
Rena pergi ke supermarket untuk membeli cemilan dan obat diet, Rena sengaja enggak mengajak Dani yang lagi ngobrol santai sama kontraktor. Rena yang sudah selesai belanja, tanpa sengaja melihat Dani bermesraan sama perempuan dan mendengar obrolan mereka. membuat Rena menyesal menerima cintanya Dani.
" Oh ternyata kamu Casanova astaga, untung kita baru jadian. maaf Dani sepertinya kita enggak cocok jadi pacar lebih cocok sebagai atasan dan bawahan dalam pekerjaan saja." Ucap Rena berusaha santai
" Sayang, sejak kapan dibelakang aku, sayang jangan bicara seperti itu. dia temen lama aku sayang dia memang sembarangan kalo bicara sayang." Ucap Dani gugup karena ketahuan belangnya
" Sembarangan?, oh kamu korban selanjutnya yah, hati hati sama Dani kalo sudah bosan mendapatkan yang diinginkan ditinggalkan enak di dia enggak enak di kita." Ucap sinis perempuan yang dicampakkan Dani
" Jaga mulut kamu" Bentak Dani kesel
Dani mengejar Rena yang lari entah kemana kakinya melangkah, ingin sekali meninggalkan Dani sejauh mungkin. Dani yang selama ini dikenal baik, ramah, dan sopan. enggak jauh beda sama ular berbisa. Rena yang enggak melihat jalan akhirnya ketabrak motor dan pingsan. membuat Dani langsung menggendong Rena dan membawa Rena ke rumah sakit, sedangkan yang nabrak Rena diamankan sama warga setempat.
" Sayang sadar lah sayang, maafkan aku maafkan aku sayang" Batin Dani menyesal, ceroboh pas tadi melihat mantan teman ranjangnya justru asik membahas masa lalu. enggak waspada kalo Rena bisa datang
Dani bener bener kwartir sama keadaan Rena, Dani yang sudah sampai di rumah sakit langsung menggendong Rena masuk ke UGD dan dokter langsung meriksa kondisinya Rena. Dokter yang sudah memeriksa Rena langsung menghampiri Dani yang terlihat cemas.
" Pasien amnesia, akibat kepalanya terbentur keras aspal, untungnya enggak ada pendarahan yang berarti." Ucap dokter menjelaskan kondisinya Rena
" Astaga amnesia dok, kira kira berapa lama dok pasien sakitnya?" Tanya Dani kwatir, bagaimana caranya kasih tahu Reni kondisi Rena bisa seperti ini.
__ADS_1
" Cukup lama pak, karena benturan cukup keras. pasien akan melupakan masa sekarang pak, akan ingat masa lalu saja, jangan paksa pasien untuk mengingat pak. yah sudah pasien mau saya pindahkan ke kamar perawatan dulu" Penjelasan dokter prihatin
" Astaga, pindahkan pasien ke kamar VIP saja dokter." Lanjut Dani kaget dan bingung
" Yah sudah permisi" Lanjut dokter pergi
Dani yang melihat Dokter pergi, langsung ke hotel untuk mengambil barang barangnya Rena dan barang barangnya.
Dilain sisi, Reni bahagia sekali menikmati pemandangan indah di puncak Bogor, Reni yang baru merasakan udara dingin kota Bogor tentunya sangat bahagia apa lagi ditemani sama Ikhsan. setelah pulang kerja Ikhsan mengajak Reni jalan jalan ke puncak.
" Bagaimana sayang, pemandangannya apa kamu suka? ini Villa punya aku sayang, kalo ada rapat di Bogor biasanya aku ajak client rapat disini?" Tanya Ikhsan melihat Reni
Ikhsan yang mendengar suara handphone langsung angkat telepon masuk ternyata dari Dani, Ikhsan kaget saat mendengar cerita sebenernya dari Dani, dan sekarang bingung kasih tahu Reni penyebab kakanya kecelakaan dan sekarang amnesia.
" Bodoh bodoh, enggak bisa main aman sama sekali sih Dani." Batin Ikhsan kesel
" Yah sudah saya dan Reni segera kesana, saya akan bilang sekretaris saya dan Reni susul kamu." Ucap Ikhsan kesel
" Yah sudah bro, saya sudah suruh bodyguard mengantarkan jet pribadi saya ke sana, supaya kamu dan Reni lebih cepat kesini nya." Ucap Dani diseberang telefon
__ADS_1
" Yah sudah oke" Lanjut Ikhsan kesel
" Sayang kenapa?" Tanya Reni penasaran
" Sekarang kita pulang sayang, siap siap susul Dani ke Palembang soalnya Rena koma sayang." Ucap Ikhsan, Ikhsan meluk Reni yang syok mendengar ucapan Ikhsan barusan
" Astaga, kenapa bisa kecelakaan sayang, memangnya mereka ngapain disana sayang." Lanjut Reni nangis karena kesel kakanya mengalami kecelakaan lagi dan ada rasa cemas.
" Entahlah sayang, hayo kita susul ke rumah sakit sekarang." Lanjut Ikhsan melepaskan pelukannya, Ikhsan membersihkan wajahnya Reni yang basah karena air mata
Ikhsan mengajak Reni untuk masuk kedalam mobil, Ikhsan dengan terpaksa menceritakan kalo Rena mengalami amnesia cukup parah, membuat Reni nangis mendengar keadaan kakanya.
" Astaga amnesia, kita pindahkan ka Rena ke rumah sakit di Jakarta sayang. aku binging mereka ngapain disana sampai ka Rena kecelakaan seperti ini." Ucap Reni sedih dan bingung
" Katanya lagi kerja dan Rena jatoh sayang, sudah yah tenang jangan nangis terus sayang. kita akan kesana" Ucap Ikhsan merasa prihatin mendengar keadaanya Rena
Ikhsan membawa mobil dengan kecepatan sedang, Reni yang lelah nangis terus akhirnya tidur didalam mobil, Ikhsan yang melihat Reni tidur langsung ngelus rambutnya Reni
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan votenya.
__ADS_1