
Rena yang akan menjalankan Operasi kaki merasa gugup, Reni yang tahu kakanya gugup berusaha memberikan motivasi untuk Rena, Rena juga ingin sembuh supaya enggak merepotkan Reni terus menerus setiap harinya.
" Optimis ka, setelah operasi selesai kaka bisa jalan, kita bisa kemana pun ka, lebih penting kita bisa kerja ka, bisa ngerasain jadi orang kantor dan kunjungan kerja ka. apa lagi kunjungan kerja hasil desain sendiri membuat bangga dan bahagia ka." Ucap Reni jongkok didepannya Rena
" Apa yang dibilang Reni bener, kalo sembuh total kan enak, bisa kemana-mana sendiri bisa kerja di kantor lagi kan. jadi semangat yah Rena jangan tegang dan optimis" Ucap Ikhsan berharap Rena bisa sembuh total dan bisa modusin Rena juga
" Iyah terimakasih semangat dari kalian berdua, bismillah saya optimis bisa sembuh" Lanjut Rena berusaha tenang
" Sudah waktunya keruangan Operasi" Ucap suster, suster mendorong kursi rodanya Rena masuk keruangan operasi
Ikhsan meluk Reni yang cemas, memberikan semangat untuk Reni. Reni yang dipeluk sama Ikhsan merasa tenang dan nyaman, Reni membiarkan Ikhsan memeluknya selama operasi nya Rena.
Dilain sisi, Dani yang tahu Ikhsan menemani Reni karena Rena operasi berusaha sabar dan mengerti kondisinya Ikhsan, Dani sendiri yang harus melakukan kunjungan kerja melihat pembangunan sekolah yang didesain sama Reni. Dani minta ditemani sama Susi dan supir.
__ADS_1
" Desain perempuan itu bagus juga yah sayang, aku enggak sabar mau melihat hasil pembangunan sekolah ini." Ucap Susi puji pembangunan awal karena desain nya Reni
" Iyah sayang, aku juga enggak menyangka walaupun enggak kuliah sama sekali. karena kegigihan Reni membuat dia mampu membuat desain sebagus ini. selain ini ada beberapa yang dia buat dan hebatnya selalu diterima sama cleint" Puji Dani cuek sama sekali enggak menghargai perasaan Susi sama sekali
" Itu lah Rezki sayang, jalan hidupnya Reni, membanggakan dan menguntungkan buat perusahaan kamu." Lanjut Susi berusaha santai, Susi merasa emosinya selalu diuji sama Dani selama kenal Reni sebagai karyawan barunya.
Dani mengabaikan ucapannya Susi, Dani mengajak Susi keliling bangunan sekolahan yang lagi dibangun. Dani merasa lapar mengajak Susi pesen makanan online, Dani menunggu didalam mobil sampai makanan sampai.
" Kalo makanan sudah sampai pegang dulu yah, saya mau bermesraan mengerti." Perintah Dani melihat bodyguard
Dani masuk kedalam mobilnya, Dani langsung melancarkan aksi bermesraan mesra sama Susi, suara merdu susi membuat Dani semakin bahagia bermesraan. Susi dibuat polos sama Dani, Susi berusaha menikmati ajakan Dani olahraga panas didalam mobil.
" Pelan pelan yah sayang, kwatir mobilnya gerak pada curiga sama apa yang kita lakukan." Ucap Susi meluk Dani yang polos
__ADS_1
" Iyah iya sayang, aku akan pelan pelan kok." Ucap Dani memaju mundurkan pinggangnya, Dani bener bener pelan menggerakkan pinggangnya membuat Susi semakin melayang karena olahraga panasnya lebih lama, karena pergerakan pinggangnya terlalu lama.
" Aaahh sayang, selow sayang." Desa han dan bisikan Susi, membuat Dani merasa di goda
" Iyah sayang, aku sudah pelan, mende sah saja tanpa protes mengganggu kesukaan aku saja." Lanjut Dani mulai kesal
Dani terus menggerakkan pinggangnya, akhirnya cairannya keluar juga sekian lama, Dani langsung turun dan membuang kedalam tissu basah.
" Aku lega, mantap walaupun diburu buru keadaan." Ucap Dani lega
" Iyah sayang, Lebih cape tapi lebih luar biasa kan." Goda Susi berusaha membuat Dani enggak marah
" Iyah sayang, cepat lah dibersihkan dan rapihkan baju kamu, sebelum kita keluar." Lanjut Dani merapihkan bajunya.
__ADS_1
Susi menjalankan perintahnya Dani, Susi melihat Dani yang cuek dan seenaknya berusaha santai yang penting rekeningnya bertambah isinya. walaupun kesel dan sakit hati enggak membuat isi rekeningnya berkurang berusaha enggak peduli fikir Susi.