
Susi dan Ratna bener bener enggak bisa komentar banyak, apapun yang dilakukan Dani dan Ikhsan. Dani mengirimkan voicenot untuk Rena, sedangkan Ikhsan telefon Reni. Susi menyiapkan sarapan untuk Dani dan Ikhsan.
" Sayang, olahraga yuk, kita kan belum gantian, masih ada dua jam untuk jemput pujaan cinta untuk berangkat bareng ke kantor." Ucap Ikhsan melihat Susi
" Boleh sayang hayo, Dani mau sama Ratna?" Tanya Susi dengan terpaksa
" Yah mau lah, hayo. lumayan juga punya dua istri yang bisa gantian seperti ini. hahahaha" Ucap Dani merasa puas
" Dasar" Protes Ratna kesel.
Ratna ikut begitu saja dibawa Dani ke kamar, sejujurnya Ratna ingin melakukan panjat pinang cuman sama Ikhsan seorang, tapi selama ini selalu gantian membuat Ratna pasrah menerima keinginan Dani dan Ikhsan.
Dani membuat Ratna polos, Dani langsung memasukan goa yang jarang dikunjungi, perlahan memajukan dan memundurkan pinggangnya dengan pelan. Membuat Ratna merasa melayang menikmati pergerakan dilakukan sama Dani.
" Aaahhh sayang, luar biasa sekali." Desa han Ratna, Ratna meluk Dani dengan mesra
" Suara desa han kamu, masih sama sayang masih merdu, aku suka mendengarnya. anak ini sudah tumbuh dewasa kegiatan kita berempat akan tetep sama, gantian panjat pinang nya. kalo lagi jauh dari istri halal baru cari kalian seperti ini. luar biasa." Goda Dani cuek
" Memangnya sudah mendapatkan calonnya sayang? Aaahhh Dani luar biasa sayang aaaahhh." Tanya dan desa han Ratna penasaran
" Ada dong Rena, aku bener bener mencintai Rena dengan tulus apa adanya. sama perempuan itu aku bener bener bisa menjaga nafsong aku engga berani pegang pegang seenaknya. beda perempuan baik baik sama perempuan liar seperti kamu dan Susi yah. yang mudah didekati karena uang dan bisa dibuang kapan pun yang diinginkan. intinya aku ingin menikah sama Rena." Lanjut Dani yang semakin mempercepat pergerakan pinggangnya.
" Oh Rena, yah semoga saja jodoh yah kalian. aaaahhh" Desa han Ratna dengan judes
" Cemburu? perempuan seperti kalian enggak pantas sama sekali merasakan cemburu dan sakit hati, enggak pantas protes sama aku dan Ikhsan. karena kita penentu biaya hidup kalian layak atau kembali hidup susah." Lanjut Dani cuek
" Aaahhh, dasar sombong' Desa han Ratna dengan kesal
Cairan pun keluar dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Ratna, setelah itu Dani langsung jalan begitu saja kedalam kamar mandi.
Dilain sisi, Rena dan Reni sarapan bareng sebelum berangkat kerja, Rena menemani Reni belanja kebutuhan dapurnya, selama seminggu Reni enggak usah repot repot belanja kebutuhan sehari harinya.
" Kamu jangan lupa kunci pintu dan jendela, magrib sudah di rumah yah,.kalo mau ngobrol sama Ikhsan pintu rumah dibuka yah Reni. jangan sampai ada salah faham sama warga sekitar" Tegas Rena kwartir
__ADS_1
" Tenang saja ka, saya juga enggak berani seenaknya kok. sudah fokus sama pekerjaan saja yah, lagian Ikhsan cowok baik baik enggak akan mungkin melakukan hal hal yang belum waktunya dilakukan." Ucap Reni berusaha santai.
" Amin Kaka berharapnya seperti itu" Lanjut Rena lega adiknya enggak akan melakukan kecerobohan sama sekali
Dilain sisi, Dani dan Ikhsan jalan kedepan villa, ditemani sama Susi dan Ratna bermanja-manja sama Dani dan Ikhsan.
" Sayang jaga baik baik anak kita yah, jangan capek dan banyak stres yah. aku enggak ingin anak pertama aku ada masalah, kalo kemana mana minta bodyguard telefon aku ijin pergi jangan seenaknya." Ucap Ikhsan ngelus lembut perutnya Ratna dan mencium anaknya yang masih didalam perut
" Iyah sayang, aku akan jaga baik baik anak kita aku juga ingin anak pertama kita tumbuh dengan baik sayang. semangat bekerja sayang
" Ucap Ratna bahagia, karena dari kemarin sikapnya Ikhsan sangat manis padanya, layaknya suami istri pada umumnya.
" Uang kalian masih ada kan? Apa mau ditambah lagi?" Tanya Dani melihat Susi, tangannya Dani mengelus lembut perutnya Susi yang masih Rata
" Masih sayang, terimakasih yah selalu memenuhi kebutuhan anak kita sayang." Ucap Susi, Susi meluk Dani dengan mesra
" Sudah drama mesra mesraannya, yuk kerumahnya Rena dan Reni kita bisa Deket sama mereka lagi. kalian jangan banyak tingkah kalo kehidupan kalian masih mau seperti ini." Tegas Ikhsan melihat Susi dan Ratna.
" Bener bener tega kamu mas, baik baik sayang, kalian hati hati dijalan yah." Ucap Ratna menahan emosinya
" Sudah jangan nangis lagi, kan masih ada kita. yuk bermesraan dikamar masing masing" Bisik Burhan sambil melirik Susi
" Dasar modus, yah sudah yuk" Ajak Susi, Susi menghapus air matanya. Susi ikutin Burhan masuk kedalam Villa
" Kamu mau bermesraan sama aku?" Tanya Joko, sejujurnya Joko bukan tipe cowok liar tapi perasaan pedulinya yang bercampur nafsong akhirnya memanfaatkan keadaan
" Mau sayang, hayo kedalam. mengharapkan Ikhsan sangat mustahil" Ucap Ratna dengan pasrah, Ratna merasa enggak setia sama pernikahannya tapi Ratna membutuhkan Joko saat malam hari kalo mual mual, sakit, ataupun. mau makan ingin ditemani dan dimanja. Ratna merasa menganggap Joko sebagai pelarian selama enggak ada Ikhsan disampingnya.
Dilain sisi, Reni tersenyum bahagia melihat mobilnya Ikhsan sampai di rumah barunya, Reni langsung menghampiri Ikhsan membuat Ikhsan bahagia di Sambut sama pujaan hati
" Maaf sayang, kita telat soalnya masih ada yang kita urus." Ucap Ikhsan, Ikhsan pegang tangannya Reni
" Enggak masalah sayang, yang penting kalian bisa kesini dengan sehat itu lebih baik kok." Ucap Reni ramah melihat pacarnya.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, sudah bohong sama kamu." Batin Ikhsan sedih
" Rena mana?" Tanya Dani yang enggak lihat Rena
" Sebentar lagi keluar kok, tunggu saja Dani." Lanjut Reni melihat Dani
" Oh kalian sudah datang, maaf kelamaan menunggu. saya habis menyelesaikan desain rumah pesanan clien" Ucap Rena, Rena baru keluar dari rumahnya
" Iyah enggak masalah Rena, yah sudah yuk jalan" Ucap Dani senyum manis melihat Rena
" Hayo" Lanjut Rena jalan menghampiri Dani, Ikhsan, dan Reni.
" Dani saya titip Kaka saya yah, jangan sampai lecet." Ucap Reni melihat Dani
" Kamu tenang saja Reni, saya akan menjaganya dengan segenap jiwa raga saya
" Lanjut Dani terkekeh
" Dasar gombal" Protes Reni melihat Dani
" Ikhsan saya titip adik saya yah, jangan modus berlebihan yah, pacaran ingat batasan yah." Lanjut Rena melihat Ikhsan.
" Tenang saja, ka Rena saya akan menjaga adik Reni dengan jiwa raga saya. saya juga tahu batasan kok tenang saja." Goda Ikhsan dengan terkekeh
" Yah sudah yuk jalan Rena" Ajak Dani, Dani sudah masuk kedalam mobil
" Kabarin kalo sudah sampai yah ka" Ucap Reni nahan sedihnya
" Siap Reni, hati hati dirumah sendirian" Lanjut Rena.
" Oke ka" Lanjut Reni berusaha santai
Mobil Dani perlahan pergi dari rumahnya Rena, dengan kecepatan sedang, Ikhsan membawa mobilnya Reni untuk pergi ke kantor bareng.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan Votenya.