
Burhan mengepalkan tangannya saat mendengar keinginan Ikhsan, Reni berubah eksperasi wajahnya jadi emosi mendengar keinginan Ikhsan, Ikhsan memberikan dua opsi untuk Burhan dan menguntungkan untuk Ikhsan.
" Bagaimana?" Tanya Ikhsan senyum licik melihat wajah emosi Burhan, Ratna, dan Reni.
" Enggak akan pernah Ikhsan kita kembali seperti dulu lagi, Saya enggak Sudi memiliki pendamping hidup seperti kamu, laki laki tega sama orang lain dan tega panjat pinang liar. saya enggak mau menerima barang bekas seperti kamu " Ledek Reni dengan tegas melihat Ikhsan
" Teganya kamu bilang aku bareng bekas, terserah kamu Reni, kalo kamu enggak mau kembali jangan harap dua sampah itu jadi satu sampai kapan pun, status mereka digantung selamanya." Tegas Ikhsan mengepalkan tangannya menahan emosi setelah mendengar ucapan pedas Reni tadi
" Jangan terus menerus jahat sama saya Ikhsan, saya ingin bahagia dan mendapatkan cinta yang sesungguhnya. anak ini butuh sosok ayah dimasa depan, tolong jangan siksa saya dan Burhan terus menerus." Ucap Ratna lirih
__ADS_1
" Terserah kalian, saya mau masalah ini selesai, kalo mau menerima saya kembali saya janji akan berubah demi Reni karena saya ingin mendapatkan istri perempuan baik baik demi keturunan baik baik, saya akan berubah." Tegas Ikhsan melihat Reni penuh harap
" Kamu kenapa enggak ada perjuangan lebih baik Ikhsan, kenapa harus mengorbankan kebahagian orang lain terus menerus, kenapa harus egois terus sih Ikhsan. kenapa enggak dengan cara baik baik sih." Lanjut Ratna kesal melihat Ikhsan semakin egois
" Maaf saya enggak tahu caranya membujuk dengan cara baik baik, maaf kalo egois tapi saya bener bener mencintai kamu dan ingin menjadi keluarga kita." Lanjut Ikhsan menahan emosinya.
" Yah sudah saya ikhlas sama keputusan kamu Reni, maaf kalo kita membuat kamu enggak nyaman sama kehidupan tenang kamu, kita enggak akan memaksa kamu untuk menerima Ikhsan, soal status anak ini biarkan saja digantung, dari pada mengorbankan perasaan kamu yang enggak nyaman." Lanjut Ratna senyum ketulusan
" Kamu serius Ratna, kehidupan kita dipermainkan sama keegoisan Ikhsan dan Dani." Lanjut Reni yang enggak mau balikan dengan syarat karena dengan syarat enggak ada ketulusan
__ADS_1
" Terserah, kalo enggak mau kasih kesempatan, jangan temui saya apapun alasannya, saya enggak mau diganggu sama kalian lagi apapun alasannya." Tegas Ikhsan semakin marah sama Reni yang bener bener enggak bisa dibujuk
" Silahkan keluar dari rumah saya, jangan ganggu kami lagi. kalo berani ganggu kami lagi akan kami bawa serius kesalahan kamu akan kami jamin kamu akan membusuk mempertanggung jawabkan kesalahan kamu." Tegas Reni, Reni enggak suka diancam ancam sama orang lain dengan seenaknya.
" Berani mengancam aku?" Bentak Ikhsan kepancing emosi
" Iyah, karena kamu licik dan jahat, kita enggak butuh kamu. jadi silahkan pergi dari sini, jangan ganggu kami apapun alasannya lagi." Lanjut Reni nunjuk pintu keluar
Reni yang malas melihat Ikhsan memilih masuk kedalam rumah, ngajak Ratna dan Burhan malas negoisasi sama Ikhsan. sedangkan Ikhsan mengepalkan tangannya enggak menyangka lawan kali ini orang yang dicintai nya tanpa berani melakukan kontak fisik apapun alasannya.
__ADS_1