
Reni lari begitu saja setelah turun dari mobil, Reni enggak peduli dilihat banyak orang. Reni langsung masuk kedalam lift rumah sakit ditemani sama Ikhsan berusaha menenangkan Reni yang enggak berhenti nangis.
" Sabar sayang, sudah yah jangan nangis lagi." Bujuk Ikhsan, Ikhsan langsung peluk Reni yang mulai tenang dalam pelukan Ikhsan
" Aku takut sayang, takut kehilangan ka Rena, kenapa Dani sebodoh ini enggak bisa melindungi Rena. aku menyesal sayang memberikan ijin ka Rena ikut kunjungan kerja." Ucap Reni penuh amarah ke Dani
" Sabar sayang, yang namanya musibah enggak ada yang tahu datang ke siapa dan bagaimana keadaannya kan. sabar dan ikhlas. masih ada aku sayang di samping kamu." Ucap Ikhsan lembut, Ikhsan melihat wajahnya Reni yang basah karena air mata dan Ikhsan membersihkannya.
" Iyah sayang, terimakasih yah selalu ada disamping aku. aku enggak akan memaafkan Dani kalo Rena sakit parah " Ancam Reni kesel
Lift sampai di lantai dua kamar rawat inap, Ikhsan menggandeng tangannya Reni untuk jalan ke kamarnya Rena. saat tiba dikamar Reni langsung lari ke kasurnya Rena dan memeluk Rena dengan air mata yang entah kenapa mudah sekali untuk keluar.
" Dani kenapa bisa begini, kenapa Kaka saya bisa kecelakaan saat disamping kamu?" Bentak Reni, Reni melepaskan pelukannya ke Rena dan melihat Dani
__ADS_1
" Ma, maafkan saya Reni, saya enggak tahu akan seperti ini. saya akan tanggung semua biaya pengobatan Rena. maafkan saya" Ucap Dani pelan, Dani menyesal karena ketemu sama temen ranjang, membuat Rena lari setelah mendengar obrolan Dani dan wanitanya.
" Kata dokter, Rena amnesia karena benturan keras dikepalanya, Rena akan ingat masa lalu yang artinya Rena enggak akan ingat siapa saya, Ikhsan, dan orang orang kantor." Sambung Dani pelan, Dani merasa menyesal
" Astaga, selama Kaka saya sakit saya berusaha bersikap baik sama kamu, tapi kalo sudah sembuh total awas saya akan minta pertanggung jawaban kamu, jangan licik membuat Kaka saya enggak sembuh total." Ancam Reni penuh amarah
" Sirna deh, mendapatkan pacar perempuan baik baik." Batin Dani sedih
" Sudah sayang, jangan marah marah sama Dani. doain saja kesembuhan Kaka kamu yah. kamu bisa bekerja dari rumah sakit, seperti waktu itu. bolehkan Dani" Ucap Ikhsan melihat Dani.
" Bagus, saya akan membawa alat alat kerja saya dan baju saya. kamu tunggu Kaka saya sebentar." Lanjut Reni sinis melihat Dani
" Sabar bro, kebodohan kamu diuji sekarang." Sindir Ikhsan melihat Dani
__ADS_1
" Ka, saya pulang sebentar yah mau ambil baju kita, mulai malam ini selama Kaka koma. saya akan menemani Kaka di rumah sakit." Lanjut Reni enggak menyangka sama musibah yang menimpa Rena
Reni pergi begitu saja dari kamar rawatnya Rena, Ikhsan langsung nyusul Reni yang jalan duluan. Dani langsung duduk disampingnya Rena yang masih setia dalam tidurnya.
Dilain sisi, Susi yang mendengar kabar selingkuhannya Dani kecelakaan, ada rasa bahagia dan enggak tega. rasanya Susi ingin sekali menjenguk perempuan malang itu, tapi ancaman Dani membuatnya enggak bisa bebas pergi.
" Kebanyakan temen kencan, yah jadi begini deh keadaan Dani, Rena dan Reni kan perempuan baik baik saat mendengar orang yang berusaha mendekatinya ternyata seorang playboy tentunya sakit hati." Ucap Ratna, Ratna bermanja manja sama Burhan
" Playboy seperti mereka enggak akan mudah mendapatkan perempuan baik baik, tinggal Ikhsan saja yang belum ketahuan sama Reni. apa lagi mereka sudah jadian lebih menyakitkan walaupun masih pacaran." Sindir Susi puas akhirnya cowok cowok egois enggak akan hidup tenang
" Bener, karma akan tiba kok sepandai-pandainya Ikhsan bermain rapih akan ketahuan juga, yah sudah saya siap siap mau ke rumah Ikhsan Alhamdulillah setiap malam saya dibolehkan tidur bareng suami lagi. walaupun paginya langsung kesini." Lanjut Ratna lega
" Enaknya Ikhsan masih butuh kamu, yah sudah have fun yah Ratna." Lanjut Susi merasa iri
__ADS_1
Burhan membantu Ratna untuk siap siap ke rumah Ikhsan, Ratna menyiapkan makan malam enak dan suasana kamar yang romantis. Burhan yang tahu keinginan Ratna cuman bisa pasrah, pasrah menjadi temen kesepiannya Ratna yang enggak berarti dalam hidupnya.
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan Votenya. supaya semakin semangat nulisnya dari pembaca semuanya 😂😘