
Burhan dan Joko dibawa paksa ke rumah nya Dani begitu juga dengan Susi, Susi melihat wajahnya Burhan dan Joko langsung merasa bersalah dan enggak tega saat melihat siksaan yang diberikan Dani tadi.
" Joko dan Burhan maafkan aku" Ucap Susi sambil nunduk dan sedih
" Aku jijik, aku jijik sama pembalasan yang dilakukan Dani, aku menyesal nurutin rayuan kamu selama ini Susi. menyesal jatuh cinta sama istri orang yang enggak dianggap sama suaminya." Ucap Joko lirih
" Aku juga enggak tahu akan seperti ini" Lanjut Susi, Susi menatap geli wajah Joko dan Burhan banyak merah merah ulah waria tadi.
" Bagus kalo menyesal, sekarang bawa mereka ke rumahnya tuan Dani karena disana ada nona Ratna. biar semuanya selesai." Perintah Kepala bagian bodyguard
" Baik tuan" Ucap bodyguard
Bodyguard langsung pegang tangannya Joko, Burhan, dan Susi. langsung tarik paksa jalan ke depan rumah.
Dilain sisi, Dani dan Ikhsan yang baru selesai membakar baju bajunya Susi, Joko, dan Burhan. langsung masuk kedalam villa, Dani bener bener kecewa sama apa yang dilakukan Susi dan Ratna selama ini, Dani mengangkat telefon yang tadi berdering
" Apa sudah sadar?" Tanya Dani kaget
"....."
" Iyah Iyah, saya akan kesana sekarang " Lanjut Dani berusaha Santai, Dani mematikan teleponnya dan memasukan handphone kedalam jasnya.
" Rena sudah sadar?" Tanya Ikhsan penasaran
" Iyah, dan dia sudah ingat penyebab Rena amnesia. astaga kenapa seperti ini sih, masalah Susi dan Ratna belum selesai ditambah kondisinya Rena membuat kondisi kita enggak baik baik saja.siap siap deh kita kena amukan Rena dan Reni." Ucap Dani lirih
Bugh
Satu tinju mendarat dengan sempurna wajahnya Dani, Dani yang belum siap tentu langsung jatuh dan kaget dengan apa yang dilakukan Ikhsan barusan.
__ADS_1
" Kalo sampai hubungan saya hancur awas kamu Dani,saya sudah susah payahnya menjaga rahasia ini supaya tetep aman." Bentak Ikhsan kesal
" Hayo ke rumah sakit." Bentak Ikhsan, Ikhsan langsung jalan begitu saja meninggalkan Dani.
Dani yang menahan sakit akhirnya pasrah ikutin keinginan Ikhsan jalan ke rumah sakit, rencana nya menyelesaikan masalah sama Susi, Ratna,Joko, dan Burhan. jadi gagal lebih mengutamakan menyelesaikan sama Rena dan Reni masalahnya.
Dilain sisi, Ratna nangis dan nunduk saat mendengar ucapan Joko dan Burhan bagaimana Dani dan Ikhsan menyiksa mereka begitu juga ke Susi.
" Maafkan aku, maafkan aku kamu jadi trauma mendapatkan perlakuan yang menjijikan dari Dani dan Ikhsan." Ucap Ratna nangis
" Sebenernya bukan kesalahan kalian sepenuhnya, kita juga tergoda dan mau melakukannya. sekarang kita tunggu apa lagi yang akan mereka lakukan ke kita berempat." Ucap Burhan enggak tega melihat Ratna merasa bersalah
" Entahlah, aku takut disiksa juga seperti Susi." Lanjut Ratna, Ratna melihat Susi wajahnya lembab.
" Dani bener bener egois dan seenaknya, kita diabaikan dan diungsikan giliran kita kabur justru disiksa seperti ini. saya jadi benci sama Dani dan Ikhsan." Ucap Susi kesel
Ratna ngangguk dan berusaha untuk tidur selama nunggu kedatangan Dani dan Ikhsan, dan penasaran apa yang akan mereka lakukan ke Ratna setelah ketemu nanti.
Dilain sisi, Danu memberikan ronsen untuk kepalanya Rena, Danu merasa bahagia karena Rena sembuh total. Danu langsung ke kamar perawatan Rena dan memberikan hasil ronsennya.
" Selamat Rena, akhirnya kamu sembuh total. ini sebuah keajaiban sekali untuk kamu." Ucap Danu merasa bahagia dan lega
" Beneran Danu, subhanallah akhirnya saya bisa mengingat semuanya." Ucap Rena bahagia
" Berarti Kaka saya enggak akan sakit kepala lagi kan? berarti Kaka saya enggak akan pingsan lagi kan Danu?" Tanya Reni bahagia, bahagia mendengar kondisinya Rena.
" Iyah sudah enggak akan, tiga hari lagi baru boleh pulang yah Rena. kamu harus pemulihan dulu." Lanjut Danu menatap Rena
Dani dan Ikhsan masuk begitu saja ke kamar perawatan Rena, Reni yang melihat kedatangan Dani dan Ikhsan langsung menghampiri mereka didepan pintu.
__ADS_1
Plak
Satu tamparan mendarat dengan manis di pipinya Dani, membuat Dani kaget mendapatkan tamparan dari Reni. Reni langsung tarik tangannya Dani penuh amarah jalan ketempat tidur Rena.
" Mulai sekarang, saya dan Reni keluar dari perusahaan kamu, kami enggak Sudi Deket Deket sama laki laki playboy dan Casanova. maaf kami takut jadi sasaran niat liar kalian, lebih baik kita keluar dan kami enggak Sudi dan jijik sama kalian" Ucap Rena penuh amarah melihat Dani dan Ikhsan
" Sayang, kamu enggak mau kan meninggalkan aku, aku beneran mencintai kamu sayang, aku enggak pernah pegang sembarangan kan sayang selama kita pacaran." Ucap Ikhsan, Ikhsan pegang tangannya Reni, Ikhsan berharap hubungannya tetep baik baik saja
" Maafkan aku Ikhsan, aku juga mencintai kamu, dan ingin selalu bersama kamu sampai kejenjang pernikahan. tapi ka Rena cerita penyebab kecelakaan aku jadi takut sayang. maafkan aku maafkan kita harus putus." Ucap Reni nunduk sambil nangis, sedih salah mencintai orang. terlihat baik sikap dan ucapan belum tentu kegiatannya baik sepenuhnya.
" Itu dulu Rena sebelum ketemu sama kalian, selama kenal sama kalian membuat saya dan Ikhsan sama sekali enggak melakukan kegiatan negatif itu lagi Rena. tolong percaya sama kita dan kita bener bener mencintai kalian karena baik dan bikin nyaman bukan karena nafsong, tolong pertahankan hubungan kita dan jangan keluar dari perusahaan yah. saya mohon." Ucap Dani dengan memelas, berharap hubungannya sama Rena kembali membaik
" Mereka enggak jujur sama kehadiran istri istri yang enggak mereka anggap" Batin Danu, Danu ingin sekali nimbrung tapi sadar diri itu bukan urusannya, Danu cuman jadi pendengar yang baik saja.
" Kamu lihat sendiri kan Rena dan Reni, sikap dan ucapan kita selama beberapa bulan ini baik baik saja kan, enggak ada ucapan yang bikin kalian risih dan sikap kita juga baik baik saja dan sewajarnya saja kan. jadi tolong kasih kita kepercayaan untuk layak menjadi pendamping hidup untuk kalian kejenjang lebih serius." Bujuk Ikhsan, Ikhsan pegang tangannya Reni.
" Bagaimana ka Rena, saya ikut saja apapun yang Kaka inginkan." Lanjut Reni pasrah
" Yakin? baik lah saya kasih kesempatan sama kalian, tapi kalo membuat kesalahan lagi dan langsung kita pergi tanpa ada kesempatan lagi. tolong jaga baik baik kepercayaan dan kesempatan yang kita berikan." Tegas Rena, Rena luluh saat melihat Reni yang bener bener mencintai Ikhsan dan enggak sanggup kehilangan Ikhsan.
" Beneran Rena? Memberikan kesempatan untuk kita, berarti kita tetep lanjut hubungan kita?" Lanjut Dani lega
" Iyah, saya kasih kesempatan untuk melanjutkan hubungan kita, harus selalu jujur jangan menyembunyikan apapun." Lanjut Rena senyum manis melihat Dani
" Kamu sayang?" Tanya Ikhsan penuh harap melihat Reni
" Iyah, aku mau sayang mau bertahan sama kamu, tolong selalu terbuka dan saling berbagi ya sayang." Lanjut Reni bahagia dan lega bisa mempertahankan hubungannya.
Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*, novel baru * Om ceo suami ku"
__ADS_1