
Dani yang kembali dari lamunannya mengagetkan Ikhsan yang masih melamun, masih syok mendengar ucapannya Reni tadi minta putus mendadak padahal enggak ada keributan diantara mereka sampai tadi sebelum makan siang.
" Apa mereka tahu rahasia besar kita?" Tanya Dani menatap Ikhsan yang masih mematung
" Entah lah Dani, entah dari mana mereka tahu rahasia kita. hancur sudah harapan saya memiliki istri dari perempuan baik baik Dani" Ucap Ikhsan lirih, Ikhsan sampai jatuh kebawah saking enggak menyangka sama apa yang terjadi barusan
" Sekarang kita kejar mereka" Lanjut Dani, Dani harus memperjuangkan cintanya enggak ingin kehilangan selamanya
Ikhsan langsung melotot mendengar ucapan Dani, Ikhsan langsung berdiri langsung jalan ke ruangannya Rena dan Reni minta penjelasan yang tadi mereka bicarakan.
Dilain sisi, Rena dan Reni dengan berat hati harus ikhlas dan menerima apapun akhir dari keputusan mereka sendiri, Reni harus siap kehilangan pekerjaan yang mampu mewujudkan impiannya.
__ADS_1
' Hayo de, buruan pergi, malas sampai ketemu mereka lagi disini." Ucap Rena.
" Iyah ka" Ucap Reni terpaksa, beruntungnya Rena dan Reni cuman berdua di ruangannya enggak akan ada yang ganggu privasi mereka selama di kantor.
Saat bersamaan Rena dan Reni keluar dari ruangan, Dani berhasil masuk ke ruangannya Rena dan Reni. membuat wajah kedua gadis ketakutan melihat Dani apa lagi Rena tahu Dani orangnya nekat
" Kasih alasan apa kesalahan fatal kita sampai kalian mau keluar dari sini dan memutuskan hubungan saya dan Reni seperti ini?" Bentak Ikhsan menatap Rena dengan tatapan sinisnynya
" Yah sudah kalian mau bahas dimana? saya enggak terima kalian salah kan tanpa bukti yang jelas." Bentak Dani kepancing emosi, Dani sudah mengepalkan tangannya
" Mungkin sudah saatnya mereka tahu kesalahan mereka, oke kita ketemuan di rumah saya setelah kalian pulang kerja dan kalian bisa tahu kesalahan fatal apa yang kita maksud, tapi setelah ini jangan paksa untuk ketemu kita dimana pun kita berada. atau saya akan bawa serius ucapan saya" Tegas Rena menatap sinis kearah Dani yang terlihat menahan amarahnya dan terlihat jelas ada ketakutan disana
__ADS_1
" Oke siapa takut, awas kalo enggak terbukti berarti kalian fitnah dan kalian cuman mencari alasan saja" Lanjut Dani melembut, Dani semakin yakin kepergian susi, Ratna, dan burhan. ada campur tangannya Rena setelah dari Tegal kemarin
" Sekarang biar kan kita keluar dari kantor ini, karena kita semakin enggak nyaman didekat kalian setelah tahu sifat asli kalian. maaf kalo enggak profesional tapi kita enggak mau kerja ditempat orang yang enggak punya hati sama sekali." Tegas Reni menatap sinis Ikhsan
" Ingat impian kalian, kalian belum sepenuhnya mewujudkan impian kalian, masih setahun loh kerja disini masa sudah mau berhenti secepat ini." Bujuk Dani supaya Rena dan Reni mau luluh
" Kita enggak sebodoh itu, setelah dari sini kita enggak jadi pengangguran juga kali. enggak usah bujuk kita terus. sudah kita mau siakan semuanya, kalo penasaran datang lah ke rumah terserah mau berdua atau baawa bodyguard jadi jadian kalian juga boleh" Tegas Rena, Rena dan Reni langsung bawa barang barang mereka keluar dari ruangannya dan meninggalkan Dani dan ikhsan yang masih berfikir keras
" Bodyguard jadi jadian? apa maksud ucapan Rena barusan?" Tanya Dani sama sekali enggak mengerti arah pembicaraan Rena
" Apa jangan jangan waria yang ada di villa? mampus kali ini Reni semakin benci sama saya, kesalahan fatal nyiksa Joko sampai akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya karena Susi gagal bujuk Rena waktu itu." Lanjut Ikhsan lemes, akhirnya rahasia besarnya bisa ketahuan juga sama Rena, enggak menyangka calon Kaka iparnya mampu ketemu sama Susi, Burhan, dan Ratna
__ADS_1
. Dani yang mendengar ucapan Ikhsan barusan terduduk lemah di lantai merutuki kesalahannya yang seenaknya