
Ikhsan memiringkan badannya melihat wajah istrinya yang terlihat cantik, walaupun usia kandungan sudah empat bulan badannya Ratna terlihat lebih bulet dan menggemaskan lucu terlihatnya.
" Selamat pagi sayang" Ucap Ikhsan lembut, Ikhsan pegang perut buncit Ratna
" Pagi sayang, bolehkan aku disini sampai siang aku masih betah sayang " Ucap Ratna manja
" Boleh sayang, kita akan ke rumah sakit untuk cek kandungan yah, aku mau melihat anak pertama aku." Lanjut Ikhsan, Ikhsan mencium wajahnya Ratna
" Sekalian sama Susi boleh?" Tanya Ratna ragu
" Enggak sayang, aku enggak mau jadi banyak pertanyaan. sama kamu saja yah" Tolak Ikhsan, tangan Ikhsan masuk kedalam dress Ratna perlahan m3r3m45 pelan gunung kembarnya
" Aaaggghhh sayang, yah sudah terserah kamu saja. aaaggghhh. sayang panjat pinang yuk." Desa han dan goda Ratna lembut
Ikhsan mengambil posisi ternyaman dan aman untuk Ratna, Ratna mulai merasa melayang setiap gerakan pelan yang diberikan Ikhsan.
" Sayang, kita ganti yuk panggilan kita bagaimana? Ayah bunda atau mamah papah?" Tanya Ikhsan melihat Ratna yang meni kmati pergerakan pinggangnya yang pelan, sesuai anjuran dokter
" Ayah dan bunda sayang, biar terdengar manis sayang. aaaahhhh ayah sayang luar biasa" Desa han Ratna, Ratna meluk Ikhsan dengan erat
" Bunda sayang, desa han bunda selalu merdu aku dengar sayang, sebentar lagi selesai. maaf yah sayang kalo sebentar." Lanjut Ikhsan, Ikhsan mengelap keringat yang membasahi wajahnya Ratna
__ADS_1
" Mau bagaimana lagi ayah, demi anak kita. aaaahhhh ayah sayang, ahhhh Ikhsan sayang." Desa han Ratna manja dan merdu didengar Ikhsan
Cairan dimasukan kedalam pangkal pahanya Ratna, Ikhsan mencium wajahnya Ratna dan langsung membantu Ratna untuk jalan ke kamar mandi.
Dilain sisi, Dani membantu Reni mengirimkan hasil desain untuk client lewat email, Dani melihat Reni dengan telaten membersihkan badannya Rena dengan handuk air hangat. Dani bener bener merasa bersalah karena dirinya Rena seperti ini berbaring tanpa melakukan apapun.
" Saya ke kantor yah, nanti kamu minta Ikhsan disini yah, menemani kamu bekerja dari rumah sakit." Ucap Dani melihat Reni dan Rena
" Yah sudah sana ke kantor, nanti saya telefon Ikhsan, terimakasih sudah menunggu Rena dari semalam." Ucap Reni sinis, Reni bener bener enggak bisa menahan amarahnya ke Dani.
" Yah sudah, nanti sore saya kesini lagi. permisi." Lanjut Dani ramah, Dani merapihkan berkas berkas yang diatas meja dan siap siap untuk pulang
Dilain sisi, Ratna menyiapkan sarapan untuk Ikhsan, Ratna semakin bahagia karena panggilan sayangnya ditambah sama Ikhsan, berharap perlahan Ikhsan bisa mencintainya walaupun enggak sepenuhnya seperti ke Reni.
" Enggak masalah ayah, bunda mengerti kok sekarang Reni membutuhkan temen untuk berbagi dan temen untuk menemaninya di rumah sakit. aku enggak tega tahu Rena kecelakaan lagi." Ucap Ratna berusaha santai dan berusaha mengalah
" Terimakasih bunda atas pengertiannya, yah sudah aku berangkat ke rumah sakit yah sayang, bunda ke rumah sakit ditemani sama Burhan yah setelah itu pulang ke Villa dan malamnya kesini lagi yah bunda." Lanjut Ikhsan,Ikhsan mencium keningnya Ratna
" Sayang, ayah berangkat kerja dan ketemu sama calon mamah kamu yah, jangan bikin bunda kesakitan yah sayang." Sambung Ikhsan, Ikhsan mencium calon anaknya didalam perut Ratna
" Hati hati dijalan sayang" Lanjut Ratna, Ratna menahan sedih dan sakit hatinya.
__ADS_1
Ratna mengantar Ikhsan kedepan rumah dan masuk kedalam mobil, Ratna sedih sekali karena makanan belum dimakan sama sekali sama Ikhsan, mobil Ikhsan mulai meninggalkan rumahnya.
" Sudah sayang, jangan sedih, masih ada aku. yah sudah yuk ke kamar siap siap ke rumah sakit" Bisik Burhan, Burhan mendekati Ratna yang terlihat sedih
" Aku tadinya bahagia sekali pas Ikhsan mau temani cek up, eh Reni nelefon langsung membatalkan begitu saja. dan wajahnya terlihat bahagia, Ikhsan bener bener enggak memikirkan perasaan aku sama sekali." Ucap Ratna sedih, Ratna mengelus lembut perutnya.
" Jangan setres sayang, kasihan anak kamu, sudah yuk sarapan dan siap siap cek up sayang." Lanjut Burhan, Burhan merangkul pinggangnya Ratna
Burhan mengajak Ratna untuk masuk kedalam rumah, dan siap siap untuk cek kandungannya, Ratna merasa tenang disampingnya Burhan.
Dilain sisi, Ikhsan membelikan sarapan dan buah untuk Reni, Ikhsan bahagia sekali pagi pagi sudah ketemu sama pujaan hatinya. Ikhsan tersenyum bahagia melihat Reni yang lagi merapihkan baju bajunya.
" Selamat pagi sayang, maaf terlambat yah." Ucap Ikhsan ramah
" Pagi sayang, Iyah enggak masalah sayang, yuk makan sayang. aku rindu sama kamu" Ucap Reni senyum manis melihat Ikhsan
Reni membantu Ikhsan menyiapkan sarapan bareng, Ikhsan suapin Reni penuh cinta. Reni ingin sekali nonton bioskop berdua setelah pekerjaan selesai.
" Boleh sayang, aku enggak ingin kamu larut dalam sedih melihat Rena seperti ini terus, kamu mau Rena ditemani sama Dani atau Bodyguard?" Ucap Ikhsan lembut melihat Reni
" Ditemani sama Bodyguard saja sayang, aku masih kesel sama Dani walaupun aku berusaha santai tetep saja aku sebel melihat Dani." Ucap Reni sedih, Reni membersihkan wajahnya karena basah karena air mata.
__ADS_1
Ikhsan meluk Reni merasa enggak tega, tapi Ikhsan enggak bisa terlalu menyalahkan Dani mau bagaimana pun kelakuan Dani dan Ikhsan sama saja.
jangan lupa mampir ke karya saya yang lain, sambil nunggu new episode dan jangan lupa like, komentar, hadiah dan votenya.