
Danu ngajak Joko dan Burhan masuk kedalam apartemennya, Danu mempersilahkan Joko dan Burhan untuk membersihkan diri di kamar masing masing, Danu memberikan obat trauma untuk Joko dan Burhan.
" Mereka yang akan menghancurkan Dani dan Ikhsan, enak saja mau bertahan menduakan cintanya Rena terus menerus." Ucap Danu kesel
" Jangan biarkan perselingkuhan sampai ke jenjang pernikahan, kasihan kan mereka yang mendapatkan pendamping hidup yang sudah beristri apapun alasan mereka memperlakukan istrinya. perselingkuhan enggak dibenarkan." Tegas Eka ikutan kesel
" Saya akan mengajak Burhan ikut saya setiap rapat bareng Dani dan Ikhsan, kamu juga ajak Joko biar jadi syok terapi untuk mereka." Lanjut Danu, Danu memanfaatkan Joko dan Burhan
" Bagaimana kalo mereka diancam?" Tanya Eka penasaran
" Kekuasaan saya enggak kalah sama Dani kok, anak buah kita juga enggak kalah banyak, ngapain takut sama Dani. saya enggak mau Rena sedih karena status Dani yang sudah nikah sirih dan Reni apa lagi, Ikhsan sudah nikah dan istrinya lagi hamil lagi kan." Lanjut Danu prihatin
__ADS_1
" Kapan kita ketemu mereka?" Tanya Eka penasaran
" Dua Minggu lagi, selama dua Minggu menunggu mereka biar tinggal disini dulu, saya akan menghilangkan terutama mereka akibat hukuman gila dari Dani waktu itu." Lanjut Danu kesel sekaligus enggak membayangkan betapa jijiknya hukuman itu diberikan
" Mereka pasti ada trauma, saya bantu kalo begitu deh." Lanjut Eka, Eka merasa prihatin sama Joko dan Burhan yang mendapatkan hukuman yang sebenarnya yang salah istri istrinya Dani dan Ikhsan yang merasa kesepian dan butuh seseorang membantu setiap butuh apapun sedangkan suaminya mengabaikan istrinya selama tinggal di villa.
Dilain sisi, Burhan dan Joko mandi di kamar mandi masing masing, Burhan berusaha menghilangkan peristiwa yang sempet dialaminya tadi. Burhan merasa jijik sama tongkat saktinya, Burhan benci sama Dani yang tega waria memuassssskkkkkaannnnn nafsongnya selama dua jam non stop.
Dilain sisi, Rena yang kangen sama orang tuanya, melihat foto orang tuanya yang sengaja dibawa saat merantau pertama kali ke Jakarta. Rena masuk kedalam kamar Reni yang ternyata lagi sibuk sama handphone nya.
" Ren" Ucap Rena pelan
__ADS_1
" Kenapa ka?" Tanya Reni melihat Rena didepan pintu
" Kapan yah kita ke kampung? Kangen sama emak dan bapak tahu, apa lagi kita sudah sukses Ren. mereka pasti bangga sama kita selama di Jakarta hidup enak." Lanjut Rena, Rena jalan ke kasurnya Reni
" Kapan yah ka enaknya, nanti saja pas kita mau nikah ka. pas minta restu dan ajak mereka untuk tinggal di Jakarta enggak usah tinggal di kampung lagi bagaimana?" Ide Reni mendadak
" Apa enggak kelamaan? Kaka saja baru jadian sama Dani, dan kamu juga belum ada pembahasan untuk serius kan?" Tanya Rena ragu.
" Yah sudah, nanti kita bahas sama mereka, sekalian liburan berempat bagaimana? ka kita enggak kuliah? bagaimana kalo kita kuliah sambil kerja?" Tanya Reni
" Memangnya bisa bagi waktu, bakal super sibuk Ren. kurang istirahat lagian Dani enggak mempermasalahkan kita Lulusan SMU kan. enggak minta kita kuliah sambil kerja, jadi biarin saja, nikmati seperti ini saja Ren." Lanjut Rena, Rena ragu bisa bagi waktu antara kuliah,kerja,dan waktu bersama Dani.
__ADS_1
" Sejauh ini sih Dani dan Ikhsan enggak bahas apapun sih ka, yah sudah kalo memang enggak kuliah." Lanjut Reni santai, sejujurnya Reni ingin merasakan pengalaman kuliah sambil kerja, terlihat keren dan asik.