
Dani dan Ikhsan akhirnya tiba juga di terminal, Dani dan Ikhsan langsung jalan cepat ke tempat Susi, Joko,dan Burhan. disuruh nunggu kedatangan Dani. Bodyguard yang melihat kedatangan Dani langsung berdiri menyambut kedatangan bos besarnya.
Plak
Bugh
Bugh
Satu tamparan manis mendarat indah di pipinya Susi yang putih bersih dan satu tinju mendarat dengan lancar diperutnya Joko dan Burhan dari bodyguard yang menjaga mereka.
" Bawa mereka sekarang, dua laki laki itu bawa pakai mobil kalian, perempuan liar dan enggak tahu diri ini bareng kita." Perintah Dani penuh amarah
" Siap tuan" Ucap bodyguard dengan serentak
Dani langsung mencengkram tangannya Susi dengan kuat kuat, membuat Susi kesakitan karena tangannya Dani. Dani membawa Susi masuk kedalam mobil sedangkan bodyguard membawa tiga tas kedalam mobil, Joko dan Burhan cuman bisa pasrah ikut keinginan bosnya.
Selama diperjalanan Susi bener bener mendapatkan balasan dari Dani dan Ikhsan bertubi tubi, Susi cuman bisa menahan sakit dan perih di seluruh badannya, Susi nangis sejadi jadinya karena siksaan yang diberikan Dani.
" Sekarang dia kita diam kan, kita integrasi saat tiba di Villa." Ucap Ikhsan sinis menatap Susi
" Kamu benar, kita enggak akan banyak tanya didalam mobil, pakai hetset supaya suara menjijikan perempuan ini enggak kita dengar lagi." Perintah Dani, Dani sudah mengikat kedua tangan dan kaki nya Susi, sedangkan Susi cuman bisa pasrah diperlakukan seperti ini sama Dani karena dirinya memang salah.
Susi merutuki kenekatan dirinya, enggak mendengarkan ucapan Ratna yang melarang karena tahu siapa Dani dan betapa hebatnya memiliki begitu banyak anak buah dengan mudah menemukannya.
Dilain sisi, Rena perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya, dan melihat Reni dan Danu ada dikamar perawatannya.
" Reni" Ucap Rena lirih
__ADS_1
" Ka Rena" Ucap Reni kaget dan langsung menghampiri Rena ditemani sama Danu dan langsung memeriksa kondisinya Rena
" Alhamdulillah tensi darahnya normal" Ucap Danu lega
" Kaka kenapa ada disini Ren?" Tanya Rena penasaran
" Kaka pingsan ditempat proyek pembangunan panti jompo ka di supermarket nya, kebetulan dokter Danu ada di sana jadi langsung nolong ka Rena bawa kesini." Cerita Reni sedikit kesel
" Dani, Dani mana Reni, Kaka ingat penyebab Kaka kecelakaan." Lanjut Rena yang tiba tiba marah, Rena pegang kepalanya yang sedikit pusing
" Apa Dani, kenapa dengan Dani?" Tanya Reni bingung
" Minta Dani kesini sekarang" Lanjut Rena penuh amarah
Reni walaupun bingung keinginan Rena tapi ikutin keinginan kakaknya, Reni terus saja mengubungi Dani tapi enggak ada respon sama sekali. Danu memberikan obat untuk Rena supaya kondisi kepalanya mendingan.
Dilain sisi, Dani bertubi tubi memberikan tamparan ke Susi dan dengan kasar melakukan panjat pinang nya, Susi yang melihat Dani marah besar cuman bisa diam dan pasrah atas apa yang dilakukan Dani ke dirinya saat ini.
" Aaahhhh, maafkan aku sayang, aku kesepian aku membutuhkan orang lain menemani aku didalam kamar setiap malam aku selalu merasa lapar dan kesepian sentu Han, maaf kan aku maafkan aku." Ucap Susi nangis, merayapi kesalahan nya.
" Perempuan liar yah seperti ini, enggak bisa nahan nafsong sama sekali, jangan harap bercerai dari aku. ingat yang mentukan bercerai ya aku bukan kamu, kehidupan kamu masih ditanggung yah sadar diri lah. membiayai selingkuhan kamu pakai uang aku, enggak tahu diri sekali." Bentak Dani, Dani semakin keras m3r3m45 gunung kembarnya Susi
Dani menggila enggak mempedulikan teriakan dan kesakitan Susi selama melakukan panjat pinang, Dani bener bener kecewa dan marah sama apa yang dilakukan Susi selama mengandung.
Dilain sisi, Joko dan Burhan diikat kaki dan tangannya, Ikhsan memberikan obat untuk Joko dan Burhan, saat Joko dan Burhan sudah terpengaruh obat dua waria masuk kedalam gudang yang tentunya setelah pencarian dari bodyguard nya Dani.
" Mana yang harus kita servis" Ucap Waria yang sudah dikasih tahu sama bodyguard
__ADS_1
" Dua laki laki enggak tahu diri dan terimakasih itu, lakukan sesuka kalian bikin mereka jera. biar mereka kapok sama apa yang mereka lakukan." Bentak Ikhsan penuh amarah
" Awas kamu Ratna" Batin Ikhsan kesal, Ikhsan sudah tahu kelakukan Ratna dan Susi selama ini. Ikhsan menahan amarahnya sama Ratna selama ini selingkuh seenaknya selama mengandung.
" Jangan lakukan ini pak Ikhsan maafkan saya, saya cuman turutin keinginan Susi dan Ratna yang kesepian dan butuh perhatian dari Anda dan pak Dani, tapi kalian selalu mengabaikan mereka. saat Susi sudah pergi disuruh kembali dan disiksa seperti ini." Ucap Burhan, Burhan menahan gejolak panas didalam badannya.
" Halah, kalo kalian orang baik dan kuat iman enggak akan tergoda apapun alasannya. Ratna masih status istri saya dan saya enggak melakukan kebebasan panjat pinang sama perempuan lain selain takut ketahuan Reni tapi saya menghargai Ratna sebagai istri saya yang mengandung anak pertama saya. kurang ajar." Bentak Ikhsan, Ikhsan tonjok wajahnya Burhan berkali kali
" Sekarang lakukan tugas kalian, dividio dan hasilnya kasih lihat Susi dan Ratna. lakukan dua jam biar mereka jera, berani beraninya panjat pinang dengan bebas sama istri orang." Bentak Ikhsan penuh amarah, Ikhsan tonjok wajahnya Joko dan langsung pergi begitu saja.
" Duh ganteng, ekey demen lihat cowok kekar, cakep, dan bersih seperti kalian." Ucap waria, waria langsung menjalankan aksinya
" Lepaskan jangan pegang pegang, saya normal dan enggak sudi dipegang" Bentak Joko berusaha melawan, pengaruh obat yang membuat Joko enggak kuat.
" Lepaskan, sana sana pergi, mending saya perempuan lebih luar biasa." Bentak Burhan, Burhan berusaha menghindar dipegang sama waria
" Uuuu jumbo sekali, ekey suka sekali." Lanjut waria, waria langsung menjalankan aksinya mengabaikan setiap penolakan demi penolakan yang dilakukan Joko dan Burhan.
" Aaaahhhhhhhh, uuuufffff.". Desa Han panjang berkali kali diucapkan Joko dan Burhan.
" Bagus, pergi lah kalian, kalo butuh lagi kita hubungi kalian." Ucap kepala bagian bodyguard, sejujurnya jijik dan mual demi mengawasi Joko dan Burhan berusaha menjaganya selama waria menjalankan aksi.
" Itu rasanya kalian dengan sadar dan seenaknya melakukan panjat pinang sama istri orang, apapun masalah dan kondisinya kalian enggak punya hak melakukannya mengerti." Bentak kepala bagian bodyguard, langsung ambil ember untuk menyiram Burhan dan menyiram Joko bergantian.
" Biarkan mereka polos selama satu jam, baru itu biarkan mereka berpakaian dengan rapih." Perintah kepala bagian bodyguard
" Baik tuan" Ucap beberapa bodyguard yang mengawasi Joko dan Burhan
__ADS_1
Joko dan Burhan sama sama diam setelah aksi yang dilakukan sama waria tadi, Joko dan Burhan sama sama syok dengan apa yang mereka alami selama dua jam tanpa jeda. kini Joko dan Burhan menyesal dengan apa yang mereka lakukan selama ini bersama Susi dan Ratna, mereka jika tahu balasan seperti ini akan menolak segala rayuan yang dilakukan Susi dan Ratna.
Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*, novel baru * Om ceo suami ku"