Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Reni Kaka kenapa bisa disini


__ADS_3

Reni melihat Rena yang sudah duduk di kasur rumah sakit langsung jalan ceper kearah Rena, Reni meluk Rena dengan haru dan bahagia akhirnya kakanya sadar dari koma, bodyguard yang menemani Rena langsung berdiri dan pindah membiarkan Reni dengan leluasa ngobrol sama Rena.


" Alhamdulillah Kaka sadar juga, Reni takut ka takut Kaka engga bangun bangun." Ucap Reni haru sambil nangis


" Alhamdulillah Kaka sudah bangun de, tadi Kaka tanya orang itu kenapa Kaka disini, dia bilang biar kamu yang jelaskan, memangnya Kaka kenapa bisa disini?" Tanya Rena melihat bodyguard dan Ikhsan.


" Kaka jatuh ka, yah sudah Kaka istirahat lagi saja yah." Lanjut Reni, Reni bingung mau bilang sebenarnya karena Reni enggak yakin sama penjelasan Dani.


" Jatuh, Au kepala Kaka sakit sekali Reni." Lanjut Rena pegang kepala, entah kenapa kepalanya sangat sakit sekali


" Saya panggilan dokter" Ucap Ikhsan kwartir, Ikhsan pencet tombol pemanggil dokter


" Bagaimana dia ketemu Dani, apa akan seperti ini, dan bagaimana kalo rahasia kebongkar astaga" Batin Ikhsan mulai kwartir


" Tiduran saja Rena, dokter sebentar lagi kesini" Lanjut Ikhsan berusaha santai


Reni membantu Rena untuk tiduran lagi, Reni bener bener kwartir sama kondisi Kaka nya, beruntung dokter sudah datang dan langsung memeriksa kondisi Rena.


" Buat pasien amnesia wajar seperti ini, kalo pasien mengalami sakit kepala tolong langsung berikan obat pereda nyeri dan antibiotik, supaya lukanya cepat sembuh." Ucap dokter ganteng ramah


" Apa dok, saya amnesia? memangnya separah itu dan memangnya saya jatuh dimana sampai amnesia?" Ucap Rena lirih, Rena bener bener penasaran


" Lebih baik anda istirahat saja, jangan banyak diajak bicara kasihan kondisinya." Lanjut dokter berusaha santai, dan langsung keluar


" Sayang, aku tinggal yah, besok aku kesini lagi yah kamu mau ditemani dari pagi sampai siang atau siang sampai malam?" Tanya Ikhsan melihat Reni yang nangis


" Siang sampai malam sayang, kamu kan harus kerja sayang. hati hati dijalan yah." Ucap Reni sedih melihat Ikhsan


" Iyah sayang, sudah jangan nangis lagi, selamat istirahat yah sayang." Lanjut Ikhsan, Ikhsan mencium keningnya Reni

__ADS_1


Reni ngangguk dan antar Ikhsan kedepan pintu, Reni langsung kembali duduk disampingnya Rena yang sudah tidur kembali karena efek obat yang diberikan dokter. Reni berusaha ikut tidur disampingnya Rena


Dilain sisi, Joko menahan rasa cemburu saat melihat susi bermesraan sama Dani dirumahnya, Burhan yang melihat ekspresi wajahnya Joko yang enggak baik langsung ngajak kebelakang sebelum ketahuan sama Dani.


" Kenapa bro emosi?" Tanya Burhan melihat Joko


" Saya cemburu, saya bener bener dipermainkan perasaan saya sama Susi. harusnya bisa jaga perasaan saya." Ucap Joko kesel


" Kita kan sudah komitmen, kita dikasih uang dan menemani mereka saat kesepian dan saat ada suami masing masing kita bukan siapa siapa, kasarnya kita dibayar untuk menemani mereka saat kesepian sudahlah jangan baper, dari pada kehilangan pekerjaan gaji dobel dan besar lagi apa lagi mendapat kan yang gratisan ditambah dapat duit kan." Ucap Burhan dengan santai, sejujurnya Burhan juga kesel tapi berusaha sadar diri


" kamu bener, kita mendapatkan gaji dobel huff baiklah berusaha cuek saat melihat Susi dan Ratna bermesraan sama Dani dan Ikhsan." Lanjut Joko pasrah dan sadar diri


Burhan senyum puas melihat Joko sudah tenang, Burhan dan Joko korban keegoisan Susi dan Ratna sekarang diuji kesabarannya melihat mereka bermesraan sama pasangannya.


Burhan melihat Ikhsan datang, berusaha santai dan menyambut kedatangan majikannya dan lebih memilih istirahat begitu juga dengan Joko. dari pada hatinya semakin tersiksa.


" Sayang, akhirnya pulang juga." Ucap Ratna ramah, Ratna mencium wajahnya Ikhsan


" Apa saya bisa menjenguk Rena? Tanya Dani penasaran


" mungkin bisa, soalnya tadi dibilang jatuh saja kepalanya Rena sakit sekali, saya kwartir melihat kamu kondisinya seperti tadi sakit kepala, kasihan Reni kalo nangis lagi melihat Rena kesakitan terus menerus." Lanjut Ikhsan bingung


" Sayang, ke kamar yuk." Bisik Ikhsan melihat Ratna


" Aaahhh, Iyah sayang, sekarang." Goda dan desa Han Ratna


" Terus bagaimana dong, saya rindu sama Rena dan merasa bersalah juga." Lanjut Dani frustasi


" Konsultasi dulu sama dokter, kalo diijinkan yah ketemu kalo enggak yah jangan. kalo rahasia sampai kebongkar tangan saya yang akan menghajar kamu Dani." Tegas Ikhsan dengan serius

__ADS_1


" Saya juga enggak ingin ketahuan, saya ingin menikah sama Rena perempuan baik baik dan cantik. saya juga mencintai Rena." Lanjut Dani dengan santai


" Mereka bahas Rena dan Reni terus menerus, enggak memikirkan perasaan istri sama sekali." Batin Susi kesel


" Yah sudah yuk kita istirahat dikamar masing masing, lanjut besok yah ngobrolnya. kasihan ayah baru pulang capek dan butuh istirahat." Lanjut Ratna terpaksa, terpaksa mengakhiri obrolan Dani dan Ikhsan.


" Yah sudah yuk bunda, selamat malam Susi dan Dani." Lanjut Ikhsan, Ikhsan gandeng tangannya Ratna dan pelan pelan ke kamarnya.


" Sayang kenapa diem?" Tanya Susi penasaran


" Aku, aku takut kehilangan Rena selamanya sayang, dan aku takut Ikhsan putus sama Reni karena aku kan kasihan mereka nantinya." Ucap Dani menyesal dan sedih


" Serapih apapun kebohongan suatu saat akan kebongkar sayang, sekalipun Reni dan Ikhsan menikah akan kebongkar juga. maaf yah aku bicara seperti ini, lebih baik kamu lupakan perasaan kamu ke Rena jangan sakiti perasaan Rena lagi sayang, jangan sakiti perasaan orang lain lagi cukup aku yang disakiti karena keegoisan kamu dan Ikhlas bertahan karena anak kita sayang." Lanjut Susi terus terang


" Tapi aku belum siap kehilangan, dan bersikap biasa saja ke Rena.tapi kamu bener kebohongan ini pasti akan terbongkar juga, yah sudah istirahat yuk, biar nanti saja aku pikirkan bagaimana enaknya." Lanjut Dani pasrah dan mulai pusing memikirkan masalah pribadinya


Dani pegang Susi,perlahan membantu Susi untuk jalan ke kamarnya, Dani semakin kesel terjebak ddalam situasi seperti ini, situasi enggak bisa melepaskan tanggung jawab dan enggak siap melihat Rena kesakitan dan kehilangan Rena selamanya.


Dilain sisi, Rena melihat Reni yang sibuk menggambar cuman bisa melihat adiknya dengan penasaran, Rena terbangun karena haus dan enggak tega mengganggu Reni yang lagi sibuk.


" Kamu gambar itu untuk apa?" Tanya Rena melihat Reni


" Kita kerja di perusahaan interior ka, selama Kaka sakit Reni kerja dari rumah sakit dikasih kebijakan sama pemilik perusahaan." Ucap Reni melihat Rena, Reni merapihkan berkas berkasnya


" Kaka enggak ingat sama sekali, berarti setelah pulang dari rumah sakit Kaka langsung kerja yah?" Tanya Rena penasaran


" Iyah ka, makannya cepat sehat ka, supaya kita bisa kunjungan kerja ka melihat hasil karya kita." Lanjut Reni melihat Rena, dan jalan ke arah Rena.


Rena tiba tiba merasa sakit kepala saat Reni bilang kunjungan kerja, Reni yang melihatnya bingung dan panik, Reni membantu Rena untuk istirahat lagi. Reni semakin benci sama Dani sebenarnya apa yang terjadi kenapa kaka seperti ada sesuatu.

__ADS_1


Sambil nunggu kelanjutannya jangan lupa mampir ke karya karya saya yang lain, jangan lupa like, hadiah,dan votenya.


__ADS_2