Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Amukan Dani


__ADS_3

Reni dengan panik masuk ke kamar rawatnya Rena ditemani Ikhsan, Reni enggak habis pikir kenapa lagi dengan kondisi Rena yang selalu sakit membuatnya sedih.


" Dokter Danu sebenarnya Kaka saya kenapa?" Tanya Reni kwartir


" Tadi saya enggak sengaja ketemu sama Rena di supermarket dia ngeluh sakit kepala, dan akhirnya pingsan seperti ini Reni." Ucap Danu yang setia menunggu Rena setelah Dani pergi


" Memangnya ketemu di supermarket mana?" Tanya Reni penasaran


" Dijalan sakura Jakarta Selatan" Lanjut Danu terus terang


" Jalan sakura? jangan jangan ditempat proyek pembangunan panti jompo." Lanjut Reni kaget


" Tenang sayang, sekarang kita tunggu Rena sadar saja yah sayang" Ucap Ikhsan berusaha santai


" Tenang bagaimana sayang, Kaka aku sakit kepala disana tapi aneh yah." Lanjut Reni, Reni tiba tiba jadi curiga


" Apa ada hubungannya Rena amnesia sama tempat itu yah, semakin penasaran." Batin Danu curiga


" Bahaya kalo Danu semakin ikut campur, Ya tuhan hubungan saya dan Reni masih baru. Dani sialan." Batin Ikhsan kesel.


" Yah sudah Reni, kalo ada apa apa segera hubungi saya yah, saya ada di ruangan saya. permisi." Lanjut Danu, Danu langsung jalan keluar


Reni langsung meluk Rena dengan tangisan bingung dan kesel, andaikan Reni tahu penyebab Kakanya sakit pasti akan marah besar.


Dilain sisi, Dani keliling villa enggak menemukan keberadaan Susi, Joko, dan Burhan. Dani berusaha menghubungi Susi sama sekali enggak ada respon begitu juga sama Joko dan Burhan. mengabaikan panggilannya Dani.


" Mereka bertiga pergi kemana?" Bentak Dani kesal


" Baju mereka enggak ada dimana pun tuan, mereka pasti menyembunyikan sesuatu ini sangat aneh tuan." Ucap supir melihat Dani


" Saya akan telefon Ratna perempuan itu pasti tahu kemana perginya mereka." Teriak Dani penuh amarah


Dani menghubungi Ratna, Ratna mengangkat teleponnya Dani.


" Apa kamu tahu dimana Susi, Joko,dan Burhan pergi? Baju mereka enggak ada dikamar?" Tanya Dani penuh amarah, saat sambungan telefon terhubung

__ADS_1


" Aku engga tahu sayang, aku kan ikut Ikhsan sayang jadi enggak tahu apa apa" Ucap Ratna takut diseberang telefon


" Awas kalo bohong, kamu akan menerima akibatnya Ratna. saya tanya sekali lagi dimana perempuan liar itu pergi sekarang." Bentak Dani, Dani yakin kalo Ratna tahu kepergian Susi


" Aku, aku bener bener enggak tahu sayang, au perut aku sakit." Lanjut Ratna pura pura kesakitan


" Kamu kenapa, oke untuk sekarang aku percaya. awas kalo ketahuan hidup kamu akan lebih sengsara." Bentak Dani langsung mematikan teleponnya.


" Kamu cari tahu mereka kemana lewat GPS, temukan mereka dalam keadaan sehat dan dua hari langsung ketemu" Bentak Dani semakin kesal


" Baik tuan, saya akan menjalankan perintah tuan dalam waktu dua hari." Lanjut supir


Dani langsung keluar dari villa dengan amarah yang memuncak, Dani mendapatkan laporan dari Ikhsan kalo Susi ingin bercerai membuat Dani langsung ke villa dan ternyata di villa sudah kosong bahkan baju baju Susi, Joko, dan Burhan. sama sekali enggak ada yang ditinggal sama sekali.


Dilain sisi, Ratna menjadi takut setelah mendapatkan telefon dari Dani, Ratna langsung telefon Susi dan memberitahu kalo Dani marah besar.


" Susi, kalian ada dimana sekarang?" Tanya Ratna saat saluran Vidio call terhubung


" Kita dijalan Na, kita bertiga mau ke Palembang saja Ratna, supaya enggak mudah ketemu sama Dani dan Ikhsan." Ucap Susi santai, saat


" Cowok itu bener bener egois dan seenaknya, saya tetep mau pergi dan kamu jaga diri baik baik di sana yah. semoga selalu bahagia" Lanjut Susi, sejujurnya Susi takut nekat kabur seperti ini.


" Sayang, maafkan aku, aku ikut pergi sayang aku enggak mau hubungan kita ketahuan dan kamu semakin menderita sayang. jaga diri kamu baik baik di sana i love you Ratna sayang." Ucap Burhan dengan haru


" Terimakasih sudah memikirkan hal itu sayang,semoga disana kamu mendapatkan kebahagian dan cinta sejati kamu sayang. i love you too Burhan sayang, terimakasih atas pengorbanan dan waktu yang kita lalui selama ini " Lanjut Ratna sedih


" Yah sudah kita matiin teleponnya yah, kapan kapan kita akan telefon lagi yah, kasih tahu dimana kita tinggal." Lanjut Susi


" Yah Susi, hati hati dijalan untuk kalian semua." Lanjut Ratna, Ratna langsung mematikan teleponnya


Dilain sisi, Ikhsan membantu Dani melacak keberadaan Susi, Joko, dan Burhan. Sebenernya mereka pergi enggak menjadi masalah cuman status pernikahannya yang membuat Dani marah besar, bisa bisanya Susi kabur bareng Joko dan Burhan.


" Lokasi mereka sudah diketahui, sekarang mereka mau ke terminal." Ucap Ikhsan serius


" Bagus, kerahkan semua bodyguard untuk melarang mereka jalan, bagaimana pun caranya seenaknya saja Burhan dan Joko bawa kabur istri saya" Ucap Dani kesal

__ADS_1


Ikhsan langsung menelfon kepala bagian bodyguard untuk menyusul ke terminal pakai mobil dan motor, Ikhsan memantau GPS yang terhubung di handphone nya Susi.


" Hayo kita juga kesana sekarang." Tegas Dani, Dani siap siap untuk jalan


" Hayo, mereka dikasih hati balasannya seperti ini." Ucap Ikhsan ikut ikutan marah


Dani dan Ikhsan langsung nyusul ke terminal, Dani yang bawa mobil sedangkan Ikhsan duduk di kursi sampingnya fokus memantau GPS.


Dilain sisi, Danu yang melihat Reni menunggu Rena sendirian dikamar perawatan langsung masuk, Danu bingung antara mau jujur atau terus menerus nutupin rahasianya Ikhsan pacarnya.


" Eh dokter Danu, mau periksa ka Rena?" Tanya Reni langsung berdiri


" Enggak, cuman mau lihat saja sih, tumben sendirian mana pacar kamu?" Tanya Danu penasaran


" Lagi ada urusan katanya sama Dani, makannya mereka enggak ada disini deh, dok apa Kaka saya bisa sembuh total?" Tanya Reni cemas


" Kita akan operasi Reni, tujuannya mempercepat kesembuhan kondisi Rena. tapi nunggu Rena sadar dan kondisinya stabil dulu baru bisa dioperasi." Penjelasan Danu


" Yah ampun operasi, yah sudah dok, apapun tolong lakukan yang terbaik untuk Rena. saya enggak tega melihatnya selalu seperti ini terus." Lanjut Reni prihatin


" Kamu tenang saja yah, saya akan melakukan apapun demi Rena sembuh total, semua pasien amnesia selalu seperti ini sih, tapi saya akan melakukan yang terbaik yah." Lanjut Danu penuh harap.


" Iyah dok" Lanjut Reni pasrah dan berharap kesembuhan Rena


Dilain sisi, Bodyguard Dani dan Ikhsan berhasil menyusul Susi, Joko, dan Burhan ke terminal. Susi bener bener takut ketemu sama Dani enggak siap menerima amukan dari Dani.


" Dasar perempuan liar dan enggak tahu diri kamu, hidup kamu sudah enak ditampung justru membuat ulah seperti ini." Bentak Kepala bagian bodyguard


" Jangan hina Susi seperti ini, kamu bener bener enggak punya hati sekali bicara kasar sama perempuan" Bentak Joko enggak terima


" Perempuan seperti dia mana pantas diajak bicara santai, siap siap kalian bertiga mendapatkan amarah dari tuan Ikhsan dan tuan Dani. mengganggu waktu kebersamaan mereka bareng sama pacarnya." Ledek kepala bagian Bodyguard


" Apa mau mereka, dianggap dengan waktu lama, giliran kabur dicariin seolah peduli." Ucap Susi kesel


" Mereka punya uang yah suka suka lah, terminal ini sudah dijaga ketat kalian enggak bisa seenaknya kabur lagi." Bentak Kepala bagian bodyguard dengan sinis.

__ADS_1


Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*, novel baru * Om ceo suami ku"


__ADS_2