Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Banyak sekali syaratnya


__ADS_3

Ikhsan mengurus surat surat nikah sirihnya sedangkan Dani memerintahkan bodyguard untuk mencari ART untuk mengurus Susi dan Ratna, Dani juga memberikan fasilitas mobil dan supirnya diam diam Dani memasang cctv-nya di villa untuk memantau kegiatan istri yang enggak dianggap. Ratna dan Susi pergi sendirian untuk membeli kebaya ditemani sama bodyguard.


" Enggak masalah deh mereka mengasingkan kita, yang penting mau tanggung jawab." Ucap Susi sambil pegang perutnya


" Tega sih, tapi enggak ada pilihan juga kan. kita ngurus sendiri anak ini mereka suami diatas kertas. malang sekali yah nasip kita" Ucap Ratna sedih


" Banget, janji mau temani cek kandungan justru sibuk ngurusin pernikahan dan ketemu sama pujaan hatinya." Lanjut Susi sedih dan kesel


" Si kembar kalo tahu Dani dan ikhsan punya istri juga mikir dua kali, apa lagi tahu kebiasaan buruk mereka.pasti ditinggalkan" Ledek Ratna


" Perempuan baik baik mana mau dimadu, ya sudah pulang yuk" Ajak Susi


Bodyguard yang mendengar obrolan mereka diam diam merekamnya dan mengirimkan ke Dani, Bodyguard yang disuruh temani Susi dan Ratna untuk meta matain apapun yang mereka bicarakan.


Dilain sisi, Dani, ikhsan, Rena,dan Reni. mencari rumah impiannya Rena dan Reni, perumahan yang dimiliki Dani cukup luas dan dipenuhi bunga bunga hias terlihat lebih menarik rumahnya. Rena memilih rumah berlantai dua dengan empat kamar tidur masing-masing kamar memiliki kamar mandi didalam. Reni yang melihatnya cukup puas dan semakin semangat membuat desain sesuai proyek supaya selalu mendapatkan bonus.


" Bagaimana kalian suka rumah yang ini?" Tanya Dani melihat Rena dan Reni


" Suka sekali pemandangan nya indah dan dekorasi nya juga bagus, kamarnya banyak lagi." Ucap Rena bahagia enggak percaya sebentar lagi punya rumah impiannya


" Setelah dari sini apa jadi belajar mobil?" Tanya Reni melihat Dani dan ikhsan

__ADS_1


" Jadi, tapi sejam saja yah, kita masih ada urusan besok kita kesini lagi." Ucap Ikhsan terpaksa, kalo bukan Ratna hamil enggak akan ke Bandung untuk melakukan pernikahan sirih


" Enggak masalah, sebentar juga sudah Alhamdulillah." Lanjut Reni tersenyum bahagia


Dani, Ikhsan, Rena dan Reni. keluar dari rumah barunya. Dani mengajarkan Rena belajar mobil sedangkan Ikhsan mengajarkan Reni belajar mobil. Ikhsan tersenyum puas karena Reni dengan cepat belajar mobilnya baru beberapa kali dikasih tahu dan langsung diperaktekan langsung bisa.


" Saya semalam baca buku bagaimana cara mengemudikan mobil, dan sekarang Alhamdulillah ingat jadi bisa cepet bisa ditambah kamu jelaskan terimakasih yah" Ucap Reni bahagia melihat Ikhsan


" Iyah sama sama, saya ikut seneng kamu langsung bisa. beberapa bulan pasti bisa ajak orang tua kamu kesini, dan bawa mobil sendiri." Ucap Ikhsan lega dan bahagia, kagum sama keinginan Reni yang ingin cepet bisa dalam segala hal


" seperti nya sih begitu, yah sudah kita kembali yah, padahal masih mau laama lama belajar mobilnya tapi kalian sibuk" Lanjut Reni malu, sebenarnya Reni ingin sekali berlama lama Bareng Ikhsan


" Saya saja" Lanjut Reni langsung melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang


Ikhsan melihat Reni yang santai bawa mobilnya langsung tersenyum bangga, enggak salah mencintai perempuan cerdas, periang, dan baik. seperti Reni.


Dilain sisi, Susi dan Ratna kesel disuruh ke Villa duluan sedangkan Dani dan Ikhsan nyusul belakangan, Ratna dan Susi bersiap siap untuk menikah dimasjid deket villa milik Dani, Susi tersenyum saat mengetahui fasilitas yang diberikan Dani untuk mereka.


" Yah bagus lah, dia enggak mau anaknya hidup kekurangan." Batin Susi lega


" Kata Tuan, selama kalian hamil enggak boleh melakukan pekerjaan berat berat selama kontrol kandungan ditemani sama dua bodyguard. jangan sembarang bicara siapa suami kalian soalnya didalam perjanjian seperti itu, kami dikasih tahu isi perjanjian antara kalian dan peraturan untuk kalian." Ucap bodyguard yang ditugaskan menemi Susi dan Ratna

__ADS_1


" Jangan minta Tuan Dani dan tuan Ikhsan untuk kesini apapun kondisi kalian, biarkan mereka sendiri yang kesini jangan maksa mereka. fasilitas satu mobil dan satu motor untuk mengantarkan kalian." Ucap bodyguard


" Astaga banyak sekali peraturan nya, baik saya mengerti" Ucap Susi kesel


" Soal akte kelahiran anak kalian, biar tuan yang urus di Jakarta, tuan Dani dan Tuan Ikhsan sesekali menjenguk anak kalian dan akan melakukan tes DNA kalo anak kandung tuan Dani ternyata dari nyonya Ratna begitu juga tuan Ikhsan. mereka enggak akan mempermasalahkan karena mereka enggak akan menikahi kalian untuk dua kalinya. jangan coba coba ganggu hubungan tuan Dani ke nona Rena dan Tuan Ikhsan ke nona Reni. intinya kalian jadi istri yang patuh jangan merajuk untuk mereka kesini." Penjelasan Bodyguard panjang kali lebar


" Resiko kebebasan sih yah, yah sudah kita pasrah menerima nya, kita sudah baca isi perjanjian yang mereka buat. yah sudah kita nunggu mereka saja." Lanjut Ratna merasa sakit hati akan peraturan yang dibuat Dani dan Ikhsan.


Dua jam berlalu, akhirnya pernikahan sirih sudah dijalankan dengan baik, Dani memberikan sumbangan untuk masjid. Dani dan Ikhsan enggak hias kamar pengantin. mereka justru menanyakan kondisi kandungan Susi dan Ratna, Ratna berusaha santai menceritakan ke Ikhsan.


" Bagus, awas kalo mereka kenapa kenapa, walaupun saya engga ingin memiliki anak dari kalian, tapi saya dan Dani akan mengakui anak kita. sesekali kita akan kesini setelah melakukan tes DNA,. perlakuan kita engga akan beda sesuai pernikahan saja. ingat jangan banyak nuntut keuangan kalian sudah kita atur kebutuhan nya, harus hemat ingat saya juga punya kebutuhan pribadi dan menyenangkan pujaan hati saya" Bentak Ikhsan melihat Ratna


" Iyah kita enggak akan lupa soal itu, kapanpun kalian kesini akan kita sambut dengan bahagia. yah sudah kalian mau tidur sama siapa?" Tanya Susi pasrah


" Saya mau sama Ratna sebelum tidur olahraga panas paginya sama Susi, Yah sudah istirahat." Ucap Dani, Dani jalan duluan ke dalam kamar


" Yah sudah yuk Susi, saya juga cape cape bahagia habis temani Reni cari rumah dan belajar mobil." Ucap Ikhsan santai


Susi yang melihat Dani dan Ikhsan jalan duluan sedikit kesel, tapi Susi enggak punya hak sama sekali marah, apa lagi kondisi sekarang membuat dua pria tega itu marah akan kehilangan segalanya.


Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya.

__ADS_1


__ADS_2