
Ikhsan yang sudah selesai panjat pinang sama istri yang enggak dianggap, langsung siap siap kerumahnya Reni karena membuatkan sarapan bareng. Ratna ikutan mandi dan berusaha engga emosi melihat wajahnya ikhsan yang bahagia karena enggak sabar ketemuan sama Reni, Ratna menyiapkan baju kerjanya Ikhsan.
" Jaga anak kita, jangan sampai kenapa kenapa yah. saya enggak ingin kehilangan anak pertama. sampai teledor saya akan membuat hidup kamu lebih sengsara." Ancam Ikhsan dengan tegas
" Iyah sayang, aku juga akan hati hati menjaga anak kita. yah sudah sampai ketemu nanti malam yah sayang, terimakasih untuk kesempatannya." Ucap Ratna bahagia, Ratna mencium wajah Ikhsan
" Iyah sayang, sama sama, akhirnya malam aku enggak kesepian lagi. yah sudah sana kembali ke Villa dan kesini jam delapan malam yah, soalnya aku setelah makan malam bareng Reni jam tujuh malam mengantarnya pulang. maklum perempuan baik baik enggak bagus pulang terlalu malam." Puji Ikhsan ke Reni
" Siap sayang, yah sudah sampai nanti malam." Lanjut Ratna, Ratna mengambil tasnya.
Ratna yang kesel pasrah pulang, Ratna merasa sedih dijadikan pelengkap kebutuhan malam saja setelah pagi seakan dibuang begitu saja. Ratna enggak berani lagi protes apapun keinginan Ikhsan. Burhan yang melihat Ratna langsung ngajak ke mobil. Burhan meluk Ratna penuh dengan cinta.
" Sudah jangan sedih sayang, kita jalan jalan yah, sebelum ke villa." Ucap Burhan melihat Ratna nangis.
" Iyah sayang, terserah mau kemana pun aku ikut saja. Ikhsan bener bener tega." Ucap Ratna sakit hati.
Burhan mengelap wajahnya Ratna yang basah karena air mata, mobilnya Burhan perlahan meninggalkan rumahnya Ikhsan. Ratna sudah mulai tenang berkat bujukan Burhan
__ADS_1
Dilain sisi, Reni membuat kan sarapan pepes ikan untuk Ikhsan, Reni menyiapkan sayur SOP daging, dan sambal untuk Ikhsan. Reni senyum bahagia melihat Ikhsan masuk kedalam dapurnya.
" Pagi ayang beb, aku saking enggak sabar mau sarapan sama ayang beb, rela bangun pagi untuk sampai sini." Ucap Ikhsan bahagia, Ikhsan pegang tangannya Reni
" Aku masak pepes dan sayur SOP sayang, hayo makan setelah itu kita kekantor bareng." Ucap Reni bahagia, sarapan di temani orang yang di cintai.
Reni mengambilkan nasi dan lauknya untuk Ikhsan, Ikhsan mencoba masakan Reni langsung senyum bahagia melihat reni.
" Sayang masakannya enak loh, aku doyan bumbunya pas. besok buatkan lagi yah." Puji Ikhsan melihat Reni
" Alhamdulillah kalo doyan, Iyah sayang dengan senang hati aku buatkan lagi. kalo mau dibuatkan apapun tinggal bilang saja pasti aku buatkan." Ucap Reni bahagia, karena Ikhsan selalu doyan apapun yang dibuatnya.
" Gombal, Iyah Iyah sayang ku, dengan senang hati." Lanjut Reni tersipu malu
Ikhsan suapin Reni begitu juga dengan Reni suapin Ikhsan, Ikhsan merasa nyaman pacaran santai seperti ini. enggak ada kontak fisik sama sekali.
Dilain sisi, Dani melihat Rena dari ujung kepala sampai ujung kaki, rasanya tergoda melihat Rena yang cantik, tinggi, langsing, dan putih. Dani bener bener enggak kuat berteman biasa seperti ini. tapi Dani ingin mendapatkan pacar dan istri dengan cara baik baik walaupun nafsongnya selalu bergejolak melihat Rena didepannya.
__ADS_1
" Dani kenapa?" Tanya Rena penasaran saat melihat Dani melamun
" Enggak kenapa kenapa, hayo lihat beberapa proyek disini." Ucap Dani gugup
Rena yang melihat tingkahnya Dani berusaha cuek, Dani duduk disampingnya Rena didalam mobil. Rena membahas desain yang sudah dibuatnya, lagi lagi Dani enggak fokus dan fikirannya lagi lagi karena nafsong.
" Kamu kenapa melamun lagi? Ada masalah apa?" Tanya Rena yang penasaran
" I love you Rena, aku memikirkan perasaan aku yang enggak pernah jauh jauh memikirkan kamu. mau yah berikan aku kesempatan membahagiakan kamu dan jadi orang terpenting untuk hidup kamu" Ucap Dani, Dani memiringkan posisi duduknya supaya lebih jelas melihat Rena
" Apa saatnya menerima cintanya Dani, kesempatan jangan ditolak." Batin Rena merasa yakin
" Iyah Dani, saya mau memberikan kamu kesempatan untuk membahagiakan saya dan berarti dalam hidup saya." Ucap Rena, Rena merasa enggak yakin sama keputusannya, tapi Rena enggak ingin mengecewakan orang yang sudah banyak membantu kehidupannya selama di Jakarta.
" Terimakasih sayang, terimakasih akhirnya kita jadian juga." Lanjut Dani bahagia mendengar jawabannya Rena.
Dani mencium tangannya Rena penuh cinta, Rena berusaha bahagia dengan status barunya yaitu pacarnya Dani walaupun hatinya ragu sama keputusan tadi.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan votenya.