enggak kasar." Ucap Susi, Susi nangis histeris mengingat masa lalu dan kecerobohannya.

__ADS_1


Dilain sisi, Rena masuk keruangan Dani, ada perasaan yang enggak jelas, fikiran yang bisa mengacaukan konsentrasinya.


" Pak Dani, ini dokumennya pak, PT sentosa makmur, tertarik sama desain yang saya buat untuk membangun kontrakan karyawannya." Penjelasan Rena, Rena memberikan dokumen yang dipegangnya


" Terimakasih Rena, nanti saya baca lagi laporannya." Ucap Dani berusaha santai, rasanya sedih sekali Rena masih saja bersikap dingin padanya


" Kalo begitu saya permisi dulu pak, mau kembali ke ruangan saya." Lanjut Rena, Rena dengan cepat meninggalkan ruangannya Dani


Dani menatap Kepergian Rena dengan sedih, Dani membaca dokumen yang diberikan Rena tadi


Dilain sisi, Ikhsan dan Reni siap siap untuk memantau proyek pembangunan sekolahan, Ikhsan yang mendapat kan telefon dari Burhan langsung mematikan teleponnya dengan cepat mengirim pesan ke Burhan.


" Sial ganggu saja tuh orang, awas saja pas di Tegal nanti " Batin Ikhsan kesal


" Sayang kenapa melamun?' Tanya Reni penasaran


" Ah enggak kok sayang, maaf yah kalo kamu takut aku diam saat bawa mobil." ucap Ikhsan bohong


" Enggak kok sayang, aku kwartir kamu sakit saja sayang." Lanjut Reni, sejujurnya Reni penasaran siapa yang menelfon Ikhsan membuat Ikhsan melamun seperti ini.


Reni yang enggak ingin ganggu Ikhsan, berusaha diam membiarkan Ikhsan fokus membawa mobilnya


Dilain sisi, Betapa kagetnya Burhan saat melihat waria datang ke villa, Burhan langsung merinding saat waria jalan ke pintu masuk masuk villa.


" Mau apa kalian?" Tanya Ikhsan takut


" Tenang saja ganteng, kita di utus untuk ikut kalian bertiga cek kandungannya, Ratna jadi kita temani deh." Ucap waria senyum manis didepan Burhan


" Oh" Lanjut Burhan cuek, Burhan dengan cepat masuk kedalam villa meninggalkan waria yang duduk di ruang tamu

__ADS_1


__ADS_2