
Ratna yang sudah mandi melihat Ikhsan memainkan handphone nya, langsung duduk disebelahnya Ikhsan Ratna sengaja memakai penutup gunung kembarnya saja sambil duduk manja di pangkuannya Ikhsan.
" Belum tidur" Ucap Ratna melihat Ikhsan yang fokus memainkan handphone nya
" Belum ngantuk, saya kangen sama seseorang, padahal baru kenal tiga hari membuat saya nyaman didekat saya." Ucap Ikhsan, tangannya Ikhsan m3r3m45 gunung kembarnya Ratna.
" Aaahh, kangen siapa memangnya, masa baru kenal sudah rindu sayang. aaahh" Desa han Ratna, Ratna merasa cemburu Ikhsan memikirkan perempuan lain
" Perempuan nya cantik, periang,dan apa adanya. saya betah lama lama didekat nya walaupun cuman ngobrol enggak melakukan seperti ini." Lanjut Ikhsan melihat gunung kembarnya Ratna yang lagi di r3m45nya
" Cinta pandangan pertama, aaahh sayang" Desa han Ratna semakin menikmati setiap sentu han yang diberikan Ikhsan
" Entah lah, saya engga tahu namanya, yang jelas saya rindu perempuan ini besok mau ketemu lagi. jangan macem-macem ganggu dan dia perempuan baik baik enggak seperti kamu perempuan j*l*ng" Ledek Ikhsan melihat Ratna
" Iyah sayang, aku enggak akan bikin kamu marah sayang." Lanjut Ratna pasrah, tangannya Ratna memainkan l3h3rnya ikhsan
" Main terakhir yuk sebelum tidur." Ajak Ikhsan, Ratna mengangguk walaupun masih sakit dan lelah. Ratna enggak pernah menolak keinginan Iksan
Dilain sisi, Reni mencoba belajar membuat taman bermain, Reni melihat gambar mainan anak anak. dan menggambarkan sesuai keinginannya, Reni menulis biaya yang dibutuhkan untuk membangun permainan anak-anak. Reni menggambar disampingnya Rena yang masih tidur.
" Ka, gambar Reni bagus loh, setiap hari asisten pemilik perusahaan interior minta Reni gambar ka, gambar yang diminta sudah Reni kasih tadi lewat email ka, dan sekarang Reni lagi belajar bikin pusat permainan anak anak ka. doain yah supaya Desian ini diterima juga." Ucap Reni menunjukkan gambarannya didepan wajahnya Rena yang penuh dengan alat alat rumah sakit
Reni merapihkan barang barangnya dan siap siap untuk tidur di kasur khusus pengunjung.
Dilain sisi, Dani sudah merasa lelah sudah melakukan olahraga panasnya selama tiga kali berturut-turut, walaupun lelah tapi Dani merasa puas karena Susi enggak menolak sama sekali keinginannya.
" Sayang, tidurnya pakai itu saja, biar kalo tengah malam aku ingin lagi enggak ribet." Ucap Dani melihat Susi memakai pengaman gunung kembarnya
" Iyah sayang, aku pakai ini, yah sudah yuk sayang kita tidur." Ucap Susi pelan, Susi merasa bersyukur karena ketemu Dani setengah sadar kini hubungannya baik baik saja bahkan enggak ada pembahasan diusir lagi.
Dani langsung rebahan dan disusul sama Susi yang setengah polos, Dani memeluk susi dengan erat. Dani mencium wajahnya Susi baru memejamkan mata
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*
matahari menyinari kamar rawatnya Rena, membuat Reni membuka matanya. Reni mencari makanan didalam kulkas dan langsung sarapan buah dan roti, Reni mengambil minuman segar didalam kulkas. Reni sarapan didekat Rena.
" Selamat pagi ka, saya baru banget bangun tidur langsung makan ka, belum sikat gigi belum kumur kumur ka. oh yah hari ini dokter memeriksa kondisi kaka yah, nanti siang Reni pergi sebentar yah ka buat bikin ATM maaf yah Reni banyak pergi ka buat ngurusin pekerjaan Reni. kalo selesai Reni bakal lebih lama disini temani kaka sambil gambar ka." Ucap Reni sambil makan roti dan buah apel
Dilain sisi, Ikhsan langsung melakukan olahraga paginya, Ikhsan perlahan memaju mundurkan pinggangnya, Ratna yang lagi tidur akhirnya bangun karena pergerakan yang dilakukan Ikhsan. Ratna langsung mende sah sambil meluk Ikhsan yang polos
" Aaahh, selamat pagi sayang, pagi pagi sudah panjat pinang." Desa han Ratna, berusaha langsung menikmati yang dilakukan Ikhsan
" Yah dong sayang, habisnya enak belum mandi sudah panjat pinang, lagian kamu bangun nya enggak Lebih pagi dari aku." Protes Ikhsan sambil tangannya menari dengan indah di badan nya Ratna
" Maaf sayang, besok aku usahakan bangun pagi yah. aaahh" Desa han Ratna semakin cetar membahana
Ikhsan melanjutkan aksi panasnya, setelah selesai langsung mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.
Dilain sisi, Dani melihat Susi masak langsung tersenyum bahagia, Dani yang melihat nya cuman senyum senyum saja. walaupun Dani selalu liar tapi masih mengharapkan istri yang baik baik, istri yang enggak pernah dipakai sama siapapun.
" Masih betah olahraga kali sayang, sana panggil mereka untuk cepet sarapan." Perintah Dani, Dani menikmati makanan buatan Susi
" Iyah sayang" Lanjut Susi
baru mau berdiri Ikhsan dan Ratna sudah masuk dapur, Dani yang melihat cuma geleng-geleng kepala saja tanpa komentar apapun.
" Email desainnya sudah dikirim ke email, nanti kita akan rapat jam sepuluh nanti. setelah rapat saya ijin temani karyawan baru buka rekening yah." Ucap Ikhsan sambil makan
" Boleh, foto WhatsApp karyawan baru cantik juga, pantas kamu betah ngurus dia." Ledek Dani, Dani enggak peduli ada Susi dan Ratna enggak peduli sama perasaan mereka
" Yah dong, lihat dia tuh menggoda banget Dani, tapi dia perempuan baik baik enggak tega merusak dia." Lanjut Ikhsan frustasi
" Jangan macem-macem, kalo mau rusak perempuan perempuan seperti mereka saja. kita bayar mahal buat dirusak. hahaha" Ledek Dani ketawa puas melihat Susi dan Ratna
__ADS_1
Ikhsan ikutan ketawa seolah enggak peduli sama perasaan Susi dan Ratna, Susi dan Ratna menahan kesel tapi mereka enggak berani marah marah takut dibuang.
Ikhsan dan Dani siap siap untuk berangkat kerja, Ikhsan dan Dani bermesraan sebentar setelah itu masuk mobil, dan mobil perlahan meninggalkan rumahnya Dani.
" Kalo enggak takut dibuang, enggak akan membiarkan perempuan lain merebut perhatian nya Ikhsan." Ucao Ratna kesal
" Bener mereka membahas perempuan lain muji muji didepan kita seenaknya, enggak memikirkan perasaan kesel kita sama sekali." Ucap Susi kesel
" Yah memang mereka menyebalkan sekali, yah sudah yuk istirahat didalam." Lanjut Ratna kesel, Ratna langsung masuk kedalam rumah diikuti sama Susi
Dilain sisi, Reni nungguin Ikhsan datang, bodyguard sudah mengantarkan Reni ke cafe sesuai keinginannya Ikhsan, enggak lama Ikhsan datang menghampiri Rena sekaligus membawakan makanan buat Reni.
" Makan sudah siap, maaf terlambat soalnya ada rapat, client menerima desain yang kamu buat. Dani berterimakasih sama kamu, sehari bikin dua desain yah, setiap hari kirim ke email saya. oh yah kamu nanti ikut saya melihat proses pembangunan kos kosan yang kamu buat." Ucap Ikhsan santai sambil menikmati makanan
" Berapa lama, apa enggak nanti saja maaf saya engga tega meninggalkan kaka saya sendiri." Ucap Reni sedih dan bingung
" Ya sudah, kita akan melakukan Vidio call saja yah, kamu standbay yah kalo saya telepon. yah sudah yuk jalan ke bank buka buku rekening" Lanjut Ikhsan pasrah, Ikhsan enggak bisa memaksakan Reni, karena Reni ada di rumah sakit karena keteledoran nya, beruntung nya orang tuanya engga tahu kondisi anaknya.
" Yah sudah yuk" Lanjut Reni
Reni dan Ikhsan melanjutkan perjalanan nya ke bank untuk membuka rekening dan membantu Reni memakai ATM dan mendaftar kan m- banking. Reni yang baru pertama kali merasa bahagia sekali, akhirnya memiliki ATM sendiri.
" Uang yang didalam rekening itu, untuk kamu saja oh yah setiap bulan akan bertambah setiap kali kamu gajian dan mendapatkan bonus" Penjelasan Ikhsan Melihat Reni
" Alhamdulillah, terimakasih yah atas semua kebaikan yang kamu berikan ke saya, merasa beruntung ketemu orang sebaik kamu, terimakasih banyak." Puji Reni melihat Ikhsan
" Sama sama Reni, kamu selalu mengucap kan terimakasih engga bosan apa." Ledek Ikhsan
" Tanda menghargai kebaikan kamu tahu." Protes Reni kesel
" Cie cemberut, sudah marahnya, saya antar ke rumah sakit, terus saya lanjut kerja nanti sore ketemu lagi." Ledek Ikhsan gemes melihat Reni cemberut
__ADS_1
Reni yang diledek seperti itu cuman bisa tersipu malu, Reni langsung jalan kearah mobil. Ikhsan yang melihat Reni salah tingkah cuman bisa terkekeh.