
Ratna dan Susi merencanakan meninggalkan suami suaminya yang selama ini cuek pada mereka, Sudah sebulan Ikhsan dan Dani enggak datang ke Villa membuat Susi semakin sedih dan yakin meninggalkan villa dan begitu juga dengan Ratna yang sudah cape memiliki suami yang sama sekali enggak peduli padanya.
" Kita harus mantap menceraikan mereka, tapi uang pemberian mereka kita aman kan dulu. jadi saat bercerai kita enggak terlalu hidup susah." Ucap Susi semakin yakin dan semakin muak sama pernikahan seperti ini.
" Aku selalu setuju apapun yang kamu ingin kan sayang, aku juga masih ada uang pemberian kamu selama tinggal disini dan gaji aku juga masih utuh beberapa bulan ini enggak aku pakai sayang. kita akan buka usaha apapun yang kamu ingin kan." Ucap Joko, Joko mengelus lembut rambutnya Susi
" Kamu bagaimana sayang? aku siap jadi ayah sambung anak kamu sayang aku enggak tega kamu selalu sedih dan merasa kesepian tanpa suami suami sayang?" Tanya Burhan menatap Ratna
" Aku siap juga sayang, aku cape diabaikan terlalu lama seperti ini sayang, untungnya perlengkapan untuk anak sudah banyak yang dibeli jadi aman untuk aku sayang. terimakasih mau rela menerima anak ini sayang." Ucap Ratna haru, Ratna meluk Burhan, perlahan Ratna semakin nyaman sama Burhan.
" Yah sudah sayang, kita akan ke rumah Ikhsan dan Dani bahas ini. terimakasih sayang akhirnya kamu mau hidup sama aku terimakasih sayang" Lanjut Burhan dengan haru
Ratna dan Susi pasrah akan akhir rumah tangga dan masa depannya, Joko dan Burhan ajak Ratna dan Susi ke kamar masing masing.
Dilain sisi, Rena merasa sakit kepala sekali, Rena ikut Dani kunjungan kerja melihat perkembangan pembangunan panti jompo, Danu yang enggak sengaja lewat langsung jalan menuju Rena yang duduk lemes di supermarket.
" Rena kamu kenapa?" Tanya Danu panik
" Kepala saya sakit sekali Danu, tolong saya Danu obat saya ketinggalan dirumah" Ucap Rena semakin lemah, dan enggak sadar kan diri.
" Astaga Rena bangun Rena?" Lanjut Danu panik
Danu langsung masuk kedalam supermaket dan minta karyawan supermaket untuk temani Rena di kursi belakang mobil, Danu sesekali melihat wajah pucatnya Rena.
" Bertahan lah Rena" Ucap Danu panik, Danu melajukan mobil sedikit ngebut. setengah jam Danu sampai di rumah sakit dan Danu langsung baawa Rena ke ruangan prakteknya.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah lebih baik" Ucap Danu, Danu memberikan tindakan medis dengan cepat untuk menolong Rena.
" Mas, terimakasih sudah mengantar kami kesini. Anda kembali ke supermaket saya tanggung biaya taxi nya yah." Lanjut Danu, Danu memberikan sepuluh lembar uang merah
" Astaga dokter, ini terlalu banyak dok" Ucap karyawan supermaket kaget
" Sisanya buat mas, sebagai tanda terimakasih saya." Lanjut Danu
" Subhanallah, terimakasih banyak dokter.baiklah saya pamit dulu sekali lagi terimakasih banyak." Lanjut karyawan supermaket bahagia, bahagia mendapatkan rezeki nomplok
Danu melihat karyawan supermaket keluar, langsung duduk disebelah Rena yang masih pingsan.
Dilain sisi, Dani berkali kali menelfon Rena, tapi enggak ada respon sama sekali sama Rena. Dani mencoba masuk kedalam supermaket menanyakan Rena yang tadi belanja.
" Oh perempuan itu, tadi sakit kepala dan pingsan pak. dan sekarang dibawa ke rumah sakit umum pak, sama seorang dokter." Ucap karyawan supermaket
Dilain sisi, Ikhsan menatap lekat lekat Ratna dan Susi bergantian, Ikhsan sejujurnya sadar akan sikapnya selama ini yang seenaknya dan kurang peduli sama Ratna, tapi Ikhsan bener bener enggak mencintai Ratna dan enggak ingin kehilangan anak kandung pertamanya.
" Kamu boleh pergi, tapi harus ada surat perjanjian, saya enggak ingin anak saya di urus sama laki laki lain." Tegas Ikhsan
" Jangan egois mas, kalo kamu enggak menginginkan aku yah lepas kan aku, jangan gantung pernikahan kita seperti ini. kamu kesini cuman butuh saja disaat enggak aku diabaikan mas. kalo kamu mau anak ini diasuh sama kamu yah sudah asuh dan didik bersama aku bersama, waktu bersama kamu cukup dimalam hari sampai pagi itu sudah cukup, jujur aku iri sangat iri disaat ibu hamil pas kontrol kandungan ditemani sama suaminya, disayang dan dimanja dengan bebas. sedangkan aku enggak mendapatkan itu mas, kamu terlalu takut ketahuan sama Reni membuat kamu mengabaikan tanggung jawab kamu." Ucap Ratna dengan menangis
" Aku, aku bener bener enggak mencintai kamu, kamu kan tahu kita bisa bersama saling membutuhkan dan saat kamu mengandung anak ku, aku berusaha untuk bertanggung jawab dan mau mengakui anak itu karena anak pertama aku. jadi jangan banyak menuntut lah, soal tinggal bareng baik lah aku kabulkan dimalam hari saja yah sampai aku berangkat kerja. waktu dan hati aku untuk Reni perempuan yang Akku cintai." Lanjut Ikhsan
" Apa Dani dengan mudah menceraikan aku, secara setelah aku keguguran Dani sama sekali enggak mau ketemu sama aku bahkan telefon dan pesan aku diabaikan." Ucap Susi sedih
__ADS_1
" Yah sepertinya seperti itu Susi, dia bener bener mencintai Rena. salah sendiri ceroboh enggak bisa mempertahankan anak kalian. sudah jangan banyak drama Susi tinggal tunggu kedatangan Dani talak kalian dan kalian langsung cerai, beda sama pernikahan resmi yang proses perceraian panjang. tapi tergantung kalo Dani masih butuh kamu yah kamu tetep disini, selama kamu belum ngisi yah harus pasrah Nerima nasip kamu." Lanjut Ikhsan santai
" Astaga, tega sekali bicara seperti itu Ikhsan, lebih baik kehilangan dari pada semakin direndahkan seperti ini terus sama kalian cowok cowok egois" Bentak Susi kesel
" Yah sudah, nasip kamu tunggu kedatangan Dani saja. untuk Ratna hayo ikut ke rumah sudah sore, waktu kamu di rumah cuman sebentar kan." Lanjut Ikhsan pegang tangannya Ratna
" Apa bawa baju salin?" Tanya Ratna bahagia, bahagia seenggaknya Ikhsan mau bertahan walaupun tinggal bersama cuman sepanjang malam saja.
" Pakai baju yang ada disana." Lanjut Ikhsan, Ikhsan langsung ajak Ratna pergi meninggalkan Susi yang nangis diabaikan sama Ikhsan.
" Sabar sayang, mending kita pergi saja dari sini sekarang, dari pada bertahan terus menerus sayang, aku semakin enggak tega kamu semakin direndahkan seperti ini." Ucap Joko, Joko meluk Susi yang terus menerus nangis
" Apa perempuan liar seperti aku enggak pantas mendapatkan cinta sejati" Ucap Susi, Susi terus saja nangis dipelukan Joko
" Kamu pantas dicintai sayang, buktinya aku bener bener tulus mencintai kamu sayang." Lanjut Joko, Joko melihat wajahnya Susi basah karena air mata.
" Yah sudah saya ke rumah Ikhsan, karena Ratna besok akan pulang bareng saya. cinta saya digantung terus selama Ratna masih bertahan untuk dipermainkan sama Ikhsan." Ucap Burhan pasrah
" Lebih baik kamu juga pergi Burhan, jangan bikin kesalahan ingat kalo ketahuan semakin kasihan sama Ratna loh. saya cuman enggak tega saja sama Ratna yang semakin dihina sama Ikhsan dan Dani." Ucap Joko
" Saya enggak tahu, kalo pergi Ratna sama siapa disini?" Tanya Burhan ragu
" Ikhsan pasti cari pengganti kamu disini kok, kalo kamu nekat akan lebih kasihan Han, mending hayo berkemas sebelum Dani, Ikhsan, dan Ratna.datang kesini biar mereka merasa kehilangan dan penyesalan untuk Dani." Lanjut Joko
" Yah sudah kita bawa barang barang kita dari sini sekarang" Lanjut Burhan dengan terpaksa
__ADS_1
Sejujurnya Burhan enggak tega meninggalkan Ratna seperti saat ini, tapi Burhan enggak tega kalo perselingkuhannya ketahuan Ratna akan semakin tersiksa dan semakin sedih. Burhan dengan terpaksa meninggalkan cintanya untuk Ratna dan mengikhlaskan Ratna bersama Ikhsan walaupun enggak akan pernah bahagia sepenuhnya.
Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*, novel baru * Om ceo suami ku"