
Rena dan Reni bener bener malas hari ini pergi ke kantor untuk bekerja dan hari terakhirnya ke kantor, Rena dan Reni ingin segera keluar dari perusahan yang membuat kehidupannya mendadak jadi lebih baik.
" Saya sudah baca surat kontrak kerja kita ka, kita bisa keluar tanpa kena denda pemutusan kerja sepihak, selain dari Dani sendiri yang mecat kita. apa mungkin surat perjanjian ini dibuat waktu Ikhsan awal awal bikin kesalahan itu kali yah." Ucap Reni, Reni masih simpan kontrak kerja yang dibuat Ikhsan dulu
" Bisa jadi de, karena kecerobohannya Kaka kan masuk rumah sakit. bagus deh dengan mudah kita keluar, jangan kelamaan kerja bisa bahaya juga untuk kita dan Ratna juga kan." Ucap Rena santai, Rena semakin yakin untuk semakin jauh dari Dani.
" Bener juga yah ka, mereka bisa nekat untuk nyakitin Susi, Burhan, dan Ratna lagi. saya enggak rela karena kita mereka bertiga disakiti lagi karena keegoisan Dani dan Ikhsan." Lanjut Reni, walaupun kecewa dan sakit hati tapi Reni bersyukur kejelekan Ikhsan kebongkar sebelum orang tuanya ke Jakarta
" Hari ini terakhir kita ketemu sama buaya, jangan sampai hidup kita bahagia diatas penderitaan orang lain." Lanjut Rena, Rena menghabiskan sarapannya. Rena sengaja ART Ikhsan disuruh pulang setelah Rena sampai di rumah, bisa bisa ketahuan rencananya
Dilain sisi, Ikhsan dan Dani menjemput Rena dan Reni, tujuannya rindu sama Rena dan Reni sekaligus mau pura pura bahas selama Rena di Tegal.
__ADS_1
" Semoga kita mendapatkan petunjuk dimana Rena nginep, yakin sekali Rena pasti tahu dimana Susi, Ratna, dan Burhan. yang punya kepentingan sama mereka yah Rena dan Reni." Ucap Dani merasa yakin, hilangnya Susi ada campur tangannya Rena.
" Yah semoga saja yah, kita jangan terlalu memaksa bisa bisa mereka berdua merajuk lagi, saya enggak ingin Reni merajuk karena hal ini." Ucap Ikhsan penuh harap
"Yah yah" Lanjut Dani kesel
Dilain sisi, Burhan dan Susi merapihkan ruko sebelum toko dibuka, sedangkan Ratna ngecek stok bareng dagangan dan sedikit membersihkannya. Usia kandungan semakin besar membuat Ratna sulit bergerak cepat.
" Istirahat dulu lah, kasihan anak ini kalo bunda nya kelelahan. biar ayah saja yang membersihkannya nanti." Ucap Ratna ngelus lembut perutnya, Ratna enggak sabar segera resmi menikah sama Burhan biar bisa ada panggilan ayah dan bunda.
" Sayang, sudah siap" Ucap Dani nyengir kuda melihat Rena
__ADS_1
" Sejak kapan kita jadian manggil itu huh" Batin Rena kesel mendengar panggilan sayang dari Dani
" Reni sebentar lagi keluar, tunggu lah disini, saya mau masuk sebentar." Ucap Rena berusaha ramah, Rena males nunggu Reni diluar bareng Dani dan Ikhsan.
" Kasihan dicuekin" Ledek Ikhsan pelan melihat Dani
" Susah juga meluluhkan hatinya Rena yah astaga Rena" Ucap Dani lirih
Dilain sisi, Reni menyiapkan bekal makan siangnya, Reni rencana nya berhenti kerja setelah jam makan siang, supaya enggak mengganggu nafsu makan nya
" Didepan ada buaya, kamu masih lama?' Tanya Rena, Rena melihat dua bekel makan siang
__ADS_1
" Ngapain sih para buaya kesini, sudah selesai ka. hayo berangkat." Ucap Reni, Reni kesel saat tahu ada Dani dan Ikhsan
" Jemput kita berangkat bareng ke kantor" Lanjut Rena males, saat yakin menjauhi justru Dani dan Ikhsan menjemputnya