Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Susi keguguran dan koma


__ADS_3

Joko menemani Susi untuk berkebun, Joko ingin sekali pacarnya ada kesibukan selain makan, olahraga panas, dan rebahan. Susi menikmati berkebun sore di perkebunan, Susi sesekali melihat handphone berharap Dani menghubunginya. tapi enggak ada panggilan masuk maupun pesan sama sekali.


" Sayang, kamu kenapa?" Tanya Joko melihat Susi yang nampak murung


" Dani hari ini enggak menghubungi aku, apa dia jaga jarak supaya enggak ketemu dokter Danu lagi?" Tanya Susi sedih


" sayang, ngapain kamu fikirin Dani, kan masih ada aku yang selalu ada disamping kamu, sudah yuk nikmati sore kita sayang." Bujuk Joko, Joko enggak ingin Susi larut dalam kesedihannya.


" Terimakasih sayang, selalu ada untuk aku." Lanjut Susi terharu


Susi berusaha mengangkat keranjang buah apel, tiba tiba kakinya kepeleset dan darah segar membahasi kakinya Susi. membuat Susi menahan sakit luar biasa diperutnya.


" Bertahan lah sayang" Ucap Joko panik


" Perut aku sakit sekali sayang, kaki aku kaki aku sayang aw sakit." Ucap Susi lirih


Joko mengangkat Susi dan berusaha bawa Susi kedalam mobil, Joko melihat Susi enggak sadarkan diri dan langsung menghubungi Burhan untuk temani ke rumah sakit. Burhan dan Ratna langsung jalan ke halaman Villa dan masuk kedalam mobil.


" Susi kepeleset dan kakinya banyak darah" Ucap Joko panik


" Tenang Joko, sekarang kita ke rumah sakit." Ucap Burhan panik, berharap anak yang dikandung Susi baik baik saja


" Sayang, telefon Dani atau Ikhsan supaya mereka nyusul ke rumah sakit." Perintah Burhan melihat Ratna


" Iyah sayang" Ucap Ratna panik


Ratna langsung menghubungi Dani, telefon enggak diangkat angkat saat panggilan ke lima baru diangkat dan Ratna kasih tahu kondisinya Susi membuat Dani panik dan langsung menyusulnya, Ratna yang lupa membawa Susi kerumah sakit yang menangani Rena.


Joko menggendong Susi dan bawa ke UGD, Joko nampak kwartir sama kondisi nya Susi, Ratna yang semula meluk Burhan langsung melepaskan pelukannya saat melihat Dani dan Ikhsan datang.

__ADS_1


" Sayang, Susi sayang" Ucap Ratna sedih


" Kamu tenang sayang" Ucap Ikhsan berusaha santai


" Kenapa ini terjadi, kenapa Susi bisa kepeleset hah? apa kerja kalian berdua, dan kenapa dibawa kesini bukan ke rumah sakit lain?" Bentak dan Tanya Dani kwartir


" Maaf pak, kami enggak mikir apapun, kami cuman kwartir sama kondisinya Susi pak." Ucap Joko sedikit kesel


" Keluarga pasien?" Tanya dokter yang keluar dari ruangan UGD


" Ada apa dok? Bagaimana kondisinya?" Tanya Dani panik


" Pasien koma karena pendarahan yang hebat, tapi kami minta maaf pasien harus kehilangan anaknya yang sudah dikandung tujuh bulan." Ucap dokter prihatin


" Apa keguguran? Apa masih bisa hamil lagi dok?" Tanya Dani kwartir


" Kami bisa melihat pasien dokter?" Tanya Ikhsan


" Boleh silahkan, bagaimana soal pemakaman anaknya?" Tanya dokter


" Tolong bawa ke ruang jenazah dulu saja dok, nanti kita urus pemakamannya" Lanjut Dani kecewa atas kecerobohan Susi


" Baik kalo begitu, saya pamit." Lanjut dokter langsung pergi


Dani dan Joko terpukul saat mendengar Susi keguguran langsung masuk kedalam ruangan UGD diikuti sama Ratna dan Ikhsan. setibanya dikamar UGD Dani langsung marah marah membuat Joko yang menahan emosi mendengarnya Dani justru memikirkan diri sendiri.


" Jangan gila Dani, kamu mau menceraikan Susi dan mencari perempuan lain untuk mencetak penerus kamu, cukup Susi dan Ratna jangan ada perempuan lain lagi. dan kalo Rena dan Reni tahu keinginan kita punya istri perempuan baik baik akan sirna, saya enggak ingin hal itu terjadi." Ucap Ikhsan kwartir


" Kita akan proses pemindahan Susi ke rumah sakit lain, walaupun koma seperti ini bahaya kalo dokter Danu melihat kita" Sambung Ikhsan semakin kwartir

__ADS_1


" Aaarrgggghh perempuan sialan" Teriak Dani frustasi


" Kalian bener bener egois dan tega sama Susi yang difikirkan diri kalian sendiri" Batin Joko kesel


" Sudah sayang, tenang yah kita tunggu Susi koma" Ucap Ratna, Ratna berusaha menenangkan Dani


" Iyah" Lanjut Dani singkat


" Sayang, jaga anak kita yah, jangan sampai dia meninggal juga. kalo sampai ceroboh dengan terpaksa aku menceraikan kamu dan aku sepenuhnya akan setia sama Reni enggak akan mencari perempuan liar seperti kamu lagi. aku enggak ingin kehilangan anak itu anak pertama aku." Tegas Ikhsan dengan egois


" Iyah sayang, aku akan jaga anak kita sayang" Lanjut Ratna, Ratna berharap bisa melahirkan anak ini dengan selamat dan sehat.


" Yah sudah bro, kita urus pemakaman anak kita, biarkan Joko dan Ratna yang nungguin Susi, dan Burhan bawa mobil sekalian gali liang lahatnya." Perintah Dani, Dani langsung berdiri siap siap untuk pergi


" Baik tuan, saya akan jaga nyonya selama Anda pergi." Ucap Joko bahagia


" Sayang, aku pergi dulu yah, kamu kalo cape langsung tidur saja yah." Ucap Ikhsan mencium keningnya Ratna.


" Iyah sayang, kalian hati hati dijalan yah." Ucap Ratna


Dani,Burhan,dan Ikhsan, langsung jalan keluar UGD, dan menuju ruangan dokter jaga dan mengurus pemakaman anak pertamanya Dani. Joko langsung kunci pintu dan langsung jalan ke sampingnya Susi dan mencium tangannya Susi penuh penyesalan.


" Maafkan aku sayang, maafkan aku yang membiarkan kamu kepeleset tadi, aku ceroboh enggak bisa menjaga anak ini sayang maafkaan aku, bangun sayang" Ucap Joko lirih


" Jangan terlalu menyesal Joko, sepenuhnya bukan salah kamu kok, namanya juga kecelakaan sekarang berdoa saja Susi cepat sadar yah." Ucap Ratna, sejujurnya Ratna menyayangkan kecerobohan Susi, tapi kasihan anak yang diinginkan justru pergi karena kecelakaan tadi.


Joko mencium tangannya Susi dan wajahnya Susi penuh penyesalan dan penuh rasa cinta, Joko ingin Susi segera sadar.


Sambil menunggu new episode jangan lupa mampir ke karya karya saya * CEO mencari istri*," TTM CEO tampan*,*jangan paksa aku jadi teman ranjangmu*,* Istri ke 2 ku wanita malam*

__ADS_1


__ADS_2