
Dani, Rena, Reni, dan ikhsan. jalan jalan ke mall untuk membeli prabotan kamar di rumah barunya Rena dan Reni. Ikhsan yang mendapatkan telefon langsung berhenti jalan, saat Melihat yang nelefon bodyguard yang menemani Ratna dan Susi langsung kesel.
" Saya sibuk, kalian saja yang urus mereka. apapun kebutuhan mereka dan kondisi mereka, ah kasih tahu Ratna saya sudah jadian sama Reni jadi enggak usah ganggu saya." Ucap Ikhsan kesel
" Baik pak, nanti saya sampaikan ke bu Ratna dan mereka sudah diberikan vitamin." Ucap bodyguard diseberang telefon
" Jangan ganggu kehidupan saya, kalo saya dan Dani ingin kesana pasti kesana. saya lagi bahagia jangan ganggu kebahagiaan saya kalo engga ingin saya buang mereka." Bentak Ikhsan kesel
" Baik pak, maafkan saya." Lanjut Bodyguard langsung mematikan telefon nya
" Dasar perempuan enggak tahu diri, dibilang jangan ganggu, cuman muntah muntah nelefon segala." Batin Ikhsan kesel
Ikhsan langsung nyusul Dani, Rena dan Reni yang lagi milih milih kasur dan lemari baju, Ikhsan memilihkan lemari buat dikamar orang tuanya Rena dan Reni sedangkan Dani memilihkan kasur yang paling empuk.
" Kasih kulkas dan televisi kalo lagi males keluar kamar, kalian pakai ART?" Tanya Dani melihat Rena
__ADS_1
" Pakai, biar waktunya memanjakan orang tua dengan kemewahan, mereka enggak usah capek-capek mengurus rumah biar menikmati masa tua dengan rumah baru yang lebih bagus dan penuh dengan makanan." Ucap Rena, Rena merencanakan kamar orang tuanya dibuat senyaman mungkin
" Bener, biar tinggal di Jakarta enggak usah bekerja dan enggak usah repot-repot merapihkan rumah yang cukup besar." Ucap Reni, Reni ingin membuktikan kesuksesan mereka bisa memanjakan kedua orang tuanya.
" Anak anak yang baik, aku kagum sayang sama niat kamu." Puji Ikhsan, Ikhsan pegang tangannya Reni
" Terimakasih sayang pujian nya, yah sudah yuk lanjut belanja" Lanjut Reni bahagia
Rena, Reni, Dani dan ikhsan. melanjutkan aktifitas belanja nya, Rena juga membelikan sofa untuk duduk santai didalam kamar orang tuanya.
" Jangan coba coba ganggu kebahagiaan Dani dan Ikhsan, kalo kalian enggak ingin kehilangan segalanya, sekarang tidur lah kalian, kalo butuh apapun kita tidur di sofa dikamar kalian." Ucap bodyguard lembut, sejujurnya enggak tega melihat Susi dan Ratna diasingkan seperti ini apa lagi hamil seperti ini
" Apa bercerai saja, percuma punya suami tapi enggak bahagia." Ucap Ratna sedih dan kesel
" Tapi harus siap menerima segala resikonya kalo bercerai dari mereka, terutama kehidupan saat anak ini lahir tapi enggak dianggap sama bapak kandungnya. bakal jadi bahan hinaan tetangga" Ucap Susi ikutan sedih
__ADS_1
" Bingung, kenapa kita dikasih hamil tapi enggak bisa bahagia." Lanjut Ratna sedih meratapi kehidupannya
" Tidurlah, jangan drama pusingnya, saya engga ingin mendengar obrolan seperti ini lagi, nona Susi kembalilah ke kamar anda." Perintah Bodyguard tegas
" Sial" Bentak Susi kesel
Susi menghentakan kakinya dengan kesel, Susi langsung jalan ke kamar nya, Ratna ditemani sama bodyguard yang tidur di sofa yang sudah disiapkan sama Ikhsan.
Dilain sisi, Ikhsan mengantarkan Rena dan Reni memilih mobil yang diinginkan, Dani memantau perusahaan sambil menunggu si kembar mencari mobil impian mereka.
" Mobil yang besar ini saja yuk, dan warna biru bagaimana ka?" Tanya Reni melihat Rena
" Bagus juga pilihan kamu, hayo kita bayar." Ucap Rena bahagia
Rena dan Reni membayar mobil pilihannya, Ikhsan diam diam foto Reni dan kirim ke Ratna. Ikhsan bener bener bahagia sudah jadian sama Reni.
__ADS_1
jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya.