
Ikhsan merasa lapar ngajak Rena dan Reni makan masakan Korea, Ikhsan sengaja sekalian memperkenalkan si kembar masakan luar negeri karena saat rapat client Lebih memilih makan masakan asing dari pada masakan dalam negeri.
" Kalian mau makanan seafood atau berkuah?" Tanya Ikhsan melihat Rena dan Reni
" Dua duanya Ikhsan, biar merasakan masakan Korea semuanya." Ucap Rena ingin merasakan semua menu masakan Korea
" Oke saya pesan kan" Lanjut Ikhsan ceria
Ikhsan langsung memesankan makanan keinginan Rena dan Reni, enggak membutuhkan waktu lama pesanan Ikhsan datang, Ikhsan mengajarkan Rena dan Reni cara makan yang enak dilihat, Ikhsan paling seneng melihat ekspresinya Reni setiap dijelaskan mukanya terlihat serius dan terlihat lebih cantik.
" Bagaimana rasanya enak?" Tanya Ikhsan melihat Reni
" Enak sekali, terimakasih yah." Ucap Reni bahagia, Reni tersenyum ramah melihat Ikhsan
" Setelah makan saya mau melihat proyek, pengen sih ngajak Rena dan kamu Reni cuman Kaka kamu masih masa pengobatan pasti dilarang." Lanjut Ikhsan yang sebenarnya ingin modus tapi enggak bisa memaksakan keinginannya
" Yah sudah sana kalian pergi saja, proyek desain kita atau bukan?" Tanya Rena penasaran
" Iyah proyek yang dibikin sama Reni awal, serius enggak masalah kita pergi?" Tanya Ikhsan ceria
" Iyah pergi saja enggak masalah kok, kalo soal kerjaan kan harus profesional." Lanjut Rena berusaha enggak egois
" Tapi Reni enggak tega kaka sendirian" Ucap Reni melihat Rena merasa enggak tega
" Enggak masalah Reni, kamu kan sudah kerja walaupun enggak ke kantor tapi saat kunjungan kerja tetep harus datang. enggak bisa seenaknya teruse menerus." Lanjut Rena memberikan pengertian
" Baik deh ka, ya sudah yuk Ikhsan, saya janji usahakan enggak sampai malam yah ka." Lanjut Reni pasrah
__ADS_1
" Iyah pergi sana." Lanjut Rena tersenyum ramah
Ikhsan membantu merapihkan berkas berkasnya diatas meja, Ikhsan dan Reni langsung jalan keluar kamar rawatnya Rena.
Dilain sisi, Dani tersenyum bahagia melihat Susi mengunci pintu ruangannya Dani, Susi langsung mencium bibirnya Dani, tangannya Dani m3r3m45 pelan gunung kembarnya Susi pelan.
" Aaahh, sayang kamu sudah makan siang?" Desa han dan tanya Susi
" Belum sayang, makan disini saja yah, kamu mau makan apa?" Tanya Dani, Dani ngajak Susi duduk di sofa
" Makan onigiri sama sushi sayang, minuman jus buah." Lanjut Susi, Susi membuka pengait gunung kembarnya
" Ya sudah aku pesen yah sayang" Lanjut Dani, Dani langsung menelfon OB memesan makanan keinginan Susi dan makanan buat dirinya sendiri
Dani langsung simpan handphone nya diatas meja, tangannya Dani sebelah kanan m3r3m45 p4h4nya Susi dengan pelan, tangan kirinya m3r3m45 gunung kembarnya Susi,dan menji lat pelan l3h3rnya Susi. membuat Susi mende sah menikmati setiap sentu han yang diberikan Dani.
" Aaahh sayang" Desa han Susi
" Aaah Iyah sayang, semakin lama semakin keatas luar biasa sayang, lama disitu saja sayang aku suka aku suka." Desa han Susi sengaja menggerakkan badannya
" Baiklah sayang, aku akan betah disini sayang." Goda Dani m3r3m45 p4h4nya Susi pelan
Dani melanjutkan mencium wajahnya Susi dan menji lat pelan l3h3rnya Susi pelan, membuat sensasi luar biasa buat Susi. sekarang Susi jadi nafsong Karena pergerakan tangannya Dani. Susi merebahkan badannya Dani di sofa.
" Sayang sekarang saja olahraganya aku enggak tahan, setelah makan baru main lagi." Ucap Susi, kini Susi polos didepannya Dani
" Baiklah kalo kamu minta sayang" Ucap Dani pura-pura pasrah
__ADS_1
Dani yang polos akhirnya melakukan olahraga panasnya sambil menunggu makanannya datang, Dani menikmati olahraga siangnya, saat asik asiknya pintu ruangannya Dani di ketuk membuat Dani mengakhiri aktifitas panasnya, Susi membawa barang barangnya ke kamar istirahat nya Dani, Dani memakai celana panjangnya dan membuka pintu sambil melihat OB yang datang.
" Jangan ganggu saya dua jam, setelah itu yang butuh ngobrol sama saya baru boleh masuk mengerti." Ucap Dani melihat OB dan sekretaris nya.
" Baik pak" Ucap OB dan sekretaris bersamaan
Dani langsung menutup pintu ruangannya, sekretaris yang tahu kelakuan Dani cuman bisa memaklumi saja.
Dani langsung jalan ke kamar istirahat nya melihat Susi masih polos, membuat Dani melanjutkan aksi panasnya lagi.
" Kita lanjutkan yang tertunda setelah itu kita melanjutkan makan yah sayang" Ucap Dani, tangannya Dani menari dengan indah di badannya Susi, perlahan memaju mundurkan pinggang nya.
" Aaaah, Iyah sayang, aaahh, luar biasa sayang." Desa han Susi sambil meluk Dani yang polos didepannya
Dani semakin semangat menjalankan aktivitas panasnya, Susi merasa melayang setiap kali menikmati pergerakan tangan dan pinggangnya Dani.
Dilain sisi, Ikhsan mengajak Reni melihat proyek pembangunan rumah yang dibuat desainnya sama Reni. Ikhsan dan Reni membahas pembangunan nya sama mandor yang bertanggung jawab, Rena tersenyum puas Melihat pembangunan awal sesuai keinginannya.
" Bagaimana bu, sesuai keinginan anda?" Tanya mandor melihat Reni, mandor tahu desain buatan Reni.
" Sesuai keinginan saya, saya engga sabar Melihat hasilnya. selesai totalnya kapan pak?" Tanya Reni melihat halaman depan yang sudah ditanam beberapa pohon hias
" Paling lama dua tahun bu, kalo engga ada hambatan setahun juga selesai." Penjelasan Mandor
" Gila keren desainnya saja sudah bagus bagaimana hasilnya Wow." Puji Ikhsan melihat pemandangan halaman depan
" Sama Ikhsan, habis dari sini kita mau kemana lagi?" Tanya Reni melihat Ikhsan
__ADS_1
" Kita pulang saja yah, kasihan Rena sendiri di rumah sakit." Lanjut Ikhsan melihat Reni
Reni ngangguk setuju, Reni dan Ikhsan akhirnya jalan ke mobil dan kembali ke rumah sakit, Reni memfoto rumah hasil desain pertama nya, Ikhsan merasa Bangga melihat hasil kerjanya Reni.