Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Pertama kali nginep dihotel


__ADS_3

Rena dan Dani membahas pekerjaan selama perjalanan ke bandara, Dani sengaja menggunakan jet pribadinya seperti biasanya supaya enggak menunggu lebih lama dan antri membeli tiket pesawatnya. Rena yang melihat Dani memiliki Jet pribadi merasa kagum.


" Betapa kayanya Dani, apa salah yah menolak cintanya Dani." Batin Rena bingung, sejujurnya Rena bukan lah perempuan matre yang mengukur segalanya dengan materi


" Rena, kenapa melamun? yuk masih kedalam jet pribadi saya?" Tanya Dani bingung melihat Rena diam saja


" Saya kagum sama kamu Dani, punya jet pribadi seperti ini. luar biasa sekali." Puji Rena kagum, Rena masuk kedalam jet pribadinya Dani


" Alhamdulillah Rena, ini juga hasil tabungan kerja awal saya, saya mulai kerja mengurus proyek ayah saya dari kuliah, ayah saya bilang, kalo mau beli apapun yang diinginkan harus nabung biar bangga memilikinya, dan uang jajan yang diberikan ayah saya dari banyaknya proyek yang dikerjakan lumayan besar, saya ingin sekali memiliki jet pribadi,jadi kalo mau pergi ke luar kota dan luar negeri enggak usah repot-repot segala. makannya setelah lulus kuliah Alhamdulillah mampu punya ini." Cerita Dani ada kebanggaan dan kepuasan dari pengorbanan yang dilakukan dimasa lalu.


" Pantas nama kamu masuk dalam jejeran nama nama pengusaha muda sukses nama kamu dibawah Reno pengusaha muda sukses punya perusahan, rumah sakit, dan kampus lagi ( cerita Reno ada di novel.* jangan lepaskan tanganmu sayang* jangan lupa mampir juga) . hebat nama kamu terkenal. " Puji Rena senyum bahagia bisa kenal dan Deket sama pengusaha sukses seperti Dani.


" Alhamdulillah Rena, sekarang menikmati keberhasilan saya mempertahan kan yang sudah ada sih. terimakasih sudah kagum sama saya." Lanjut Dani merasa bahagia, bahagia orang yang dicintainya mengagumi kesuksesannya.


Dani dan Rena melanjutkan obrolannya sambil menikmati makanan yang disiapkan, Rena melihat pemandangan diluar jendela enggak menyangka akhirnya bisa naik pesawat juga.


Dilain sisi, Ratna melanjutkan menjahit baju untuk anaknya, Joko yang melihat Ratna menjahit langsung meluk Ratna dan mencium kepalanya Ratna penuh cinta.


" Sayang, jangan terlalu memaksakan menjahit ingat anak kamu." Ucap Joko merasa kwartir


" Tenang sayang, aku tahu kok. ini sebentar lagi selesai." Ucap Ratna merasa nyaman didekat Joko, perhatian Joko bener bener membuatnya lupa sama Ikhsan


" Sayang, baju dewasa itu buat Ikhsan yah?" Tanya Joko, Joko melihat baju yang setengah jadi.


" Iyah sayang, akan aku kasih saat Ikhsan ulang tahun nanti sayang, kenapa cemburu? mau aku buat kan juga?" Tanya Ratna sambil melihat Joko

__ADS_1


" Kamu masih mencintai Ikhsan? Iyah sayang cemburu aku, mau dong sayang dibuatkan juga." Lanjut Joko, melihat wajahnya Ratna


" Masih mencintai Ikhsan sayang, aku hidup bareng Ikhsan selama dua tahun, walaupun cuek dan seenaknya tapi ada momentum Ikhsan memperlakukan aku sangat manis sayang, aku nyaman dan cinta sama Ikhsan." Lanjut Ratna menatap Joko dengan lekat


" Huff, berarti aku cuman pelarian saja yah sayang, berarti aku engga bisa mengharapkan lebih dari hubungan kita? aku cuman teman rebahan kamu saja?" Tanya Joko sedih dengan nasip cintanya


" Maafkan aku sayang, aku bukannya mau mempermainkan kamu, tapi aku enggak mau kehilangan Ikhsan sayang, toh Ikhsan juga jarang kesini, jadi kita nikmati saja kebersamaan kita tanpa ada status yah sayang" Lanjut Ratna meluk Joko


" Iyah baik lah sayang, didekat kamu saja aku sudah bahagia sekali, walaupun enggak bisa memiliki raga dan hati kamu. tapi bisa membahagiakan kamu sudah cukup untuk aku" Lanjut Joko berusaha sadar diri


" Maafkan aku sayang" Lanjut Ratna semakin mempererat pelukannya


Joko menikmati hubungan tanpa status sama Ratna, selama kebutuhan terpenuhi enggak terlalu peduli sama statusnya. toh sama sama saling membutuhkan juga.


Dilain sisi, Susi bermanja-manja sama Burhan didalam kamar, Susi bener bener menikmati hidupnya dengan bermalas malasan. Burhan suapin Susi masakan Padang.


" Setiap tanggal lima sayang, aku enggak sabar mau beli baju anak dan beli kebutuhan anak ini." Ucap Susi bahagia


" Masih lama yah, aku mau lihat anak kamu sayang, aku kunjungi yah sekarang?" Tanya Burhan modus


" Sejam lagi yah sayang, aku kan habis makan dan minum susu ibu hamil." Tolak Susi


" Oke sayang, kalo sakit jangan dipaksa yah, aku akan sabar menunggu saat kamu membutuhkan aku." Lanjut Burhan, Burhan mencium bibirnya Susi sedangkan tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Susi dengan pelan.


" Aaaahhh, Burhan mulai aktif mancing yah sekarang." Protes Susi semakin mempererat pelukannya

__ADS_1


" Yah dong sayang, aku kan belajar dari kamu, sekarang saja yuk sayang. aku bener bener ingin sekali" Bujuk Burhan memelas


" Iyah sudah hayo sayang" Lanjut Susi pasrah


Susi melihat Burhan langsung senyum bahagia, kini Susi polos didepannya Burhan. Burhan membantu Susi rebahan dan melancarkan panjat pinangnya dengan pelan dengan waktu yang disarankan dokter.


Dilain sisi, Reni dan Ikhsan meninjau proyek pembangunan panti jompo, Reni melihat pembangunan sudah lima puluh persen. Reni bener bener bangga hasil desainnya sebagus ini.


" Keren loh sayang, ada beberapa tempat untuk memainkan permainan masa kecil, supaya kakek dan nenek yang tinggal disini mengenang masa kecilnya." Ucap Ikhsan bangga sama setiap detail ruangan yang diberikan Reni.


" Iyah sayang, aku ingin kakek dan nenek yang tinggal disini merasa bahagia, selain diajak olahraga dan menyulam sayang dan pas mereka sedih dan merasa kesepian ada yang bisa mereka main kan disini." Ucap Reni merasa peduli.


" Ide yang bagus sayang, yah sudah yuk lihat lihat lagi kedalam" Lanjut Ikhsan menggandeng tangannya Reni


Reni dan Ikhsan melanjutkan panti jompo yang lain dibangun, cukup luas dan ada ruangan belajar dan kesehatan untuk kakek dan nenek yang membutuhkannya. Reni yang lelah keliling memutuskan untuk istirahat sambil minuman segar.


Dilain sisi, Dani dan Rena sudah sampai di hotel, Dani langsung cek in, Dani mengantarkan Rena untuk ke kamarnya. kamar Dani disebelah kamarnya Rena, Rena yang baru pertama kali ke hotel merasa bahagia sekali, Rena bener bener enggak sabar untuk rebahan di kasur empuk di hotel.


" Yah sudah Rena, selamat istirahat, kalo mau pergi telefon yah, supaya enggak nyasar disini." Ucap Dani ramah melihat Rena


" Iyah Dani tenang saja, saya juga enggak berani pergi sendirian. selamat beristirahat juga." Ucap Rena senyum ramah melihat Dani.


Dani meninggalkan Rena sendirian di kamarnya, Rena yang melihat Dani pergi langsung kunci pintunya. Rena mengelilingi seriap sudut perabotan yang ada dikamar hotel. Rena loncar loncat di atas kasur yang empuk dan bersih, setelah puas Rena tiduran dan langsung melihat hiasan atap kamarnya begitu indah.


" Wajib banget ajak Reni nginep di hotel juga, bagus banget pemandangannya. Alhamdulillah merasakan kemewahan ini sekarang, kehidupan sekarang bisa menikmati berbagai barang mewah, tempat tempat mewah, dan makanan mewah. dan Deket sama orang tajir lagi astaga beruntungnya nasip hidup saya sekarang." Ucap Rena bahagia, Rena meluk guling sambil whatphapp Reni menceritakan pesawat pribadinya Dani sampai kamar hotel yang ditempati sekarang

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya.


__ADS_2