Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Apa kita keluar dari kantor ka


__ADS_3

Dani dan Ikhsan membubarkan semua karyawannya dan kembali ke kamarnya, Dani sudah memerintahkan ART nya mengganti kasur dan lemarinya, Dani enggak rela bekas Joko dan Susi tertinggal didalam kamarnya.


" Kamar mandi sudah dibersihkan?" Tanya Dani sambil melihat kamarnya


" Sudah tuan, semuanya sudah di ganti dan dibersihkan." Ucap ART


" Jangan sungkan memerintah Susi, Joko, dan Burhan. untuk beberes Villa ini. besok kamu kembali merapihkan rumahnya Lucky, biar mereka yang sekarang menjadi ART pekerjaan itu yang pantas untuk perempuan penghianat." Perintah Dani penuh amarah.


" Baik tuan, nanti saya merapihkan barang barang saya." Lanjut ART patuh


" Sekarang keluar lah" Lanjut Dani


ART nya Dani langsung keluar dari kamarnya Dani, dan jalan ke dapur.


Dilain sisi, Ikhsan melihat kamarnya dan kesel mengingat masa indah didalam kamar bareng Ratna tapi kamar pribadinya di pakai Ratna untuk selingkuh sama Burhan selama ini.


" Kamu jahat Ratna, saya memperlakukan kamu sangat baik, saya mau mempertanggung jawabkan kesalahan saya, saya masih peduli sama anak kita. tapi ini yang kamu berikan Ratna. perempuan liar enggak tahu diri." Bentak Ikhsan penuh amarah


Dilain sisi, Susi enggak sanggup harus se kamar sempit berempat, Susi menyesal sudah menghianati Dani dan membuat Dani murka, sekarang kehidupan Susi kembali sengsara bahkan lebih sengsara dari sebelum mengenal Dani.


" Astaga, enggak bisa tidur seperti ini." Ucap Susi lirih


" Sabar sayang, yang penting kamu sudah enggak menderita karena dicuekin dan enggak dianggap lagi, sudah ada aku sayang" Ucap Joko menenangkan Susi


" Tapi berusahalah memberikan kehidupan yang layak Joko, masa kita cuman dikasih makan dan tempat tinggal saja. enggak diberikan kemewahan sama sekali, saya enggak bisa seperti ini." Lanjut Susi dengan lirih

__ADS_1


" Sudah Susi, ikhlas kan saja, dan jalan kan saja.ini yang kita lakukan dan ini balasan yang kita terima sekarang Susi, harus bisa bersikap biasa saja." Ucap Ratna berusaha santai, Ratna enggak ingin setres karena mengganggu anaknya nanti.


" Maafkan kita yang enggak sanggup memberikan kehidupan yang layak, kita juga enggak tahu kalo Danu dan Eka seorang tikus sayang, mereka pergi kita bisa lebih santai hidup kita berempat." Bujuk Burhan menatap iba ke Susi dan Ratna


" Kalian laki laki payah" Protes Susi kesel


Susi yang mendengar pintu di buka, langsung geser dan melihat kepala ART masuk kedalam kamar yang sempit.


" Kalian disini, bukannya bekerja cepat Burhan dan Joko bersihkan halaman depan dan kolam di kurang, dan kamu sapu villa ini sendirian dari lantai dua sampai lantai satu sendirian, sedangkan kamu ibu hamil bantu saya masak sekarang." Perintah kepala bagian ART, dulu Susi dan Ratna disegani karena mereka istrinya Dani dan Ikhsan tapi sekarang mereka langsung direndahkan.


" Baik" Ucap Joko, Burhan, Susi, dan Ratna barengan.


Joko, Burhan, Susi, dan Ratna. langsung menjalankan perintah yang dikasih ART enggak berani melawan karena masih ada Dani dan Ikhsan enggak akan menyiksa mereka kembali kalo berani melawan


Dilain sisi, Rena dan Reni memilih ngemil di ruang makan, menghilangkan kesedihan hari ini, Rena dan Reni masih enggak menyangka kalo nasip percintaan mereka sama sama hancur.


" Jangan de, kita harus profesional dalam bekerja. walaupun bos kita mantan kita tapi kita harus berusaha keras untuk profesional, karena bekerja tapi enggak kuliah itu enggak mudah Ren." Ucap Rena lirih


" Kaka bener, yah sudah saya akan berusaha profesional saat kita ketemu sama Dani dan Ikhsan di kantor ka. kita jangan jadi plakor dalam rumah tangga orang lain." Lanjut Reni lirih


" Makannya itu, harus bisa melupakan mereka dari sekarang, biar kita sakit hati dan sedih tapi kita enggak melukai perasaan perempuan lain." Lanjut Rena


Reni ngangguk dengar ucapan kakanya, walaupun enggak mudah tapi keadaan yang memaksa untuk melupakan mereka selamanya.


Dilain sisi, Dani membiarkan Susi membersihkan kamarnya lagi, Dani sengaja memerintahkan Susi untuk merapihkan kamarnya.

__ADS_1


" Coba kamu lebih sabar, walaupun saya cuek dan lebih mementingkan Rena, tapi kehidupan kamu masih enak masih penuh kemewahan enggak seperti ini. saya sudah berniat memiliki anak lagi dari kamu, tapi ternyata kamu bener bener perempuan enggak tahu diri dan enggak tahu terimakasih. sekarang apa yang kamu dapat dari Joko selingkuhan kamu? kehidupan kalian lebih sengsara dan enggak ada kemewahan sama sekali kan." Ucap Dani lirih, Dani enggak ingin melihat Susi sama sekali


" Maafkan aku sayang, maafkan keegoisan aku yang enggak bisa menahan ego aku dan mementingkan nafsong sesaat aku enggak memikirkan dampaknya." Ucap Susi dengan lirih.


" Jangan panggil sayang, mulai sekarang panggil saya sebutan tuan mengerti, karena saya enggak sudi dipanggil itu sama penghianat seperti kamu." Bentak Dani kesal, Dani melempar kursi saking keselnya


" Maafkan saya tuan" Lanjut Susi lirih, Susi langsung merapihkan kamarnya Dani yang sebenarnya sudah bersih


" Perempuan kotor, cepatlah rapihkan dan keluar dari kamar ini. saya jijik melihat kamu" Bentak Dani penuh amarah


Susi langsung melanjutkan mengepel lantai kamarnya Dani yang terlihat bersih, Susi enggak berani banyak bicara karena Dani masih dikuasi dengan amarahnya.


Dilain sisi, Ratna turutin keinginan Ikhsan makan di karpet sedangkan Ikhsan duduk di kursi dan kakinya naik ke atas meja. Ikhsan menatap sinis kearah Ratna


" Kenapa kamu masih mempertahankan anak saya hah? kamu saja selingkuh dan enggak bisa setia sama saya, apa tujuan kamu hah.' Bentak Ikhsan penuh amarah


" Walaupun saya berbuat salah, dan hubungan kita enggak bisa dipertahankan tapi anak ini enggak berdosa, kalo boleh cepet talak saya supaya saya bisa menikah sama Burhan dan mengijinkan Burhan jadi anak ini,biarlah jadi rahasia kita siapa ayah biologis anak ini. kalo kamu enggak ingin mengakui anak ini." Ucap Ratna lirih, dan takut


" Kamu harus bisa bujuk Reni dulu, untuk baikan sama saya, dan kita akan menikah. kamu dan selingkuhan kamu akan membusuk hidup di tempat ini, dan gaji kalian enggak akan kita kasih banyak supaya hidup kalian sengsara seumur hidup." Bentak Ikhsan menatap sinis kearah Ratna


" Baik akan saya usahakan yah, saya enggak janji yah Ikhsan." Lanjut Ratna, Ratna tahu hati seorang perempuan.


" Bagus, bagaimana enak kan tidur satu kamar berempat. kamar saya dan kamar Dani akan kita Rante supaya kalian enggak bisa masuk seenaknya dan kamar ART juga kita gembok dan Rante. jangan dikira kita jarang kesini enggak tahu akal akalan kalian. jangan bikin kesalahan yah, tapi lebih bagus kamu keguguran sih yah." Tegas Ikhsan kesel


" Baik Ikhsan" Lanjut Ratna lirih

__ADS_1


" panggil saya tuan, saya enggak mau dipanggil nama sama ART sendiri. sekarang keluar lah. saya jijik melihat wajah kamu." Bentak Ikhsan kesel


" Baik tuan, terimakasih dibolehkan makan disini." Lanjut Ratna sedih, sedih panggilan baru yang diminta sama Ikhsan membuat hatinya sakit sekali.


__ADS_2