
Dani tiba di kota Tegal bareng rombongan bodyguard, ikhsan yang awalnya males ngurusin Ratna lagi terpaksa harus ikut nyari, mau bagaimana pun Ratna mengandung anaknya Ikhsan saat ini.
" Mereka bener bener selalu mencari masalah sama kita heran, enggak ada kapoknya heran" Ucap Ikhsan kesal
" Hidup enak justru milih kabur, apa coba didalam otak mereka. bagaimana apa ada nama mereka?" Tanya Dani saat melihat bodyguard setelah memeriksa nama penumpang pesawat
" Enggak ada sama sekali tuan, sepertinya mereka enggak mampu bayar tiket pesawat, mengingat mereka enggak memiliki uang sama sekali." Ucap bodyguard melihat kedua bos nya
" Bisa jadi, yah sudah kita keliling kota, saya yakin mereka enggak jauh soalnya mereka saja enggak punya kendaraan." Lanjut Danni percaya diri
Tanpa Dani dan rombongan sadari bodyguardnya Rena memantau kepergian Dani dan rombongan dari bandara, Bodyguardnya Rena langsung memesan tiket pesawat ekspres keberangkatan besok subuh, Rena rela memesan tiket lebih mahal demi rencananya berjalan dengan lancar.
Dilain sisi, kedua waria bener bener kwartir dengan amukan dan hukuman yang akan mereka terima nanti, kedua waria memeriksa cctv yang ada di villa melihat dengan siapa Burhan, Susi, dan Ratna pergi.
" Sial, cctv nya kenapa bisa rusak yah, selama kita pergi perasaan semuanya baik baik saja. ekey takut sama amukan tuan Dani nih jeng." Ucap Waria ketakutan
" Apa jangan jangan, tiket ke salon gratis selama tiga kali, itu jebakan? terus siapa yang membantu mereka? biaya untuk ke salon kan mahal?" Tanya waria curiga, waria merasa dijebak untuk lengah mengawasi Burhan dan dua perempuannya.
__ADS_1
" Bisa jadi, tapi siapa yang bantu mereka?" Tanya waria bingung
kedua waria kaget mendengar suara pintu Villa di buka dengan paksa, terlihat aura kemarahan dari Dani dan Ikhsan karena kecerobohannya Ratna jadi kabur tanpa jejak sama sekali.
" Apa maksud kalian tiket ke salon?" Bentak Dani penuh amarah saat masuk kedalam Villa
" Jujur tuan, tiga hari ini kita mendapatkan amplop dan berisi tiket ke salon gratis tuan dan tujuannya untuk kita." Ucap waria ketakutan
" Apa ke salon? coba mana tiketnya?" Bentak Ikhsan penasaran
Waria memberikan amplop beserta tiket ke salon ke Dani, dengan ketakutan dan gemetaran nya memberikannya ke Dani.
" Danu dan Eka kan sudah enggak mungkin bisa seenaknya kesini, terus siapa yang berani dan punya urusan sama Burhan, Susi,dan Ratna?" Tanya Ikhsan penasaran
Dani dan Ikhsan tampak berfikir dan tiba tiba mereka dengan bersamaan kompak curiga sama Rena, selama kunjungan kerja Rena enggak bisa dii hubungi setelah jam kerja dan enggak kasih tahu tempat tinggal selama di Tegal.
" Enggak mungkin Rena, enggak mungkin Rena sejauh ini ikut campurnya." Ucap Ikhsan ketakutan ketahuan
__ADS_1
" Yang punya kepentingan sama mereka cuman Rena dan Reni, apa lagi Rena tahu kamu dan Reni mau jemput orang tua dan pembahasan lamaran pernikahan kan. Habis lah kita." Ucap Dani lirih, Dani semakin curiga sama Rena.
" Cari tahu tiket itu siapa yang beli, pantas Reni diajak jalan enggak mau apa Reni tahu semua ini." Lanjut Ikhsan kwartir, Ikhsan yakin sekali, Rena enggak akan nutupi apapun dari Reni apa lagi yang dilakukannya demi Reni.
" Baik tuan permisi" Ucap bodyguard bersamaan, dan menerima tiket dari Ikhsan langsung pergi meninggalkan Villa menyelidiki kebenarannya.
Dilain sisi, Rena satu kamar sama Susi, sedangkan Ratna dibiarkan satu kamar sama Burhan. Rena menerima laporan dari bodyguard kalo Dani sudah sampai kota Tegal.
" Bodyguard kamu hebat sekali Rena, bisa membaca situasi seperti ini. dan kita besok bisa pergi dengan aman." Ucap Susi merasa bangga sama Rena, enggak sembarangan memberikan perintah
" Mereka, karyawannya Danu, enggak ada yang mempertanggung jawabkan kesalahan sama sekali, jadi mereka bisa bebas seperti ini. dan ucapan Danu bener mereka cerdas dan profesional dalam bekerja, jadi kita aman sampai sekarang." Ucap Rena bangga, Rena enggak mau gegabah melawan Dani dan Ikhsan.
" Terlihat sih dari mereka ngatur stragisnya, dan mereka dengan santai memesan tiket pesawat untuk kita." Lanjut Susi, andaikan Dani enggak memiliki kesalahan beruntungnya Dani memiliki pacar secerdas Rena.
Dilain sisi, Dani dan Ikhsan sungguh dibuat frustasi, karena nama pemesan tiket diskon ke salon, enggak diketahui padahal sampai diancam sama sekali enggak menemukan titik terang.
" Sebenernya siapa yang bantu Susi, Ratna, dan Burhan. untuk kabur dari sini? Ratna kabur baawa anak saya dengan seenaknya aarrggghhh" Bentak Ikhsan dengan frustasi, walaupun Ikhsan membiarkan Ratna bersama Burhan, tapi Ikhsan ingin memiliki anak kandungnya setelah lahir nanti.
__ADS_1
" Semuanya dibuat bersih, tanpa membuat kita tahu siapa yang bantu mereka sama sekali. aarrggghhh" Teriak Dani kesal, Dani merasa kecolongan, terlalu sibuk sama Rena membuat dirinya lengah menjaga Susi, Burhan, dan Ikhsan. supaya enggak pergi lagi.