
Ratna menatap nanar suaminya yang pergi karena emosi Reni dideketin sama Danu, Ratna mengingat kembali ajakan Burhan untuk meninggalkan Dani dan Ikhsan sebelum semakin sakit hati.
" Hey bumil, kenapa melamun?" Tanya Susi penasaran
" Keingat saja sama ajakan Burhan tadi." Ucap Ratna lirih
" Ajakan buat kabur kan?" Tanya Susi
" Iyah, dia meyakin kan saya, buat melepaskan Ikhsan selamanya enggak pernah peduli sama saya dan resiko anak ini di bully karena bapak pergi begitu saja. pasti ada omongan negatif ke anak kamu, fikirkan perasaan anak kamu kelak katanya begitu. bikin frustasi saja si Burhan" Protes Ratna bingung sekaligus bahagia sampai detik ini Burhan masih mencintainya.
" Kita enggak tahu masa depan kita seperti apa sih, apa lagi sekarang Danu terang terangan incar Rena otomatis Dani lebih berjuang mempertahankan Rena dan Reni sebagai adik pasti akan ikutin jejak kakak nya, apa lagi kalo bukti Ikhsan sudah punya istri pasti langsung di tinggal tanpa ada alasan apapun. perempuan mana yang mau di madu. terserah kamu mau bertahan menderita sampai anak kamu lahir.atau menderita. saya yakin enggak akan lama lagi rahasianya Dani dan Ikhsan akan terbongkar sih." Lanjut Susi
" Berarti ke putusannya meninggalkan Ikhsan saja? saya juga capek selalu di giniin terus." Lanjut Ratna mulai yakin
" Iyah harus, saya juga nunggu Joko dan atasannya bertindak supaya kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya." Lanjut Susi terus terang
Dilain sisi, Dani dan Ikhsan membelikan bunga dan makanan enak enak untuk Rena dan Reni.
" Kita harus lebih banyak memperhatikan pacar kita, kalo kita harus ke hilangan istri kita ya biarlah kehilangan perempuan yang enggak bisa setia dan menahan nafsongnya. akan begitu terus menerus." Ucap Dani pasrah
" Enak sekali bicara seperti itu, bagaimana saya dong Dani, masa harus ke hilangan anak pertama sih astaga." Ucap Ikhsan kesel
" Resiko yang harus kita jalanin, mana yang harus kita pertahankan dan mana yang harus kita buang selamanya. Lanjut Dani, Dani memasukan bunganya kedalam mobil.
Ikhsan nyusul Dani kedalam mobil, perlahan mobil meninggalkan toko bunga dan menuju rumahnya Rena dan Reni.
Dilain sisi, Rena dan Reni, mengerjakan pekerjaan kantornya, Rena melihat kulir makanan menghampirinya dan langsung merapihkan makanan diatas meja makan.
__ADS_1
" Ya ampun Dani dan Ikhsan so sweet sekali bawain makanan, bilang ada kejutan yang lain katanya." Ucap Rena bahagia, Rena merapihkan ruang tamu
" Kejutan apa yah kira kira, bikin saya penasaran saja si Ikhsan." Ucap Reni, Reni menyalakan lilin
Rena dan Reni ganti baju, dan siap siap menyambut kedatangan sang pujaan hati
Dua jam kemudian Mobilnya Dani dan Ikhsan tiba di rumahnya Rena, Dani dan Ikhsan menyembunyikan bunga dibelakang punggungnya.
" Hai sayang, bagaimana makanannya sudah datang?" Tanya Dani ramah melihat Rena
" Sudah sayang, sudah aku rapihkan tinggal makan bareng sayang" Ucap Rena menatap Dani, Rena ngajak Dani ke ruang tamu
" Dibelakang punggung kamu apa sayang?' Tanya Reni penasaran
" Bunga ini untuk kesayangan aku, bunga cantik melambangkan cinta aku. i love you sayang." Ucap Ikhsan melihat Reni, Ikhsan memberikan bunga ke Reni
" Hayo makan semuanya" Ajak Rena, Rena gandeng tangannya Dani, Rena bahagia sekali akhirnya bisa ketemu sama pacarnya
Dilain sisi, Danu mendengar ceritanya Burhan senyum kemenangan, enggak sia sia bayar mahal Burhan dan Joko untuk rencananya.
" Bagus bagus, saya suka cara kalian, kalian rebut Susi dan Ratna sedangkan saya dan Eka rebut Rena dan Reni. kalian terus deketin Ratna dan Susi sampai waktunya tiba." Perintah Danu semangat
" Beres bos, saya juga enggak ingin mereka menderita terus menerus. saya akan menunggu perintah kapan pun membawa Ratna ke rumah baru itu." Ucap Burhan percaya diri
" Selama pembangunan, terus dideketin Susi dan Ratna, kalo sudah selesai kita akan kasih tahu semuanya sama Rena dan Reni. sekarang biarkan mereka waspada sama kita." Lanjut Danu, sejujurnya Danu enggak ingin membuat Rena sedih karena putus dari Dani tapi enggak tega Rena menjadi madu seorang Casanova seperti Dani dan enggak tega melihat air mata Rena karena sakit hati di bohongi dan di madu
" Rumah itu milik kita, kalian tetep kerja di rumah itu jadi tukang kebun, kalo ditanya bilang punya kalian, jangan buka rahasia selama rencana kita belum sepenuhnya berhasil." Tegas Eka, Eka semakin lama semakin peduli sama Reni.
__ADS_1
" Siap bos, kita tahu diri kok, kita turutin keinginan kalian buat tempat tinggal layak buat Susi dan enggak ingin hidup di rumah sederhana." Ucap Joko, Joko merasa bersyukur di pertemukan sama Danu dan Eka.
" Yah sudah, kalian ke sana sekarang, temani Susi dan Ratna, mereka pasti merasa kesepian kasihan juga kan terutama Ratna yang lagi mengandung, kalian kasih perhatian lebih sama mereka supaya semakin yakin memilih kalian." Tegas Danu, Danu sudah menargetkan waktu yang tepat untuk menghancurkan kebohongannya Dani dan Ikhsan.
" Dengan senang hati bos, yah sudah kita ke sana dulu yah bos, permisi." Lanjut Joko bahagia, bahagia akhirnya ada waktu lagi untuk ketemu sama Susi
" Saya juga permisi bos." Lanjut Burhan
Burhan dan Joko jalan ke depan rumah dan langsung ke rumahnya Dani untuk ketemu sama Susi dan Ratna. malam ini mereka berencana akan nginep sambil bawa banyak makanan untuk Ratna
Dilain sisi, Dani dan Rena ngobrol berdua di ruang tamu sedangkan Ikhsan ngobrol di depan rumah. Ikhsan merencanakan beli rumah untuk mereka setelah nikah, awalnya Reni enggak setuju tapi kodrat seorang istri ikut suami kemana pun suami tinggal setelah menikah
" Yah sayang, aku akan ikutin keinginan kamu sayang. biar rumah ini jadi tempat tinggal bapak dan emak menghabiskan waktu masa tuanya." Ucap Rena setuju sama keinginan calon suaminya.
" Terimakasih sayang, kapan kamu mau ajak bapak dan emak tinggal di sini?" Tanya Ikhsan melihat Reni
" Mungkin Minggu depan sayang, kamu ikut kan?" Tanya Reni, Reni gandeng tangannya Ikhsan
" Iyah sayang, aku bantu bawain barang barang bapak dan emak yah sayang.' Lanjut Ikhsan, Ikhsan enggak sabar menjemput calon mertuanya, Ikhsan melihat handphone nya ada whatshapp dari Burhan, Ikhsan langsung menahan emosinya saat melihat foto yang dikirim sama Burhan.
" Sial, mereka bener bener cepat sekali geraknya, satu di tinggal ada kecoa busuk yang mendekat dan satu yang di tinggal ada lalat busuk hinggap. mereka bener bener niat merebut Ratna, Susi,Rena, dan Reni. sekali" Batin Ikhsan kesel
" Sayang, kenapa?" Tanya Reni penasaran
" Enggak kenapa kenapa sayang, yah sudah kita ke dalam yuk. aku haus sayang." Ucap Ikhsan bohong.
Ikhsan ngajak Reni masuk kedalam rumah, Ikhsan memblokir nomor Burhan dan Joko supaya enggak ketahuan.
__ADS_1