Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
menunggu balas dendam dimulai


__ADS_3

Joko dan Burhan diberikan obat penenang, dan diberikan masukan demi masukan untuk menguatkan mental mereka terutama saat ketemu Dani dan Ikhsan, Danu bertekad merebut Rena dari Dani, enggak tega Rena dijadikan madu.


" Kalian kalo ketemu sama Dani dan Ikhsan jangan takut apapun yang diucapkan Dani, saya sudah cari tahu semua tentang Dani, dan kekayaan Dani enggak sebanyak yang saya miliki. jadi santai saja beraktifitas dan bekerja sama saya dan Eka. kalian jadi supir kita." Penjelasan Danu, Danu melihat ekspresi Joko dan Burhan yang mulai tenang


" Iyah pak, terimakasih sudah mau menolong kami, apapun yang kalian perintahkan akan saya jalani saya enggak akan membiarkan Dani dan Ikhsan bahagia diatas penderitaan orang lain." Tegas Joko penuh amarah


" Ikhsan harus bisa menceraikan Ratna kasihan dia dipermainkan terus menerus, tolong atur bagaimana caranya supaya Susi, Ratna, Rena,Reni, Dani, dan Ikhsan. ketemu bersamaan supaya semuanya hancur saya enggak rela mereka bahagia." Tegas Burhan penuh dendam


" Tenang saja kalo itu, saya sudah atur semuanya kok, mulai besok Burhan bekerja sama Eka dan Joko jadi supir saya, saya akan atur semuanya." Lanjut Danu optimis


" Oke deh" Lanjut Joko dan Burhan bersamaan


" Joko bawa mobil saya, kalo butuh apa apa langsung datang ke rumah yah." Perintah Eka melihat Joko


" Siap pak" Lanjut Joko semangat


Danu memberitahu proyek yang lagi dikerjakan bareng perusahaannya Dani, Danu sengaja minta Reni membuatkan desain klinik barunya.


Dilain sisi, Ratna cuman bisa melihat Ikhsan Vidio call sama Reni begitu ceria dan bahagia saat Ikhsan ngobrol sama Reni. dan pembahasan mereka murni pacaran biasa enggak ada obrolan yang liar dan seenaknya. Ratna merasa iri melihat perlakukan Ikhsan ke Reni begitu menghargai pacarnya.


" Iyah sayang, kita akan datang ke proyek pembangunan klinik dokter Danu, aku bahagia sekali pacar aku semakin banyak proyek desainnya semakin cinta aku." Puji Ikhsan bahagia, saat Vidio call sama Reni


" Aku memang ingin bisa sayang, makannya aku bikin yang bener bener bagus sayang, kamu di kamar mau tidur?" Tanya Reni diseberang telefon


" Belum sayang, aku lagi santai sambil membalas email masuk dan telefonan sama kamu sayang." Goda Ikhsan terkekeh


" Gombal, awas yah kalo punya perempuan lain seperti Dani dulu. aku akan pergi jauh dari kamu sayang." Ancam Reni, entah kenapa Reni ragu akan cintanya Ikhsan untuk dirinya.

__ADS_1


" Aku janji setia sayang, mana berani aku menduakan kamu sayang, cuman kamu yang aku cintai dengan tulus" Gombal Ikhsan, Ratna yang mendengar bualan Ikhsan cuman bisa geleng kepala, dan sejujurnya kasihan sama Reni yang selalu dibohongi


" Aku percaya sayang, yah sudah selamat tidur yah sayang, aku mau merapihkan berkas berkas dan siap siap tidur. selamat istirahat sayang." Lanjut Reni


* Selamat tidur juga sayang, i love you Reni." Lanjut Ikhsan, Ikhsan melihat Ratna yang berusaha enggak emosi


Ikhsan mematikan teleponnya dan jalan kearah Ratna, Ikhsan langsung mencium bibirnya Ratna dan tangannya masuk kedalam daster dan memainkan gunung favoritnya.


" Aku rindu sayang, kalo bunda sendirian disini ayah juga kesepian enggak ada yang kasih jatah, tapi kalo ikut pulang takut ketahuan sama Reni nantinya." Ucap Ikhsan bingung


" Aaahhh, Konsekuensi ayah, ayah harus bisa menjalankannya kalo mau bertahan seperti ini sayang. aku enggak akan ganggu kebahagian ayah bareng Reni, tapi kalo ketauan sama Reni enggak sengaja harus Nerima resiko Reni marah dan meninggalkan ayah. karena dasarnya enggak ada perempuan yang mau di madu apapun alasannya, ayah harus siap itu." Desa Han dan tegas Ratna, Ratna sama sekali enggak peduli kalo suatu saat diceraikan sama Ikhsan.


" Aarreggghhh" Teriak Ikhsan frustasi, Ikhsan semakin keras m3r3m45 gunung kembarnya Ratna, membuat Ratna menahan sakit.


Ratna berusaha enggak melawan apapun yang dilakukan sama Ikhsan, Ratna tahu Ikhsan lagi bingung sama nasip percintaannya sama Reni dan nasip pernikahannya sama Ratna. Ikhsan enggak ingin kehilangan keduanya apa lagi dalam waktu yang bersamaan.


Pagi yang begitu indah, Rena semangat menjalankan aktifitasnya kembali, Rena senyuman bahagia saat melihat mobil Dani datang ke rumahnya bareng Ikhsan turun dari mobil dan jalan ke teras rumah


" Selamat pagi sayang" Ucap Dani senyum ramah


" Pagi sayang, terimakasih yah sudah mau jemput aku dan Reni" Ucap Rena bahagia


" Sama sama sayang" Lanjut Dani, Dani merasa kembali seperti remaja yang pertama kalinya jatuh cinta sangat bahagia


" Reni mana ka?" Goda Ikhsan, Ikhsan sekali kali ingin memanggil Rena dengan sebutan Kaka.


" Didalam kamar, sepertinya baru selesai mandi dan siap siap." Lanjut Rena, Rena duduk di kursi depan rumah diikuti sama Dani dan Ikhsan

__ADS_1


" Nani siang kita akan mengunjungi proyek pembangunan klinik dokter Danu, siapa yang mau kesana?" Tanya Rena


" berempat saja yuk, sekalian makan siang bareng kita, setelah makan baru kesana bareng. itu kan proyek kalian berdua otomatis harus kalian yang kesana." Ucap Dani, entah kenapa Dani merasa was-was sama Danu.


" Ide yang bagus, sekalian kita makan bareng sama dia juga, karena dua kali merawat ka Rena belum ada tanda terimakasih buat dokter Danu." Ucapan Reni tiba tiba keluar dari dalam rumah


" Boleh sayang, sudah siap berangkat kerja?" Tanya Ikhsan melihat Reni sudah rapih sama baju kerjanya.


Rena, Reni, Dani, dan Ikhsan. jalan ke mobilnya Dani. mobil perlahan meninggalkan rumahnya Rena.


Dilain sisi, Danu dan Joko siap siap untuk berangkat ke rumah sakit, Danu memberitahu Joko kalo hari ini akan ketemu Dani dan Ikhsan melihat pembangunan klinik milik Danu.


" Mereka ngajak makan siang bareng, disitu saya dan Eka akan ngajak kamu dan Burhan makan siang bareng, kita akan melihat ekspresi mereka." Ucap Danu enggak sabar


" Wah ide yang bagus tuan, biar mereka keringat dingin melihat kita tuan. biar semakin keringat dingin dan hidup semakin waspada tuan." Ucap Joko bahagia dan setuju sama idenya Danu


" Semakin cepat semakin baik ketahuan, biar mereka kena karmanya." Lanjut Danu.


" Hayo ke rumah sakit." Sambung Danu, Danu siap siap berangkat ke rumah sakit diikuti sama Joko disampingnya.


Dilain sisi, Eka senyum bahagia sama idenya Danu, Eka bener bener salut sama rencana nya Danu, membuat Dani dan Ikhsan keringat dingin.


" Pakai baju bagus Burhan, karena balas dendam kalian akan dimulai nanti siang. nanti siang Danu ngajak kamu dan Joko makan siang bareng Rena,Reni,Dani,dan Ikhsan. sekalian bahas proyek pembangunan klinik baru." Ucap Eka, Eka mengecek barang bawaannya lagi


" Bener tuan? terimakasih sudah ajak kita tuan, biar tahu rasa Dani dan Ikhsan, kekuasan enggak selamanya selalu bisa nindas orang." Ucapan Burhan


" Bener itu, yah sudah hayo ke rumah sakit." Ajak Eka

__ADS_1


Eka dan Burhan jalan ke depan rumah, Burhan enggak sabar menunggu balas dendam dimulai


__ADS_2