
Susi dan Ratna yang bosan di villa terus akhirnya meminta bodyguard untuk menemani mereka jalan jalan ke mall, Tanpa disangka Susi dan Ratna ketemu sama Ikhsan, Dani, Rena, dan Reni. lagi menikmati makan siangnya dimall. Reni yang melihat Ratna langsung mengajak gabung membuat Susi, Ratna,Dani,dan Ikhsan. jadi salah tingkah apa lagi Ikhsan kwartir ketahuan rahasianya.
" Sayang, mereka kan temennya Dani, jalan sama laki laki lain.?" Bisik Reni melihat Ikhsan yang enggak suka kedatangan Ratna
" Mereka sudah lama putus sayang" Ucap Ikhsan cuek, Ikhsan mengelus rambutnya Reni
" Jahatnya kamu mas" Batin Ratna sedih melihat Ikhsan dengan cueknya bermesraan sama Reni didepannya
" Hayo duduk, kita makan bareng" Ucap Rena berusaha santai
" Enggak usah deh, lain kali saja." Tolak Ratna berusaha santai
" Huek huek" Ucap Susi yang mendadak mual membuat Dani dan Ikhsan melotot melihatnya
" Kamu sakit" Lanjut Rena kwartir melihat Susi mual
" Kita permisi dulu" Ucap Burhan, Burhan buru buru ngajak Susi dan Ratna pergi. sebelum Dani dan Ikhsan murka
" Awas kalian" Batin Dani kesel melihat Susi dan Ratna apa lagi Susi muntah
Bodyguard langsung mengajak Susi dan Ratna pergi, Susi yang enggak enak badan akhirnya jatuh pingsan beruntungnya mereka jauh dari tempat makan Dani, Ratna menemani Susi ke rumah sakit.
" Kalian bener bener jahat dan Tega" Ucap Ratna menangis
" Sabar sayang, ingat anak kamu. jangan banyak nangis sayang." Bisik Burhan melihat Ratna, Hati Burhan sungguh sakit melihat Ratna nangis seperti ini.
Ratna bener bener sudah muak dengan keadaanya, ingin rasanya meninggalkan Iksan dan Dani tapi mengingat masa depan anak yang dikandungnya berusaha untuk bertahan
Dilain sisi, Ikhsan menemani Reni belanja baju, Ikhsan yang melihat toko mainan langsung berhenti dan melihat mainan tanpa sadar senyum sendiri.
" Sayang kenapa?" Tanya Reni penasaran melihat Ikhsan
__ADS_1
" Aku suka saja sayang melihat mainan apa lagi robot robotan" Ucap Ikhsan
" Enggak bayangin punya banyak anak dari Ratna dan Reni, pasti bahagia sekali pulang kerja beli mainan dan main sama anak." Batin Ikhsan membayangkan Reni dan Ratna tinggal dalam satu rumah
" Yah sudah beli yuk, aku juga suka sekali melihat mainan. apa lagi selama dikampung mau beli mainan begitu sulit aku dan Rena dapatkan sayang, keuangan orang tua enggak mendukung sama sekali." Lanjut Reni sedih mengingat masa kecilnya kurang bahagia
Ikhsan melihat Reni dan langsung ajak Reni masuk kedalam toko mainan, Ikhsan membelikan dua boneka Barbie sepasang cewek dan cowok sedangkan Reni membelikan Ikhsan dua robot warna biru dan pink.
" Tidurnya peluk boneka cowok yang sayang, kalo kangen aku pandangi wajah ganteng boneka ini bayangin itu aku." Ucap Ikhsan melihat Reni
" Iyah sayang, terimakasih yah bonekanya akhirnya aku punya boneka juga sayang. aku akan jaga baik baik Boneka ini." Ucap Rena bahagia
Ikhsan meluk Reni dan mencium keningnya dengan mesra, Ikhsan mengajak Reni untuk membayar belanjaan mereka. setelah selesai belanja Ikhsan dan Reni susul Dani dan Rena yang lagi di salon.
" Pulang yuk" Ajak Reni
" Hayo, oh yah besok saya dan Rena perjalanan dinas, kamu enggak masalah kan di rumah sendirian?" Tanya Dani melihat Reni
" Yah sudah kita antarkan kalian pulang" Ucap Iksan melihat Reni yang keliatan kelelahan
" Iyah sayang." Lanjut Ikhsan, Ikhsan pegang tangannya Reni
Ikhsan dan Dani mengantarkan Rena dan Reni pulang, Dani ingin ketemu Susi dan Ratna sebelum pergi keluar kota. Dani bener bener kesel tadi ketemu di mall untungnya Susi langsung diajak pulang.
Dilain sisi, Susi dan Ratna duduk santai, menikmati air jahat hangat yang dibuatkan sama bodyguard, Susi dan Ratna senyum bahagia melihat Dani dan Ikhsan masuk kedalam dapur di villa. Susi langsung mencium Dani penuh dengan cinta begitu juga dengan Ratna mencium Ikhsan dengan rindu yang sudah di ubun-ubun.
" Lepaskan" Bentak Dani sambil mendorong Susi
" Sayang kenapa, kenapa marah sayang." Ucap Susi bingung melihat tingkah suaminya
" Kalian ngapain ke mall hah?, Kalian kalo kemana pun harus lapor minimal bodyguard nelefon saya atau Ikhsan, tadi ketemu sama Rena dan Reni bagaiman kalo mereka curiga hah?" Bentak Dani penuh amarah, Dani menampar Susi begitu saja.
__ADS_1
" Memangnya kenapa kalo mereka tahu, toh kamu suami aku, ketemu sama istri bikin sikap kamu seperti ini. apa yang mereka berikan ke kalian sampai kalian marah seperti ini." Bentak Susi kesel melihat sikapnya Dani.
" Mereka perempuan baik baik, Reni perempuan yang saya cintai dan Dani mencintai Rena. kalian mau hidup sengsara untuk membesarkan anak saya hah." Bentak Ikhsan menjambak rambutnya Ratna dengan keras, Burhan dan Jaka yang melihat Susi dan Ratna diperlakukan kurang baik rasanya marah dan enggak terima. tapi mereka sadar diri enggak punya hak untuk membela.
" Tapi aku istri kamu, mengandung anak kamu. perlakukan aku dengan layak sebagai istri sah kamu bukan seperti ini, dan membela selingkuhan dengan berlebihan sayang." Bentak Susi kesel, Susi langsung nangis melihat perlakuan suaminya.
" Hahahaha, istri terpaksa yah, kalo engga merepotkan dikemudian hari juga males, sudah lah kalo kalian mau pergi pergi telefon jangan sembarangan jalan saja." Perintah Ikhsan dengan tegas, Ikhsan melihat bodyguard, Susi, dan Ratna.
" Baik tuan, maafkan saya" Ucap Jaka menyesal
" Yah sudah istirahat yuk sayang, apa engga rindu sama joget aku diatas kamu." Goda Ratna sambil meluk Ikhsan
" Tentu rindu, saya bayar mahal yah harus melakukan panjat pinang lah." Lanjut Ikhsan senyum licik
" Selamanya kalian cuman pemuas nafsong, kalo butuh yah kesini kalo enggak yah diabaikan." Ucap Dani cuek, Dani pegang tangannya Susi dengan kenceng membuat Susi kesakitan.
" Sakit sayang" Protes Susi, Dani mengabaikan ucapan Susi, langsung masuk kamarnya.
Dani yang sudah berhari hari enggak mendapatkan olahraga panas, akhirnya mendapatkan juga karena rasa keselnya tadi. Dani rindu sekali panjat pinang sama Susi.
" Bagaimana keadaan anak ini" Ucap Dani sambil ngelus lembut perutnya Susi, Dani perlahan memajukan dan memundurkan pinggangnya dengan pelan
" Aaahhh, keadaannya baik baik saja sayang, aku menjaga anak kita dengan baik, aku enggak pernah melewatkan minum susu Ibu hamil dan vitamin dari dokter. aku enggak sabar tahu jenis kelamin anak kita sayang, aaahhh Dani sayang, aaahhh luar biasa sayang. aku rindu" Desa han Susi, Susi meluk Dani yang polos didepannya.
" Walaupun saya enggak inginkan anak ini, tapi tolong jaga baik baik penerus saya. jangan ganggu kehidupan saya alasan anak ingat saya kesini karena keinginan saya, jangan pernah mengatur saya dan ganggu kehidupan saya, ingat jangan memanfaatkan anak." Ancam Dani melihat Susi, tangannya Dani menari dengan indah di badannya Susi
" Aaahhh, Iyah sayang, aku mengerti sayang, aaahhh." Desa han Susi, Susi enggak bisa membantah ucapan Dani.
Cairan pun keluar dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Susi, Danni membantu Susi untuk berdiri dan jalan bareng ke kamar mandi.
Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya.
__ADS_1