
Dani dan Ikhsan bener bener dibikin emosi sama tingkahnya Burhan dan Joko, mereka terang terangan minta jatah dan diijinkan setiap hari ketemu Ratna dan Susi
" Saya mau hancurkan Danu, berani beraninya dia menjadi pengganggu kebahagian dan ketentraman kita." Ucap Dani kesel
" Tapi mana bisa menghancurkan Danu, dia walaupun seorang dokter, tapi dia ada perusahaan juga Dani. dan perusahaan nya sama sama berkembang seperti kamu, dia kalo pagi biasanya di kantornya dan sorenya baru jadi dokter spesialis amnesia. dan itu juga cuman dua jam dan kalo pun ada operasi selalu dilakukan di siang hari kalo dia enggak sibuk di kantornya." Penjelasan Lucky panjang kali lebar, Lucky sudah mencari tahu tentang Danu.
" Sial, sial musuh kita kali ini bukan orang biasa arrrrgggjhhh." Teriak Dani frustasi
" Iyah bener, keluarga besarnya profesinya banyak dimana dimana, salah satunya bisa menggulingkan kamu balik kalo berani ganggu Danu." Lanjut Lucky cemas
" Itu artinya, kita akan kehilangan pacar dan istri liar kita." Lanjut Dani pasrah
" Iyah, saya enggak tahu kalo Danu suka sama Rena, membuat dia ikut campur sejauh ini. kalo kamu putus otamatis saya juga, mungkin Ratna terpaksa saya perjuangan karena ada anak kita. mungkin mulai besok saya akan memberikan perhatian lebih ke Ratna. sudah enggak kegoda sama bujuk rayunya Burhan.". Lanjut Ikhsan pasrah dan mau bagaimana lagi, resiko kehilangan Reni lebih besar enggak ingin kehilangan istri dan anaknya.
" Enaknya kamu Ikhsan, punya istri yang enggak ceroboh dan bisa mempertahankan anak kalian." Lanjut Dani kesel dan sedih kehilangan anak pertamanya.
" Namanya juga musibah Dani, yah sudah sekarang bagaimana kamu saja mau kehilangan kedua nya atau mempertahankan istri. sejujurnya saya ingin mempertahankan Reni karena saya bener bener mencintai Reni, tapi musuh yang kita hadapi berbahaya." Lanjut Ikhsan frustasi
" Entahlah Ikhsan saya bener bener pusing." Lanjut Dani lemes dan sedih kisah cinta nya semakin rumit
Dilain sisi, Ratna merasa bimbang saat Burhan beneran ngajak Panjat pinang, Ratna memang kangen melakukannya sama Burhan dan perhatian perhatiannya di masa lalu, tapi Ratna sadar dirinya seorang istri dan sedang mengandung anaknya Ikhsan.
" Sayang, kenapa diem saja, apa kamu enggak kangen sama aku? aku kangen sekali sama kamu dan sama yang didalam perut ini." Ucap Burhan, Burhan ngelus lembut perutnya Ratna
" Aku kangen sama kamu sayang, kangen perhatian kamu dan kangen panjat pinang juga. tapi aku merasa ini salah sayang, Ikhsan belum talak aku, dan aku enggak mau melakukan kesalahan yang sama dua kali sayang. maaf" Ucap Ratna lirih dan sambil nunduk nahan air mata.
__ADS_1
" Kenapa bicara seperti itu sayang, kita perjuangkan kebahagian kita sayang, Danu akan berjuang merebut Rena dari Dani otomatis Reni juga akan tinggalin Ikhsan, dan aku akan merebut kamu sayang, karena aku tahu kamu enggak bahagia selama pernikahan kalian sampai detik ini, bahkan kamu mau dipindahkan demi enggak ketahuan lagi, aku dan Joko yang minta sama Danu untuk tetep disini supaya menggalakan rencana nya Dani dan Ikhsan." penjelasan Burhan terus teras
" Aku memang enggak bahagia bersama Ikhsan, tapi anak ini jauh lebih membutuhkan bapak biologisnya mau bagaimana pun kondisinya sayang. maafkan aku sayang, aku enggak bisa melanjutkan hubungan kita dan maafkan aku sayang, aku berterimakasih kamu mau berjuang demi mau ketemu sama aku membuat aku tersanjung sayang. untuk bersatu aku minta maaf enggak bisa." Lanjut Ratna lirih, Ratna mencintai Burhan tapi enggak ingin anaknya kehilangan ayah kandungnya.
" Kamu mau di madu? Ikhsan jauh lebih mementingkan Reni dari pada kamu, Ikhsan akan mengutamakan istri ke 2 nya dari pada kamu, kamu cuman mendapatkan pengakuan agama dan negara saja. dokumen anak kebutuhan anak soal perhatian dijamin semakin sulit kamu dapatkan sayang, apa kamu siap menderita seumur hidup berdua sama anak kamu, tanpa mendapatkan perhatian dari suami kamu yah. fikirkan ke bahagian kamu sayang bukan sekedar ayah biologis saja." Tegas Burhan enggak tega membayangkan penderitaan yang akan dihadapi sama Ratna dikemudian hari
" Kamu sampai memikirkan sejauh itu?" Tanya Ratna enggak percaya, Burhan begitu pengertian dan perhatian ke dirinya, membuat Ratna terharu
" Karena aku bener bener mencintai kamu sayang, aku ingin membahagiakan kamu dan anak itu, aku ingin kehidupan anak kamu layak dan bahagia sayang, enggak ada emosi dan air mata, enggak ada pembullyan ke anak kamu saat tahu ayah nya menikah lagi dan enggak peduli sama anak kamu dan kamu. fikirkan semuanya sayang, jangan berfikir ayah kandung saja." Tegas Burhan, Burhan meluk Ratna, Burhan enggak ingin Ratna semakin menderita.
" Kasih aku waktu sayang, memikirkan semuanya yah,aku bingung sayang." Lanjut Ratna nangis dalam pelukan Burhan
" Baiklah dua hari lagi, aku akan kesini dan minta jawaban kamu sayang" Lanjut Burhan, Burhan mencium wajahnya Ratna
" Kamu diem diem saja sayang, jangan cerita apapun sama mereka, kasih alasan untuk tetap disini yah" Lanjut Burhan, Burhan optimis niat baiknya akan terleasisasikan
Dilain sisi, Rena menemani Reni membeli makanan dipinggir jalan malam malam, Rena tanpa sengaja ketemu sama Danu dan Eka yang lagi menikmati kuliner malam bersamaan
" Hayo makan bersama kami?" Tanya Danu ramah
" Kalian doyan juga makan di pinggir jalan?" Tanya Rena, Rena duduk disampingnya Danu
" Doyan dong, selama halal kenapa enggak.kalian mau makan apa?" Tanya Danu melihat Rena dan Reni
" Kalian cuman berdua saja?" Tanya Eka sengaja
__ADS_1
" Iyah nih, Dani dan Ikhsan ada acara katanya." Ucap Reni, Reni bulak balik buku menu
" Kalian lebih sering jarang bareng pacar kalian, pacaran yang enggak seru tahu." pancing Danu sengaja.
" Setiap orang kan ada kesibukan, saling percaya saja sih kuncinya." Lanjut Rena, Rena merasa was-was entah kenapa dengan ucapan Danu barusan
" Yah bisa jadi, Saya enggak sabar mau melihat hasil klinik yang desain bangunan nya kamu yang buat" Puji Danu melihat Rena, Danu diam diam mengirimkan foto bersama diri ke Burhan
" Sama ih, itu kan setelah saya amnesia yah, wah pasti mewah sekali, klinik dokter Danu nantinya." Lanjut Rena
" Kalian sibuk sama istri kalian, kita sibuk deektin pacar kalian" Batin Eka, Eka mengirimkan foto dirinya bersama Reni ke Ikhsan
Dilain sisi, Dani dan Ikhsan secara bersamaan melemparkan handphone nya sembarangan Tempat, Dani menatap sinis ke arah Joko dan Burhan dengan tatapan penuh amarah
" Lebih baik Joko dan Burhan, pergi sekarang dari hadapan saya. sial karena kalian ngajak ke sini memberi kan peluang buat Danu dan Eka.lebih sering ketemuan sama Rena dan Reni." Bentak Dani kesel
" Hahahaha, kanan kiri sekarang ditikung hahahaha, memangnya enak jadi buaya, tinggal tunggu waktunya si manis tahu borok kamu Dani dan Ikhsan. siap siap kehilangan istri dan pacar kalian hahahaha." Ucap Joko dengan ketawa puas dengan kemenangan mereka
" Hayo kita pulang sekarang, bos kita hoki ketemuan tanpa sengaja sama pacar mereka, siap siap dianggap kesepian hahahaha." Ledek Burhan ketawa puas, Burhan ikutan pergi dari rumah Dani.
" Sial ini semua karena kalian berdua" Lanjut Dani penuh amarah melihat Susi dan Ratna
" Maafkan kami" Lanjut Ratna menyesal
Susi dan Ratna enggak berani banyak komentar, karena salah berucap membuat Dani dan Ikhsan semakin marah
__ADS_1