
Dani melihat Susi dan Ratna merapihkan rumahnya, Dani sengaja tendang ember berisi air sampai tumpah, Susi yang melihatnya cuman berani nunduk ketakutan melihat Dani didepannya.
" Kalian berdua bersiap lah, kalian akan ikut ke rumah Rena dan Reni, pakai baju kumuh dan enggak boleh makeup sama sekali." Bentak Dani melihat Susi dan Ratna dengan sinis
" Baik tuan, saya rapihkan air ini dulu yah" Ucap Susi lirih
" Enggak usah, biar Joko yang bersihkan dan kamu cepat lah ganti baju." Bentak Dani kesel melihat Susi
" Baik tuan" Lanjut Susi sedih
Susi enggak menyangka Dani akan bersikap seperti ini kepada dirinya, Susi enggak menyangka sikap manisnya Dani bisa sirna karena putus dari Rena. Susi langsung ke kamar untuk ganti baju
" Bumil, buruan makan nya, jalan kan tugas kamu sekarang." Bentak Dani kesel melihat Ratna yang makan sebelum bekerja
" Baik tuan, ini sedikit lagi." Ucap Ratna takut, Ratna bener bener takut sekarang karena Dani dan Ikhsan selalu marah marah
" Ikhsan, kita tunggu mereka di depan saja yuk." Lanjut Dani melihat Ikhsan yang cuman diam saja
Ikhsan malas bicara sama sekali, didepan Susi dan Ratna. Ikhsan ikutin Dani jalan kedepan rumah.
Dilain sisi, Rena dan Reni bersiap siap berangkat ke kantor, sejujurnya mereka belum siap ketemu sama Dani dan Ikhsan bagaimana pun Dani adalah atasannya yang enggak mungkin enggak ketemu.
" Huff, malas sekali yah." Ucap Rena menahan air mata kekecewaannya.
__ADS_1
" Kita harus profesional ka, kita enggak bisa berhenti bekerja karena masih baru kan. dan kita masih kontrak kerja." Ucap Reni lirih, enggak menyangka harus menghadapi cobaan seperti ini.
" Insya Allah bisa, pekerjaan desain interior yang bikin kita instan jadi kaya seperti ini, punya rumah mewah dan mobil bagus pula. jangan karena Dani dan Ikhsan kita kehilangan mimpi kita." Lanjut Rena, Rena masih memiliki mimpi untuk memanjakan kedua orang tuanya dari hasil kerjanya.
" Iyah ka, yah sudah hayo semangat kita." Lanjut Reni berusaha tegar
Rena dan Reni merapihkan berkas berkas kerjanya, Rena mengambil tas kerjanya dan keluar dari ruangan kerjanya. Rena merasa beruntung rumah yang dibelinya memiliki ruangan yang banyak membuat Rena dan Reni memiliki ruang kerja bareng, dengan fasilitas meja kursi, sofa, kamar mandi didalam, AC, kulkas, dan televisi. ruang kerja idaman Rena dan Reni selama ini
Dilain sisi, Dani memberitahu apa saja yang harus dibicarakan sama Rena dan Reni, sejujurnya hati Susi sakit sekali mendengar setiap ucapan yang Dani keluarkan. tapi ini lah konsekuensi takdir kehidupannya saat ini, resiko selingkuh dari Dani.
" Awas kalo salah bicara, hidup kalian akan lebih sengsara Darii pada sekarang. saya enggak mau gagal mengerti," Bentak Dani dengan tegas
" Sekarang Rena dan Reni pasti siap siap untuk ke kantor, berarti nanti siang kalian ketemu sama mereka, karena di rumah saya dan rapihkan rumah saya. karena yang akan mengantarkan kalian ke kota Tegal bodyguard saya. karena malas berlama lama dengan perempuan kotor dan liar seperti kalian ditambah enggak bisa setia."Tegas Ikhsan, Ikhsan melihat spion mobil
" Baik tuan, akan saya usahakan semaksimal mungkin bujuk mereka, tapi keputusan tetep ditangan mereka yah." Ucap Ratna takut
" Jangan tuan, kasihan mereka. saya usahakan untuk mendapatkan maaf dari Rena dan Reni tuan." Ucap Susi, Susi semakin enggak tega Joko dan Burhan kembali disiksa karena dirinya lagi.
" Cih, segitunya dibela yah sampah itu, mereka enggak berguna masih dilindungi. tapi sesasama sampah pantas sih yah. hahaha" Ledek Dani, andaikan Susi enggak nekat pasti kehidupannya masih hidup enak tidur, enak makan, enak punya pakaian bagus, dan mendapatkan perhiasan yang mewah.
" Mereka memang cocok perempuan liar dan sampah, mereka seharusnya melihat langsung waria kerjain dua selingkuhannya hahaha. muka panik, jijik, dan mendesaaaaahhhh pas mayonesnya keluar hahahaha. jijik saya pas melihat sebelum keluar dari gudang hahahaha. jadi kalian jangan gagal yah kalo enggak mau calon suami kalian lama kelamaan suka sesama jenis hahahaha." Ledek Ikhsan ketawa puas, berkuasa akan kehidupannya Joko, Burhan, Susi, dan Ratna.
" Jangan saya mohon tuan" Ucap Ratna nunduk ketakutan dan sedih, sedih mantan suaminya semakin kejam
__ADS_1
" Hahahaha" Ketawa Dani dan Ikhsan puas melihat wajah ketakutan Susi dan Ratna sekarang.
Dilain sisi, Burhan kaget melihat lima waria yang keluar dari mobil, diikuti sama beberapa bodyguardnya
" Mau apa kalian?' Tanya Burhan panik
" Tenang, mereka enggak akan pegang kalian sama sekali, tapi kalo Susi dan Ratna gagal membujuk Rena dan Reni mereka akan bersenang senang lagi sama kalian." Tegas bodyguard melihat sinis kearah Buruan dan Joko
" Maksa sekali mau balikan sama Rena dan Reni, mereka perempuan baik baik pastilah mau mendapatkan laki laki baik juga yang pasti bukan suami orang." Ledek Joko dengan senyum licik
" Enggak sopan sekali kalian, beraninya ledekin bos kita. apa kalian mau merasakan lagi, tangan cantik mereka memainkan Pedang sakti kalian dan mayones kalian lagi? hahahaha".Ancam Bodyguard.ketawa puas melihat wajah ketakutan Burhan dan Joko
" Dasar orang gila, hayo Burhan kita lanjut kerja dari pada ladenin kegilaan mereka." Lanjut Joko kesel, kesel hidupnya enggak berdaya sama sekali.
" Awas yah ganteng, pas minta ampun enggak akan ekey lepas loh." Ancam waria, waria suruhan Dani yakin kalo Susi dan Ratna akan gagal. karena perempuan normal dan baik baik enggak akan dengan mudah memberikan maaf dan kesempatan kedua.
Kelima waria dan bodyguard ketawa puas, Puas mengerjai Burhan dan Joko saat ini, Waria disuruh dibagi dua kelompok dan selalu ngikuti kemana pun Joko dan Burhan pergi
Dilain sisi, Dani, Ikhsan, Susi, dan Ratna. sampai dengan selamat di Jakarta, menggunakan jet pribadinya Dani.
Plak
Satu tamparan mendarat dengan sempurna di kedua pipinya Susi, membuat Susi pegang pipinya dan menahan rasa sakit.
__ADS_1
" Kalian akan dibawa bodyguard ke rumahnya Ikhsan untuk beberes, setelah selesai jam setengah dua belas ketemu sama Rena dan Reni. ingat yah gagal pacar busuk kalian akan dikerjai habis habisan sama lima waria selama dua jam nonstop, akan saya Vidio supaya kalian lihat bagaimana siksaan yang saya kasih." Tegas Dani, Dani enggak peduli mental Joko dan Burhan terganggu suruh siapa menjadi selingkuhannya Susi dan Ratna selama ini.
" Baik tuan, saya faham akan tugas saya." Ucap Susi lirih, Susi akan berusaha keras supaya Rena dan Reni mau balikan dan memaafkan Dani dan Ikhsan kembali.