Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Temani kontrol kandungan


__ADS_3

Ikhsan membawa Ratna kekamar dan merebahkan Ratna di kasur untuk istirahat. Ikhsan memberikan minum ke Ratna dan mencium keningnya Ratna


" Sayang, temani aku kontrol kandungan yah besok, aku pengen merasakan ditemani sama suami, dimanja, dan obrolan masa depan setelah anak lahir sayang. aku iri sama ibu ibu yang selalu ditemani sama suaminya." Ucap Ratna lirih


" Jangan nuntuk aku sayang, kamu kan tahu aku bekerja dan waktu aku lebih banyak untuk Reni, tolong mengerti dong sayang. aku enggak mau punya istri manja. ingat kamu dibawah tangan itu artinya enggak punya hak banyak menuntut dari aku" Tegas Ikhsan menatapi Ratna yang naangis


" Ijinkan aku pergi dan bersama burhan, dia yang lebih memahami aku sayang, dia rela menemani aku kontrol kandungan, dorongin kursi roda supaya aku engga capek jalan selama di rumah sakit,dan kita makan bareng dikantin rumah sakit. sampai di rumah aku dipijit kakinya dan dibuatkan susu ibu hamil. lebih peduli ke aku dan kasih sayang Burhan tulus sama aku, anak ini butuh sosok ayah kandung, untuk bikin akte kelahiran dan surat surat lainnya. lepas kan aku biarkan aku bersama Burhan, kalo kamu enggak bisa bersikap adil sama aku. aku bener bener capek sama kamu." Bentak Ratna penuh amarah, Ratna sudah enggak peduli kalo harus keguguran Karena siksaan dari Ikhsan


Plak


Pipi Ratna terasa panas dan perih di tampar Ikhsan, yah itu lah Ikhsan setiap kali marah cuman bisa nampar tanpa memberikan solusi dan sikap adil.


" Kamu istri yang enggak saya harapkan, saya mempertahankan kamu karena anak itu, setelah lahir kita akan bercerai dan anak itu akan aku bawa mengerti kamu hah." Bentak Ikhsan penuh amarah.


" Kamu bawa dan rawat tanpa ibu kandungnya, kamu fikir Reni akan menerima anak ini enggak sama sekali mas, apa lagi tahu selama ini dibohongi aku yakin kamu akan kehilangan aku dan kehilangan Reni mas. perempuan mana yang mau dimadu, dibohongi, dan tiba tiba bawa anak dari istri pertamanya. jangan bodoh mas sebaik apapun perempuan enggak akan mau menerima begitu saja anak yang bukan anak kandungnya." Bentak Ratna, air matanya Ratna bener bener mengalir deras menahan sakit hati dan bodoh mau bertahan untuk disakiti.


" Aarrggghhhh, kenapa semakin lama semakin banyak menuntut sih Ratna, mana Ratna yang selalu nurut setiap aku bilang." teriak Ikhsan frustasi


" Dulu aku selalu nurut apapun yang kamu inginkan, tapi setelah Burhan menggantikan posisi kamu sepenuhnya aku jadi sadar seorang suami yang baik dan benar itu seperti sikapnya Burhan. lepaskan aku dan biarkan aku menyusul Burhan dan kita bisa hidup bahagia


" Enggak akan, enggak akan aku lepaskan begitu saja. kamu bersama Burhan saya takut Reni tahu rahasia kita, jangan macem macem dan jangan banyak menuntut kamu mengerti." Bentak Ikhsan semakin kesel, ikhsan membanting kursi semakin frustasi


" Awas kalo kabur kamu" Bentak Ikhsan menatap sinis kearah Ratna, ikhsan langsung keluar kamar dan mengabaikan Ratna yang nangis terus menerus.

__ADS_1


Dilain sisi, Susi menahan sakit luar biasa, Dani bener bener minta jatah berkali kali tanpa jeda, membuat Susi enggak berani melawan sama sekali.


" Saya akan kesini untuk mendapatkan keteturunan, jangan banyak nuntut dan jangan bikin kesalahan, aku kehilangan anak lagi mengerti kamu." Bentak Dani, Dani semakin keras m3r3m45 gunung kembarnya Susi, Dani bener bener enggak peduli sama sekali raut wajahnya Susi


" Aaahhh, sakit sayang, aaahhh Iyah sayang terserah mau kamu sayang, semuanya kan kamu yang ngatur kan." Sindir Susi kesel nahan sakit


" Bagus sadar diri kamu" Bentak Dani, Dani sudah puas meluk Susi dan langsung jalan kekamar mandi meninggalkan Susi yang polos. Susi nangis sama perlakuan Dani yang benar benar cuek dan seenaknya. Susi perlahan jalan ke kamar mandi dan ikut mandi bareng Dani.


Dilain sisi, Danu, Eka, Burhan, dan Joko. datang kerumahnya Rena dan Reni, Danu yang rindu sama Rena ingin sekali ketemu dan Eka sejujurnya enggak suka sama Reni karena mau belajar mencintai Reni demi merebut Reni dari Ikhsan.


" Eh kalian, silahkan masuk" Ucap Rena ramah, Rena membuka pintu rumah dengan lebar mempersilahkan Danu, Eka, Burhan,dan Joko. masuk keruang tamu


" Malam Minggu di rumah saja nih?" Tanya Danu sengaja


" Pasti lagi sama Ratna dan Susi" Batin Burhan, Burhan tahu hari ini Susi dan Ratna baru dipindahkan


" Mau minta dibuatkan desain rumah sih, katanya Burhan mau punya rumah sendiri tapi dibuatkan sama kalian" Ucap Danu, Danu sengaja memberikan Burhan dan Joko rumah demi rencananya menghancurkan Dani dan Ikhsan.


" Bener Rena, saya ingin sekali punya rumah idaman, mumpung pak Danu menawarkan saya dan Joko. yah sudah kita pindah Rena dan Reni membuatkan desainnya." Ucap Burhan, apapun yang disampaikan Burhan sesuai arahan Burhan


" Kamu bisa membuatkannya?" Tanya Eka, Eka tersenyum puas saat tahu rencana Danu, walaupun Danu mengeluarkan uang banyak demi misinya.


"Bisa saja, nanti saya bicarakan saja Reni yah,dan minta persetujuan nya Dani juga. biasanya sih Dani selalu menerima request desain dari konsumen langsung." Lanjut Rena optimis

__ADS_1


" Apa perlu kita telefon mereka?" Tanya Reni tiba tiba, Reni merasa enggak enak sama clientnya kalo harus ditolak


" Boleh juga" Ucap Joko, Joko ingin melihat kejujuran Ikhsan disaat bersama istrinya


" Vidio call jauh lebih baik" Lanjut Burhan, Burhan ngerti maksud Joko


" Oke" Lanjut Reni, Reni langsung mengambil handphone nya untuk melakukan Vidio call, panggilan pertama enggak diangkat dan panggilan ke lima akhirnya diangkat. Ikhsan kaget melihat Danu, Eka, Burhan, dan Joko.dirumahnya Rena.


" Sial, apa lagi rencana mereka" Batin Ikhsan kwartir, saat sambungan telefon terhubung


" Sayang kamu dimana? Pemandangannya bagus sayang" Ucap Reni, Reni melihat Ikhsan berdiri disebuah taman yang penuh pepohonan


" Di rumah temen sayang, ada apa?" Tanya Ikhsan berusaha santai


" Aku mau bilang, Danu bilang dua supirnya mau bikin rumah dan mereka mau aku dan Rena yang buatnya bolehkan?" Tanya Reni, Reni ingat Dani pernah melarang menerima proyek dari Danu.


" Lain kali saja sayang, maaf yah soalnya semua tukang lagi sibuk sibuknya sayang." Lanjut Ikhsan bohong


" Alasan yang aneh, kenapa ditolak memangnya bayarannya berapa sampai anda menolak permintaan kita? alasan yang enggak profesional sama sekali" Sindir Danu puas


" Huff, baik lah buat saja sayang, nanti Senin hasilnya kamu bawa yah." Lanjut Ikhsan pasrah


" Nah begitu dong bagus, terimakasih sudah memberikan ijin." Lanjut Danu senyum puas

__ADS_1


Reni ngebahas sedikit rumah yang diinginkan Joko dan Burhan, sejujurnya Ikhsan penasaran maksud Joko dan Burhan bikin rumah sendiri. Ikhsan kwartir Burhan dan Joko merebut Ratna dan Susi, apa lagi Ratna yang lagi mengandung anaknyaa enggak rela diasuh sama Burhan.


__ADS_2