
Ratna dan Susi merasakan kesepian di villa pertama kalinya, enggak ada Burhan dan Joko dideket mereka, biasanya pagi seperti ini mereka menyiapkan sarapan dan melanjutkan bersih bersih villa terkadang dibantu sama Susi dan Ratna walaupun enggak lama dan setelah beberes selalu Burhan dan Joko minta jatah.sekarang hidup Ratna dan Susi bener bener kesepian.
" Jangan bahas mereka?" Bisik Susi melihat Ratna yang melamun
" Iyah tahu kok, tapi kangen kebersamaan dulu yah." Ucap Ratna sedih dan rindu kebersamaan bareng Burhan
" Kangen sudah pasti Ratna, mereka lebih pengertian dan perhatian dari pada suami sendiri ke kita selama ini." Lanjut Susi sedih, sedih dan menyesal nekat kabur dan akhirnya kehilangan orang yang bener bener tulus mencintainya.
" Mereka berbeda, mereka lebih sempurna. sudah yuk masuk kedalam sebelum ART pada kepo." Lanjut Ratna ngeliat belakang
Susi ngangguk dan langsung jalan diikuti sama Ratna, Ratna baru ingat sebentar lagi waktunya kontrol kandungan. rasanya semakin sedih sudah enggak ditemani sama Ikhsan dan kehilangan Burhan yang bener bener perhatian selama di rumah sakit dan ngajak makan setelah kontrol kandungan.
Dilain sisi, Rena dan Reni menyiapkan dokumen yang dibutuhkan saat kunjungan kerja nanti, Rena merasa bahagia sekali dengan kegiatan kunjungan kerja seperti ini. bisa sekalian jalan jalan apa lagi sekarang sudah punya pacar
" Sudah beres semuanya, hayo berangkat Ren" Ucap Rena ceria
" Hayo ka" Ucap Reni.
Rena dan Reni langsung keriangannya Dani, Dani senyum bahagia melihat Rena sudah siap sama dokumennya.
" Siap sayang?" Tanya Dani melihat Rena
" Sudah dong sayang, semuanya sudah aku bawa." Ucap Rena, Rena jalan menuju mejanya Dani.
" Ikhsan mana?" Tanya Reni
" Diruangannya, kalo mau kesana saja, kita tunggu di lobi yah." Lanjut Dani, Dani merapihkan meja kerjanya.
" Beres Kaka bos." Goda Reni terkeheh
" Iyah adik" Goda Dani
Reni langsung jalan keluar ruangannya Dani dan menuju ke ruangannya Ikhsan.
Dilain sisi, Burhan dan Joko ganti baju sesuai arahan dari Danu, Danu memasangkan cctv bentuk hetset di kerah bajunya Burhan dan Joko.
__ADS_1
" Kalo mereka ngajak ngobrol ladenin saja, tetep tenang dan jangan gugup orang seperti Dani akan bahagia melihat musuhnya ketakutan." Tegas Danu melihat Burhan dan Joko
" Beres bos, bajunya bagus" Puji Burhan terus terang
" Yah dong, masa yang sudah lusuh saya kasih, yuk jalan. kita akan masuk terakhir pas Dani dan Ikhsan sudah sampai duluan, supaya mereka enggak ada alasan untuk kabur." Lanjut Danu
" Gerak cepat yah Nu" Ledek Eka melihat Danu
" Yah dong harus itu, kalo terlalu santai keburu Rena jadi istrinya Dani. mana ikhlas saya. Rena jadi madu" Protes Danu enggak suka
Joko,Burhan,dan Eka. memberikan dua jempol tanda setuju, Dani dan yang lain langsung jalan meninggalkan ruangannya Danu.
Dilain sisi, Dani sangat terkejut melihat Joko dan Burhan jalan disampingnya Danu, wajah pucat terpancar dari wajahnya. sedangkan Ikhsan berusaha santai walaupun dalam hatinya was was
" Ngapain mereka disini?" Tanya Dani dalam hati
" Maaf lama, enggak masalah kan supir kita gabung makan." Ucap Danu santai, Danu senyum kemenangan melihat wajah kaget Dani dan Ikhsan bersamaan dengan datangnya Joko dan Burhan
" Ah Iyah enggak masalah kok, silahkan duduk" Ucap Dani berusaha santai
" Apa kalian sudah pesan makanan?" Tanya Eka
" Belum, kita baru sampai kok." Ucap Ikhsan menatap tajam clienya.
" Supir apaan, jelas jelas mereka baru beberapa hari dibuang, apa dipungut dimana dan kenapa?" Batin Ikhsan enggak tenang
" Sayang, kenapa keringat dingin." Ucap Reni menatap Ikhsan yang enggak tenang
" Aku, aku biasa saja sayang." Lanjut Ikhsan bingung
" Pacar anda perhatian sekali, nona pacarnya kasih air hangat saja biar lebih tenang." Ide Burhan, Burhan menatap tajam kearah Ikhsan
" Iyah" Lanjut Reni, Reni langsung jalan mencari pelayan untuk memesan air hangat.
Suasana di meja makan restoran, nampak enggak bersahabat Dani, Danu, Ikhsan, Eka, Burhan, dan Joko. sama sama diam dengan wajah yang tegang, Rena yang melihat sejujurnya merasa aneh tapi berusaha untuk enggak ikut campur
__ADS_1
" Proyek pembangunan klinik selama Dua tahun, dan saya pribadi sangat senang dokter Danu mau setuju ada ruangan khusus buat lansia." Ucap Rena bahagia.
" Yah Rena, memang saya setuju karena kebanyakan lansia mereka dikasih tempat khusus di panti jompo, tapi di klik saya ada fasilitas untuk lansia yang kurang mampu untuk berobat gratis dan mendapatkan kegiatan menyenangkan." Ucap Eka, Eka memberikan kode ke Burhan pura pura ke kamar mandi, diangguk sama Burhan. Ikhsan yang melihat Burhan pergi pura pura angkat telefon dan menjauh berusaha ngejar Burhan jalan duluan ke kamar mandi
Dilain sisi, Ikhsan jalan cepat supaya bisa sampai didepan kamar mandi, Ikhsan mencengkram kuat tangannya Burhan, dan Burhan langsung melepaskannya dengan kasar.
" Maksudnya apa kerja ditempatnya Danu?" Bentak Ikhsan kesel
" Kenapa?takut yah kalo perselingkuhan kamu ketahuan sama mereka?" Tanya Burhan meremehkan Ikhsan
" Saya enggak takut sama sekali, kenapa bisa ketemu sama mereka? bukannya jarak antara villa ke jalan raya jauh? kapan kenal sama mereka hah?" Bentak Ikhsan semakin kesal
" Tanpa sengaja lewat, banyak berdoa saja yah Ikhsan supaya pernikahan kamu aman dan hubungan kamu sama Reni juga aman. bisa tetep memiliki mereka berdua" Lanjut Burhan dengan sengaja
" Awas, kalo berani mengganggu kehidupan saya, dan menghancurkan semuanya." Bentak Ikhsan, Ikhsan mengepalkan tangannya sakit emosinya
" Kamu ngancam saya hah, saya enggak takut sama sekali, saya enggak akan bongkar perselingkuhan kamu. tapi ingat serapat apapun rahasia sesuatu saat akan kebongkar juga. jadi siap siap menanti saat karma tiba." Lanjut Burhan, Burhan nepuk bahunya Ikhsan dan langsung kembali ke meja.
" Loh enggak ke kamar mandi?" Tanya Ikhsan dengan bodohnya
" Sengaja, dan bener kan kamu ikutin saya sampai kesini. ahahahahaha Ikhsan Ikhsan." Ledek Burhan ketawa puas melihat kebodohannya Ikhsan, Burhan melanjutkan jalannya menuju meja makan.
" Sial, dikerjain mantan bawahan terendah." Protes Ikhsan kesal, bisa bisanya dikerjain sama Burhan
Dilain sisi, Danu tersenyum saat mendengar percakapan Burhan dan Ikhsan tadi, Burhan menjalankan tugasnya sesuai harapannya. Burhan menikmati hidangan makanan Yang ada.
" Reni saya mau buatkan rumah boleh enggak?" Tanya Eka sengaja, Eka memang ingin memiliki rumah impiannya.
" Boleh boleh Eka, Nanti saya kasih beberapa contoh rumahnya bisa kamu pilih yah." Ucap Reni bahagia
" Sial, apa lagi rencana mereka selanjutnya." Batin Ikhsan semakin was was
" Oke Reni, ditunggu kabar baiknya yah." Lanjut Eka santai
Ikhsan semakin curiga dengan proyek yang diminta Danu dan Eka seperti disengaja,apa lagi dengan datangnya Burhan dan Joko saat ini. Ikhsan semakin kwartir hubungannya akan hancur sama Reni. begitu juga dengan Dani was was sama hubungannya baru jadian. belum rela harus putus karena adanya Susi.
__ADS_1