
Joko dan Burhan membawa serta lima waria untuk menemani mereka, mencegah Dani dan Ikhsan bertingkah, Dani bener bener merasa diuji kesabarannya sama Joko dan Burhan, tapi enggak bisa bertingkah seenaknya sama mereka
" Ngapain sih bawa bawa waria itu hah." Bentak Dani kesel melihatnya
" Buat jaga jaga, soalnya saya kangen panjat pinang sama Susi, perempuan yang kamu permainan kan, kalo macem macem mereka bakal nyerang kalian." Tegas Joko menatap sinis kearah Dani
Bugh
satu tonjokan mendarat dengan sempurna di wajahnya Joko, Dani bener bener kesel sama ucapan Joko barusan.
" Hey, jangan sakiti bos ekey yah" Bentak Waria melotot kearah Dani
" Dia enggak pantas bicara seperti itu sama istri orang." Bentak Dani penuh amarah
" Hahahaha, istri yang enggak dianggap, istri yang diasingkan demi selingkuhan, istri yang yang selalu diasingkan." Ledek Joko menatap sinis kearah Dani
" Heh, jangan karena kamu sudah enggak bekerja bareng kita jadi seenaknya bicara seperti itu." Bentak Ikhsan emosi
" Memangnya faktanya kan, hayo lah kita bersenang senang bareng Susi dan Ratna juga. kalian juga enggak peduli sama perasaan Susi dan Ratna kan." Ucap Burhan, Burhan jalan santai masuk keruang tamu
" Ratna sayang" Teriak Burhan dengan vueknua.
" Heh, senengnya sekali panggil seperti itu sama istri orang." Bentak Ikhsan semakin kesel
Susi dan Ratna yang mendengar keributan di ruang tamu langsung jalan, betapa kagetnya Melihat Joko dan Burhan ada didekat Dani dan Ikhsan. Joko memerintah kan waria berdiri disampingnya Dani dan Ikhsan. membuat Dani dan Ikhsan enggak berani maju.
" Sayang, kenapa kamu masih bodoh mau dipermainkan hidup kamu seperti ini, lebih baik kita kabur saja. aku akan bantu kamu supaya Dani talak kamu sayang. kamu enggak akan pernah bahagia hidup seperti ini." Ucap Joko, Joko pegang tangannya Susi, enggak peduli sama Dani yang menahan amarahnya
" Kalian cuman dipermainkan sama mereka saja, kalian punya hak untuk bahagia sayang. kita akan pergi sekarang, mau sampai kapan kalian diasingkan seperti ini, setiap mereka ketakutan ketahuan sama danu, Eka, lebih lebih ketahuan sama Rena dan Reni. kalian dipaksa pindah tempat tinggal terus menerus. kalian punya harga diri, enggak pantas direndahkan dan dipermainkan seperti ini. sayang." Bujuk Burhan, Burhan pegang tangannya Ratna
" Anak ini butuh pengakuan secara agama dan negara sayang, enggak bisa selamanya di permainkan seperti ini, anak kamu butuh pergaulan bukan diungsikan. fikirkan kehidupan anak kamu sayang. jangan bodoh bodoh amat jadi perempuan." Sambung Burhan penuh harap
__ADS_1
" Jangan bicara sembarangan kalian, lebih baik keluar sekarang sebelum kita semakin marah, kalian sudah dibaikin, sudah diladeni justru enggak sadar diri." Bentak Ikhsan kesel, Ikhsan semakin kesel mendengar ucapan enggak sopan Joko dan Burhan.
" Ingat kalian bertingkah, disaat itu juga Rena dan Reni akan tahu rahasia besar kalian. kalian akan kehilangan Rena, Reni, Susi, dan Ratna. sekaligus mengerti." Ancam Joko kesel
" Sekarang mau kalian apa?" Tanya Dani semakin emosi
" Mau panjat pinang, kalo butuh biarkan saya dan Susi melakukannya. toh dia lebih sering kesepian saat kalian lebih lama bareng Rena dan Reni. kasihan perempuan sebaik dan sesabar Susi diperlakukan seperti ini." Lanjut Joko menatap sinis kearah Dani.
" Jangan bicara sembarangan, saya enggak akan memberikan ijin sama sekali." Bentak Dani dengan egois.
" Saya kasih waktu sepuluh menit, ijin kan kita menemani mereka disini selama kalian di Jakarta atau rahasia kalian malam ini terbongkar, tuan Danu akan atur rencana supaya lagi ketemu Rena semua kebongkar" Lanjut Burhan, Burhan ingin memberikan perhatian seperti dulu ke Ratna tanpa larangan sama sekali.
" Gila permintaan kalian, seksssrang kalian semua keluar, bawa sampah sampah gila dari hadapan kita.". Perintah Dani penuh amarah
" Lakukan tugas kalian sekarang" Lanjut Joko, Joko memberikan perintah waria untuk menggoda Ikhsan dan Dani sebelum pulang ke rumahnya.
Lima waria mulai menggoda Dani dan Ikhsan bergantian, Dani berusaha menghindar Dani merasa jijik dipegang bahunya sama waria.
" Berarti boleh, kamu setuju kita sering kesini untuk menemani mereka?" Tanya Joko senyum kemenangan
" Sial, kita enggak bawa bodyguard, posisi kita selemah ini, aarreggghhh." Teriak Dani frustasi
" Berarti kita boleh terang terangan kesini yah." Tegas Burhan enggak sabar
" Iyah boleh, tapi sama Susi selalu bawa pengaman, kesini bareng kita. saya dulu baru kamu bagaimana?" Tanya Dani, Dani enggak sudi Joko duluan.
" Enggak masalah, yang penting saya bisa menemani Susi dan Burhan menemani Ratna. kalian bisa aman ketemuan sama pacar kalian." Tegas Joko dengan puas.
" Kalian menjebak kita?" Tanya Ikhsan penasaran
" Iyah balas dendam, kalian enggak akan berkutik karena Danu juga mencintai Rena dan Eka mencintai Reni, salah langkah mereka bisa merebut selingkuhan kalian." Lanjut Burhan senyum licik
__ADS_1
" Kalian bener bener sial, berhasil menjebak kita supaya enggak berdaya." Bentak Dani semakin kesal
" Hahahaha, itu tujuannya, kalian seenaknya sama mereka, dan kita yang akan perlahan menghancurkan kalian." Tegas Burhan, Burhan jalan menghampiri Ratna
" Kalian dari tadi debat terus, enggak capek apa?" Tanya Ratna yang akhirnya buka suara
" Ini semua karena kamu, karena merasa kesepian goda mereka akhirnya mereka balas dendam seperti ini. kalo enggak lagi mengandung sudah saya hajar kamu Ratna." Bentak Dani marah melihat Ratna
" Sudah, sekarang kita senang senang saja. dari pada debat engga penting." Lanjut Joko, Joko jalan kearah Susi
" Kita duluan yang senang senang sama mereka, baru nanti sama kalian." Tegas Ikhsan, Ikhsan tahu kondisi Ratna yang mengandung, sekali panjat pinang enggak boleh lagi membahayakan janinnya.
" Enggak, saya duluan, ini balasan untuk kalian. selanjutnya baru kalian duluan" Tegas Burhan, Burhan gandeng tangannya Ratna dan langsung ajak Ratna jalan ke kamarnya.
" Woy, itu istri siapa woy" Teriak Ikhsan kesel, kesel merasa lemah melawan Burhan
Joko melakukan hal yang sama, Joko mengajak Susi jalan duluan ke kamar meninggalkan Dani dan Ikhsan, yang kalah telak. kelima waria bener bener mengawasi setiap gerakan Dani dan Ikhsann.
" Mending telefon pacar kita saja yuk, dari pada emosi sama sampah seperti mereka." Ajak Dani, Dani males menunggu seperti ini
" Jauh lebih baik sih, sampah tetep saja sampah. di goda sama lalat kotor tetep saja mau." Ledek Ikhsan, Ikhsan mempertahan kan Ratna karena anak pertamanya, kalo enggak ada, Ikhsan malas memelihara sampah sampai detik ini.
Dilain sisi, Rena dan Reni sibuk merapihkan rumahnya, Rena melihat layar handphone nya tertera nomor teleponnya Dani.
" Selamat malam sayang, lagi dimana?" Tanya Rena, Rena melihat Dani duduk santai bareng Ikhsan
" Dirumahnya Ikhsan sayang, lagi pada ngapain nih." Ucap Dani bohong
" Kita lagi beberes sayang, kita kan belum dapet ART sayang. kalian lagi ngapain?" Tanya Rena, Rena melihat layar handphone nya melihat Dani dan Ikhsan duduuk di halaman rumah
" Rajinnya Rena, oh yah Reni mana?" Tanya Ikhsan, dari tadi enggak lihat Reni.
__ADS_1
" lagi setrika baju Ikhsan, telefon saja Reni nya." Lanjut Rena, Rena melanjutkan nyapu sambil melihat layar handphone nya.