
Dani dan Ikhsan berusaha meyakinkan Rena dan Reni bahwa mereka yang akan dipilih mereka, Dani dan Ikhsan rela kehilangan Susi dan Ratna demi orang yang mereka cintai.
" Kamu jangan jahat dan egois sama istri kamu Ikhsan, dia mengandung anak kamu lebih membutuhkan sosok suami disampingnya, berusaha lah untuk menerima takdir Ikhsan walaupun sakit dan berat tapi jangan lagi sakiti hati istri kamu lagi, kasihan perempuan yang lagi mengandung terus menerus di sakiti belum lagi setelah melahirkan akan mendapatkan tekanan dari lingkungan." Ucap Reni, sejujurnya Reni sangat sakit melepaskan Ikhsan orang yang di cintai nya selama ini, tapi Reni enggak ingin egois dan memaksa keadaan untuk dirinya tapi mengorbankan kebahagian orang lain.
" Tapi aku hilaf sama Ratna sayang, perempuan yang aku cintai cuman kamu satu satunya sayang, perempuan yang aku aku hargai sampai sekarang cuman kamu sayang. aku mohon jangan tinggalkan aku sayang" Lanjut Ikhsan, Ikhsan jongkok didepannya Reni dengan penuh harapan
" Ikhsan jangan seperti ini, kamu jangan merendahkan diri kamu sendiri bangun lah." Lanjut Reni enggak tega
" Ikhsan jangan seperti ini, kita enggak mau menyakiti hati istri kalian, kalian harus kembali sama mereka." Ucap Rena, Rena males melihat wajah Dani dan Ikhsan
" Kita akan talak mereka, kalian lah masa depan kita bukan mereka. mereka cuman mainan kita dan kebutuhan saja, jangan biarkan kita kehilangan cinta sejati kita ke kalian, aku mohon sayang." Ucap Dani, Dani ikutin jongkok didepannya Rena
" Astaga Dani, kamu tuh atasan saya di kantor, enggak sepantas nya seperti ini, berdiri lah Dani, kita putus dan kita akan keluar dari kantor kamu, kita enggak ingin menjadi plakor." Tegas Rena, Rena nyusul Reni masuk mobil dan meninggalkan Dani dan Ikhsan yang masih jongkok.
" Ka" Ucap Reni lirih
" Biar Reni, kita jangan jadi plakor di rumah tangga orang lain, kasihan istrinya Ikhsan lagi hamil. pak jalan pak." Ucap Rena ke Supir taxi, hati Rena sungguh sakit hati putus dari Dani, tapi kenyataan enggak bisa bersatu
Dilain sisi, Burhan, Joko, Danu, Eka, Ratna,dan Susi. jalan ke bandara dan siap siap naik jet pribadinya Danu
" Saya pastikan Ikhsan akan talak kamu Ratna, saya enggak tega ibu hamil tertekan terus menerus seperti ini. dan kamu Susi punya hak untuk bahagia mendapatkan laki laki yang tulus mencintai kamu." Ucap Danu menatap iba kearah Susi dan Ratna
" Terimakasih dokter, anda mau sejauh ini berjuang untuk kebahagian kita, kebaikan anda luar biasa untuk kehidupan kita." Ucap Ratna haru
__ADS_1
" Sama sama Ratna, sebentar lagi mereka pasti akan nyusul kalian, dan kita sudah siap kan anak buah untuk mendesak mereka talak kalian hari ini juga, kalian bisa tinggal sementara di apartemen milik saya." Lanjut Danu melihat Susi dan Ratna
" Iyah Danu terimakasih" Ucap Susi bahagia
Dilain sisi, Dani memerintahkan semua bodyguardnya ke kota Tegal, sekaligus bawa sepuluh waria dalam perjalanan menuju Tegal. Dani pun menambah bodyguard untuk ikut ke rumahnya yang menjadi tempat tinggal Susi dan Ratna. Dani dan Ikhsan naik jet pribadinya Dani.
" Mereka harus tunduk sama kita, kita jangan biarkan Danu memiliki orang yang kita cintai dengan cara seperti ini." Tegas Dani penuh amarah
" Saya sudah mencari info, ternyata Danu seorang tikus yang masih wajib lapor sampai detik ini. dan dia masuk lagi dalam daftar orang yang memiliki masalah hal yang sama, artinya Danu memiliki harta dengan cara kotor dia. kita akan memakai kelemahan mereka untuk mundur dengan cepat." Ucap Ikhsan melihat handphone nya
" Kerja bagus Ikhsan, kita akan hancurkan mereka secara langsung, kita bawa orang orang yang berwewenang untuk adili mereka." Lanjut Dani dengan tegas, Dani bener bener muak sama Dani.
" Beres, semuanya sudah saya print sejak lama, cuman nunggu waktu yang tepat untuk memakai dokumen ini." Lanjut Ikhsan, Ikhsan langsung mencari tahu semua tentang Danu termasuk masalah pribadinya, termasuk Eka terlibat didalamnya
" Saya setuju, saya juga enggak sudi mempertahankan pernikahan sama perempuan yang enggak bisa setia selama pernikahannya." Lanjut Ikhsan penuh amarah
Dilain sisi, Danu nampak panik saat turun dari jet pribadinya ada yang mengepung pintu keluar jet pribadinya, Danu mundur sedikit tapi langkahnya langsung diberhentikan sama bodyguardnya Dani.
" Bawa mereka semua sekarang" Bentak kepala bodyguard melihat Danu dengan sinis
" Siap" Ucap dua puluh bodyguard bersamaan
Bodyguard Dani berhasil memaksa Danu, Eka, Joko, Burhan, Ratna,dan Susi masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan sama Dani.
__ADS_1
" Sial, mereka gerak cepat untuk nyusul kita" Bentak Danu kesel
" Ibu hamil apa perut kamu sakit?" Tanya kepala bagian bodyguard
" Enggak, saya baik baik saja." Ucap Ratna ketakutan.
" Bagus, karena setelah ini bakal ada drama untuk kamu, bersiap lah untuk kamu." Bentak bodyguard melihat Ratna sinis
" Halo ganteng, ketemu lagi sama ekey. kangen enggak sama ekey." Goda waria melihat Burhan, Waria kangen saat bermain main sama Burhan
" Jijik kangen sama kamu, cuih." Bentak Burhan merinding
" Sebentar lagi kita akan bersenang senang ganteng, ngelawan terus yah sama bos Dani. supaya kita bisa bersenang senang sama kita lagi muach" Ucap waria yang lain
" Apa rencana mereka sekarang, kenapa pengawal mereka banyak seperti ini?" Tanya Eka panik
" Pasti mereka punya sesuatu untuk melawan kalian, saya kenal siapa Dani dia enggak akan mengerahkan semua pengawal cuma cuma kalo enggak ada hal penting yang mereka rencanakan." Ucap Susi, Susi faham siapa Dani, dia enggak akan berani bersikap berlebihan kalo dia enggak merasa bener
" Sial, apa mereka tahu apa yang kita lakukan selama ini." Batin Eka kwartir, kwartir keburukannya kebongkar
" Kamu bener Susi, saya kenal Dani orang seperti apa, kalian enggak melakukan kesalahan kan? karena kalo bikin salah kita akan hancur di tangan Dani hari ini?" Tanya Burhan menatap Danu dan Eka yang terlihat gugup dan enggak tenang
" Kalian diam lah, sampai Dani dan Ikhsan datang kesini, bersiap lah hancur di tangan mereka hari ini." Tegas bodyguard menatap Danu dan Eka bergantian
__ADS_1
Danu dan Eka merasa kalah langkah sama Dani dan Ikhsan yang bisa melemahkan dirinya saat ini, Danu enggak menyangka Dani berhasil mengorek kesalahan besarnya dan merasa kwartir dengan semua yang dibawa Dani sebentar lagi. Eka merasa menyesal ikutin keinginan Danu untuk curang di tempat kerjanya, Eka merasa kwartir akan akibatnya sebentar lagi diterimanya.