
Rena memerintah kan penghulu untuk melanjutkan proses ijab kabul nya, Ikhsan yang melihatnya berusaha untuk menggagalkan nya.
" Pernikahan ini jangan diteruskan" Teriak Ikhsan dengan lantang
" Maksud anda apa pak?" Tanya penghulu melihat Ikhsan dengan tatapan bingung
" Ikhsan jangan merusak kebahagian saya, kamu bukan suami yang baik dan ikhlaskan kepergian saya dan anak kita" Tegas Ratna menatap Ikhsan
" Enggak, sampai kapan pun kamu tetep istri saya dan enggak ada perceraian walaupun pernikahan siri sirih" Lanjut Ikhsan berusaha mendekati Ratna
" Jangan dengar ucapan orang itu pak, kita punya bukti dia selalu KDRT sama istri dan rela mencari istri lagi saat istri nya lagi hamil muda." Tegas Reni enggak membiarkan Ikhsan seenaknya.
" Pernikahan ini ditunda sampai masalah pribadi mereka selesai, selama suami belum ada kata talak mereka tetep suami istri. selama belum ada kata cerai pernikahan ini enggak bisa dilanjutkan." Tegas Penghulu menatap Ikhsan dan Ratna
" Tapi dia KDRT pak, masa harus dibiarkan pak." Tegas Burhan enggak terima sama keputusan Penghulu
" Apapun alasannya selama mereka belum bercerai, anda enggak bisa menikah. silahkan kalian semua keluar dari sini, kembali setelah semuanya selesai. selamat pagi" Tegas penghulu langsung pergi begitu saja
__ADS_1
" Yes, hayo Ratna kemarilah, penghancur hubungan saya dan Reni. enggak akan saya biarkan bahagia begitu saja." Lanjut Ikhsan dengan lantang
" Berani sentuh Ratna?" Bentak Burhan kepancing emosi
" Cih, sampah sana pergi kamu enggak ada gunanya sebagai laki laki, dia selamanya istri saya yang suka suka mau saya apain juga." Lanjut Ikhsan dengan cuek
" Saya enggak menyangka Ikhsan, kamu semakin egois, kamu mempertahankan pernikahan bukan untuk mencintai, ikhlaskan Ratna untuk bahagia dengan cara dia. dan Reni semakin benci sama tingkah kamu seperti ini. ikhlaskan dan lepaskan mereka." Tegas Rena semakin kesel
" Saya memang mencintai Reni, saya juga enggak mau kehilangan Reni tapi saya lebih enggak mau kehilangan Ratna karena dia mengandung anak saya, selama ini saya yang tanggung semua kebutuhan Ratna selama hamil. jangan bikin saya paksa kamu Ratna kemari lah Ratna".Tegas Ikhsan yang ingin sekali tarik, kalo enggak memikirkan kandungan Ratna sudah ditarik paksa
" Enggak mau, kamu laki laki tega, kamu akan menyiksa saya. saya mohon lepaskan saya dengan ikatan pernikahan ini, saya enggak ingin menderita lagi saya mohon." Teriak Ratna, Ratna berlindung dibelakang Burhan saking ketakutannya.
Entah dari mana suara tembakan, mendadak Ikhsan jatuh pingsan yang kaki nya mendadak keluar darah, dan belakangnya dipukul sama bodyguard. bodyguard langsung gotong Ikhsan dan membawa Ikhsan pergi. sedangkan Dani sudah melarikan diri entah kemana.
Dilain sisi, Dani yang melihat posisinya sangat lemah, diam diam kabur tanpa sepengetahuan Bodyguard dan orang orang yang ada didalam ruangan Ijab kabul.
" Lebih baik kabur dari pada merendahkan diri sendiri didepan para sampah, Ikhsan bener bener gila mempertahan kan anak dari perempuan Sampah seperti Ratna." Ucap Dani yang berhasil masuk kedalam mobil dan berhasil kabur begitu saja.
__ADS_1
Dilain sisi, Ikhsan di obati di rumahnya Reni, Reni menjaga ketat Ikhsan supaya enggak kabur. beruntungnya Ikhsan berhasil diobatin dan sadar kan diri.
" Saya dimana?" Tanya Ikhsan lirih, Ikhsan pegang kepalanya yang terasa sakit.
" Digudang rumah saya, hal yang kamu lakukan untuk menyiksa Joko dan Burhan saat di villa bukan." Tegas Reni menatap Ikhsan
" Sayang, kenapa kamu sejauh ini membela mereka? aku cuman enggak mau kehilangan kamu dan Ratna sayang, aku enggak mau anak kandung aku diurus sama laki laki seperti Burhan, masa depannya enggak akan bagus sayang." Lanjut Ikhsan merendahkan Burhan
" Jaga ucapan kamu, saya enggak akan membiarkan istri dan anak saya kelaparan. saya akan memberikan kasih sayang yang enggak pernah kamu berikan ke Ratna selama ini." Tegas Burhan enggak terima direndahkan
" Hahahaha, Burhan Burhan, lihat kamu mana ada uang sih, untuk bayar dokter mana ada uang, untuk kebutuhan nutrisi Ratna selama hamil mana ada uang, dan kebutuhan anak mana ada uang sih. berani sekali merebut istri orang tanpa sadar diri." Ledek Ikhsan penuh amarah dan meremehkan Burhan
Bugh
Satu tonjokan mendarat sempurna dipipi nya Ikhsan, Burhan semakin marah dengan ucapan Ikhsan yang selalu merendahkannya tanpa bisa menghargai Burhan sama sekali.
' Tapi Burhan sudah bekerja di tempatnya Reni, Burhan pasti mampu memberikan kehidupan yang layak untuk Ratna. biarkan Ratna dan Burhan bahagia, sudah cukup mereka menderita Ikhsan." Bujuk Susi, Susi enggak rela Ratna menderita lagi karena Ikhsan
__ADS_1
" Sampai kapan pun, Ratna enggak boleh bahagia, suruh siapa seenaknya selingkuh dan seenaknya menghancurkan hubungan saya sama Reni selama ini berjalan dengan baik baik saja." Bentak Ikhsan penuh amarah, Ikhsan merasa beruntung handphone nya enggak diambil sama Reni, bisa menghubungi bodyguardnya tanpa bicara bodyguard diseberang telefon faham akan kondisi bosnya dan langsung mengatur strategis untuk menyelematkan bos nya.
" Kamu orang egois Ikhsan, kurung orang ini sampai kita menemukan cara untuk dia mendapatkan efek jera. biar enggak seenaknya sama perempuan" Bentak Reni kesal, Reni mengajak Burhan, Susi, dan Ratna. keluar dari gudang sedangkan Ikhsan dijaga ketat sama beberapa bodyguard yang dilengkapi sama perlindungan diri mereka.