Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Kamu jangan gila Ikhsan


__ADS_3

Dani melemparkan kertas ke Ikhsan saat tahu keinginan gilanya Ikhsan, bisa bisanya memiliki ide untuk menjebak Reni melakukan panjat pinang secara diam diam.


" Kamu jangan gila Ikhsan, kamu mau Reni semakin menjauh hah, saya enggak mau Rena jadi curiga sama kita. sudah lah tobat supaya Rena dan Reni mau balikan walaupun harus berjuang demi cinta" Ucap Dani frustasi, Dani enggak ingin selamanya kehilangan Rena perempuan yang dicintainya selama ini.


" Habisnya dibujuk baik baik enggak bisa, saya juga enggak mau kehilangan Reni selamanya, apa lagi karena Ratna saya enggak Sudi sama sekali." Ucap Ikhsan frustasi, Menurut Ikhsan selangkah lagi menuju halal tapi hancur begitu saja karena Ratna perempuan Liar dan sampah.


" Yah sudah, kita berjuang demi cinta sejati kita saja, sudah jangan ganggu Ratna lagi lepaskan Ratna, kamu bilang melepaskan Ratna demi Reni, berusaha berubah lebih baik demi Reni. hati perempuan akan luluh kok kalo kamu berjuang demi cinta kalian." Lanjut Dani yang memberikan ide yang terbaik untuk Ikhsan.

__ADS_1


" Yah sudah kita akan ketemu sama mereka, biar membujuk Reni didepan ketiga sampah itu biar mereka puas dan saya bisa meluluhkan hati Reni lagi." Lanjut Ikhsan setuju sama idenya Dani, Idenya yang jauh lebih bijaksana dan terbaik.


Dilain sisi, Rena dan Reni enggak semangat datang ke ruko, lebih memilih pulang ke rumah, merenung akan perjalanan cintanya sama Dani yang kandas begitu saja semakin enggak bisa ditolong lagi.


" Apa kita memang enggak berjodoh sama Dani dan Ikhsan yah?" Tanya Rena lirih, sejujurnya Rena masih mencintai Dani, lagi lagi yang memperlakukan Rena sangat manis selama pacaran dan laki laki dalam sekejap mampu mewujudkan impiannya jadi orang sukses seperti saat ini.


" Sekarang kita hidup mandiri de, apa apa sendiri dan kemana mana sendirian de. harus bisa jaga diri lebih baik lagi karena enggak ada yang melindungi kita lagi kan." Lanjut Rena, Rena rindu akan perhatian Dani yang setiap malam telefon meningkatkan selalu tutup pintu dan enggak keluar malam malam apapun alasannya tanpa Dani dan Ikhsan yang temani

__ADS_1


" Iyah ka, kerasa lagi seperti awal kita ke Jakarta yah, apapun dikerjakan sendiri, jam tujuh malam sudah sampai rumah. saya berharap suatu saat mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Ikhsan ka." Lanjut Reni penuh harap, Reni enggak ingin gagal dalam menjalin hubungan sama laki laki lagi.


Dilain sisi, Ratna mengelus perutnya yang semakin terasa kram dan menyakitkan, Burhan yang melihat Ratna kesakitan berusaha tenang dan memberikan obat untuk Ratna.


" Bagaimana sayang kondisi kamu?" Tanya Burhan cemas


" Sudah enakan sayang, kita ke rumah sakit yuk. aku takut anak aku kenapa kenapa sayang." Ucap Ratna takut kehilangan anaknya Ikhsan

__ADS_1


" Iyah sayang, nanti aku bilang sama Rena untuk pinjam uang buat kita berobat sayang" Lanjut Burhan, Burhan meluk Ratna yang cemas takut kehilangan anaknya Ikhsan, sejujurnya Burhan sedih dan kesal Ratna masih mempertahankan anaknya Ikhsan sampai sekarang


__ADS_2