
Reni menatap Dani dengan tatapan yang enggak biasa, entah kenapa hatinya ragu untuk ajak Dani ke rumah sakit untuk jenguk Rena dan menemani Rena.
" Hayolah Reni, saya mohon ijinkan saya ketemu sama Rena" Bujuk Dani memelas
" Kamu kenapa sayang, kenapa melarang Dani menjenguk Rena?" Tanya Ikhsan penasaran
" Entahlah sayang, entahlah Dani. saya enggak tahu kenapa enggak mau Dani ke rumah sakit." Ucap Reni jujur
" Sayang, jangan berfikir negatif terus sama Dani, enggak baik sayang. mau bagaimana pun Dani atasan kita dan dia punya hak menjenguk karyawannya. maaf kalo bawa bawa pekerjaan." Lanjut Ikhsan menatap Reni penuh harap
" Huff, baiklah Dani, hayo kita kesana bareng." Lanjut Reni pasrah
" Terimakasih Reni" Lanjut Dani bahagaia akhirnya diijinkan
Ikhsan gandeng tangannya Reni untuk keluar dari ruangannya Dani, Ikhsan membawa mobilnya Dani sedangkan Reni sibuk main handphone enggak ingin mengganggu konsentrasi Ikhsan.
Dilain sisi, Burhan peluk Ratna dari belakang, Ratna yang lagi nyapu langsung melihat kebelakang melihat Burhan.
" Apa sayang" Ucap Ratna ramah
" Sayang, aku lagi pengen ke kamar yuk. aku lemes sayang" Goda Burhan, Burhan sengaja menempelkan kepalanya di bahunya Ratna
__ADS_1
" Jangan lama ya sayang, aku takut Ikhsan pulang sayang." Lanjut Ratna, Ratna membalikan badannya menatap Burhan
" Siap sayang" Lanjut Burhan bahagia
Burhan mematikan kompor, dan gandeng tangannya Ratna ke kamarnya Burhan, Ratna enggak ingin kamar bareng suaminya dipakai sama orang lain.
Dilain sisi, Joko memijit kakinya Susi yang terasa pegal sekali, Joko menatap wajahnya Susi yang menikmati pijitannya, Joko mencium bibirnya Susi membuat Susi membalasnya.
" Terimakasih yah sayang, kaki aku sudah enakan." Ucap Susi manja
" Sama sama sayang, aku cemburu tahu setiap kamu bermesraan sama Dani dan Ikhsan apa enggak sebaiknya kita di villa saja bisa bebas bermesraan dan panjat pinang?" Rayu Joko memelas
" Apa, jangan bercanda Susi, jangan mempermainkan aku seperti ini. kamu yang minta aku untuk ada didekat kamu dan minta temani setiap malam, dan sekarang seperti membuang aku begitu saja." Bentak Joko kesel, Joko langsung berdiri penuh amarah
" Loh kok jadi baper? memang aku yang minta dan aku bilang kapan pun kita akhiri hubungan ini dan kamu setuju, tapi kenapa sekarang marah? maaf saya enggak mau mengambil resiko sama apa yang kita lakukan dan masa depan anak ini lebih terjamin didekat ayah kandungnya.maafkan aku Joko" Lanjut Susi merasa bersalah
" Memang aku orang susah, dan enggak sekaya pak Dani ataupun pak Iksan, tapi aku masih mampu membiayai hidup kita kok dan aku mau membesarkan anak itu sayang yang penting kita selalu bersama." Lanjut Joko berharap Susi mau bersamanya
" Lagian pak Dani mencintai perempuan lain,kamu cuman jadi pelengkap hidupnya yang enggak sepenuhnya dipedulikan sama pak Dani apa lagi kalo punya pacar baru. kamu akan kembali diasingkan dan enggak akan tinggal disini lagi. memangnya mau diasingkan terus menerus sama suami sendiri?" Ancam Joko, Joko sengaja menakuti Susi dan berharap Susi sadar diri
" Mungkin, tapi urusan nanti biar lah nanti dijalankan untuk saat ini, aku ingin menjadi istri yang baik dan bikin Dani betah disamping aku, sekali lagi maaf aku akan mengakhiri hubungan percintaan kita, dan selanjutnya hubungan kita sebatas atasan dan bawahan saja. maaf" Lanjut Susi menyesal
__ADS_1
" Enak saja, aku akan merebut kamu, dan kamu ditinggalkan sama pak Dani, aku terlanjur mencintai kamu. kamu yang menanamkan rasa cinta dan nyaman ini, jangan egois untuk melepaskan seenaknya." Tegas dan ancam Joko serius
" Jangan gila kamu Joko, aku enggak ingin kehilangan kemewahan dan ayah biologis anak ini baik Dani maupun Ikhsan, anak ini butuh biaya hidup yang mencukupi aku enggak ingin anak ini hidup susah. aku mohon jangan seperti ini, aku enggak ingin kehilangan kemewahan dan ayah kandung anak ini." Lanjut Susi mulai nangis
" Aarrgggghgh dasar perempuan sialan, ada enaknya rayu aku dengan manisnya, seenaknya manja manja dan minta panjat pinang, dan sekarang Dani sudah menerima kembali eh aku yang dibuang begitu saja." Teriak Joko kesel sama apa yang disampaikan Susi
Joko menampar Susi setelah puas Joko mengusir Susi dari kamarnya, Susi keluar dari kamarnya Joko dengan tangisan kebimbangan. Susi nyaman didekat Joko tapi enggak ingin kehilangan orang yang dicintai, kemewahan dan ayah kandung anaknya.
Dilain sisi, Burhan menatap Ratna yang nangis menyesal sudah mempermainkan perasaan Burhan, walaupun sadar komitmen awal tapi keseringan bersama membuat Burhan perlahan semakin mencintai Ratna akan sulit untuk melepaskan kebersamaan yang ada.
" Aku sadar, aku pasti akan diungsikan lagi seperti dulu. tapi aku enggak ingin kehilangan Ikhsan orang yang lebih aku cintai dan ayah dari anak ku. maafkan aku sayang maaf." Ucap Ratna menyesal mempermainkan perasaan Burhan
" Huff, aku selama ini memang sadar akan posisi aku untuk kamu, aku sadar aku cuman pelampiasan kesepian kamu saja. aku akan tetep disini kapan pun butuh aku siap sayang untuk menemani kamu saat kesepian, apa lagi Ikhsan akan mudah mengasingkan kamu lagi di villa, aku akan siap menemani kamu, walaupun terlihat bodoh aku akan menunggu setia dengan keadaan yang ada, aku enggak ingin kehilangan kamu dan enggak ingin melihat kamu sedih karena kesepian. aku akan setia disamping kamu dan enggak akan ganggu kebahagian kamu saat bersama Ikhsan, tapi ijinkan aku ada saat kamu sendirian seperti ini. aku enggak ingin kehilangan kamu sayang" Bujuk Burhan panjang kali lebar.
" Terimakasih sayang, atas kesetiaan dan keinginan kamu, Iyah sayang boleh sayang kita seperti ini, asal tepati janji untuk menjaga rahasia kita dan membiarkan aku bahagia saat bersama Ikhsan dan aku akan bermesraan sama kamu saat Ikhsan bersama Reni dan saat bekerja. terimakasih sayang kamu lelaki baik yang rela berkorban." Lanjut Ratna terharu, enggak menyangka Burhan cowok yang bijaksana dan berusaha untuk setia.
" Iyah sayang aku janji, aku ingin melihat kamu bahagia saat bersama Ikhsan dan bahagia saat bersama aku sayang, aku enggak ingin kamu sedih dan stres sayang kasihan anak itu kalo kamu sampai sakit banyak fikiran. i love you Ratna sayang" Lanjut Burhan tulus
Burhan langsung meluk Ratna penuh dengan cinta, Burhan enggak siap kehilangan Ratna selama ini. Burhan rela berkorban asal masih bersama Ratna walaupun enggak bebas memberikan perhatian dan kasih sayangnya apa lagi saat ada Ikhsan.
Sambil nunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya yang lain,dan jangan lupa like, hadiah,dan votenya.
__ADS_1