Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Tempat lokasi saya yang menentukan


__ADS_3

Danu memerintahkan Eka, mengurus tanah di kota Tegal, Danu merahasiakan kepemilikan tanah dan bangunan sebenernya tujuannya untuk menjebak Dani dan Ikhsan, Danu tersenyum puas saat tahu istrinya Dani dan Ikhsan disembunyikan di kota Tegal, kebetulan yang menyenangkan sesuai misinya.


" Kita akan mudah bulak balik Tegal" Ucap Danu melihat hamparan luas halaman rumahnya


" Bener sekali, Biar kita atur rencana bagaimana caranya Rena dan Reni ketemu sama istrinya Dani dan Ikhsan, saya ingin secepatnya ketahuan." Ucap Danu optimis


" Saya yakin, setelah ketahuan Susi akan kembali disiksa, saya akan merebut Susi dan enggak akan membiarkan Susi kembali hidup menderita didekat Dani. laki laki sial itu enggak pantas mendapatkan istri seperti Susi." Ucap Joko penuh amarah


" Saya juga akan merebut Ratna juga, saya rela menjaga rumah baru itu dan seterusnya kerja ditempat pak Danu yang penting ada tempat tinggal untuk Ratna dan anaknya."Ucap Burhan optimis


" Kita akan ke rumah sakit tempat Ratna kontrol kandungannya, kita akan jebak Dani dan Ikhsan bisa ke rumah sakit juga." Ucap Eka antusias


" Rencana bagus, Eka urus semuanya" Lanjut Danu semangat


" Siap bosque" Lanjut Eka antusias


Dilain sisi, Ratna dan Susi menatap suami suami mereka siap siap untuk pulang ke rumahnya, Ratna sejujurnya sedih harus seperti ini terus menerus tapi enggak bisa berbuat apapun untuk melawan Dani dan Ikhsan


" Bunda, Bunda sudah ayah transfer yah buat ke rumah sakit, beli makanan yang banyak yah buat anak kita." Ucap Ikhsan, Ikhsan merapihkan bajunya


" Iyah sayang, nanti aku ke rumah sakit bareng Susi dan asisten juga." Ucap Ratna menahan sedih


" Bagus, oh yah jangan bikin kesalahan apapun yah, dan jaga baik baik anak kita. awas kalo sampai ke guguran seperti Susi mengerti." Bentak Ikhsan menatap serius kearah Ratna


" Iyah sayang, aku janji untuk jaga anak kita dengan baik." Lanjut Ratna, Ratna meluk Ikhsan, dan menciumi wajahnya Ikhsan.


" Sudah lepas sayang, aku harus segera pergi soalnya Reni sudah menunggu aku sayang." Lanjut Ikhsan, Ikhsan mencium perutnya Ratna yang semakin buncit.

__ADS_1


" Sudah sayang, aku pulang dulu yah, dua hari sekali aku kesini, biar kita mendapatkan momongan lagi." Ucap Dani, Dani meluk Susi


" Iyah sayang, kapan pun kamu bisa pasti aku siap menyambutnya sayang." Ucap Susi menahan amarahnya.


Dani melepaskan pelukannya dan langsung jalan ke depan rumah diikuti sama Ikhsan dan diantar sama Susi dan Ratna, sejujurnya Ratna masih kangen sama Ikhsan tapi enggak punya hak untuk melarang Ikhsan untuk pergi.


Dilain sisi, Rena dan Reni masak untuk Dani dan Ikhsan, Rena ingin sekali masak makanan kesukaan Dani dan buah kesukaan Dani.


" Meja makan sudah rapih dan makanan sudah siap." Ucap Rena, Rena menata buah buahan


" Satu meja banyak menu, semenjak punya pacar kita jadi lebih rajin masak yah ka di bandingkan di kampung. buat masuk dapur saja rasanya malas sekali." Ucap Reni jujur


" Sama de, memang bawang saja rasanya malas sekali, tapi sekarang semenjak kenal Dani dan Ikhsan semuanya berubah yah de." Lanjut Rena merasa bersyukur


" Iyah ka, mereka membawa dampak positif untuk kehidupan kita, dan sikap mereka juga sopan dan enggak ada kontak fisik sama sekali bikin aman dan nyaman." Puji Reni


" Pacar idaman mereka, yah sudah yuk mandi dan nunggu mereka datang buat ke kantor bareng.


Dilain sisi, Dani merasa heran Danu selalu saja tahu apa yang dilakukannya, bahkan lokasi pembangunan rumah buat Joko dan Burhan ditempat yang sama, Dani semakin kwartir rahasianya semakin cepat ketahuan.


" Apa mungkin bodyguard kita ada penghianat?" Ucap Ikhsan melihat Dani memijit jidatnya


" Mungkin saja, mana tahu mereka apapun yang kita lakukan kalo engga ada penghianat, tapi bagaimana caranya tahu penghianat nya?" Tanya Dani frustasi dan enggak menyangka bodyguard yang bekerja bertahun tahun ada yang engga setia dan jujur


" Itu sih gampang Dani, kita siap kan banyak minuman, setelah mereka setengah sadar bisa kita ajak ngobrol deh, kalo ada yang jujur baru saya ungsikan." Ide Ikhsan mendadak


" Ide yang bagus, yah sudah lakukan sebelum kita ketahuan sama mereka lebih jauh." Lanjut Dani pasrah

__ADS_1


" Yah sudah nanti malam kita jebak semua bodyguard, sedangkan yang di rumah itu yah kita nunggu lusa pas jadwal kamu mau panjat pinang saja. malas juga kan setiap hari kesana." Lanjut Ikhsan melihat Dani


" Malas tapi masih dipelihara huh." Protes Dani dengan terkekeh


" Heh, ngaca sana, yang sudah kehilangan anak masih mempertahankan istri enggak penting, rela dua hari sekali kesana demi program dapatkan anak dan mau susah payahnya menyembunyikan siapa hah. kalo saya karena masih ada calon anak saya, yang masih membutuhkan nutrisi yang lebih." Ledek Ikhsan puas, Ikhsan melihat Dani mulai marah


" Sial, habisnya kalo mencari perempuan liar yang lain, belum tentu modelnya seperti Susi yang selalu nurut apapun yang saya suruh." Lanjut Dani senyum sinis


" Enggak semua perempuan modelnya seperti Susi dan Ratna, yang rela nikah siri, diasingkan, dan kita cuek sama mereka kan. mereka terbaik sih dijadikan simpanan kita hahahaha." Lanjut Ikhsan ketawa puas


" Nah bener itu hahaha." Lanjut Dani ketawa puas, puas mempermainkan kehidupan orang lain


Dilain sisi, Burhan melihat rumahnya Ratna pertama kali secara diam diam, Joko yang ikut pun merasakan rindu sama Susi mengingat masa masa indah kebersamaan dulu.


" Saya pengen masuk kedalam" Ucap Joko lirih


" Jangan, kita kesini saja karena tuan Danu dan Eka lagi kerja, jangan melangkah tanpa perintah mereka. kita kesini cuman mau tahu tempat tinggal mereka saja, hayo pulang sebelum ketahuan." Ajak Burhan, sejujurnya Burhan sangat rindu dan enggak mau membuat kesalahan


Joko nurut saja keinginan Burhan, dengan berat hati meninggalkan rumahnya Susi dan Ratna. mobilnya Burhan perlahan meninggalkan rumahnya Dani.


Dilain sisi, Dani dan Ikhsan masuk kedalam rumahnya Rena, Dani merasa bahagia sekali setiap pagi dimasakin makanan sama orang yang dicintai. Rena mengambilkan lauk dan nasi untuk Dani.


" Sarapan sayang, setelah itu kita berangkat bareng ke kantor yah." Ucap Rena, Rena memberikan piring berisi nasi ke Dani


" Terimakasih sayang, memang itu niat aku kesini sayang" Ucap Dani, Dani menikmati masakan Rena.


" Kita kalo sudah nikah, perut aku selalu kenyang dan fokus bekerja nih dimasakin sama istri tercinta nantinya." Goda Ikhsan, Ikhsan menikmati masakan Reni

__ADS_1


" Duh pagi pagi gombal, bikin semakin kenyang sayang, aku akan masakin makanan yang kamu ingin kan sayang." Goda Reni ngebalas ucapan Ikhsan


Ikhsan yang gemes ngecak ngacak rambutnya Reni, rasanya Ikhsan ingin mencium Reni tapi enggak berani melakukan nya sama sekali.


__ADS_2