
Dani minta Joko mampir ke salah satu Mall yang ada di Jakarta untuk belanja, Susi yang tahu keinginan Dani merasa bahagia sekali, karena sudah lama enggak jalan bareng.
" Sayang, kita enggak ada panggilan khusus nih?" Tanya Susi manja, Susi menikmati pergerakan tangan Dani
" Memangnya mau dipanggil apa sayang?" Tanya Dani, tangannya Dani m3r3m45 gunung kembarnya Susi
" Aaaggghhh, mami dan papi bagaimana? biar terdengar bule sayang." Lanjut Susi melihat Dani
" Boleh sayang, mami sayang sudah lapar belum?" Tanya Dani mesra
" Astaga Susi, walaupun komitmen menerima tapi enggak begini juga sayang. nyiksa perasaan aku sekali" Batin Joko kesel, Joko melihat Susi dari kaca spion
" Sudah sayang, tapi kan enggak ada makanan didalam mobil?" Tanya Susi, Susi pegang perutnya
" yah sudah Joko, tolong berhenti di restoran yah soalnya Bu Susi sudah lapar." Lanjut Dani, Danni melihat Joko
" Baik nyonya dan tuan" Ucap Joko berusaha santai, Joko berusaha keras untuk bersikap biasa saja walaupun hatinya hancur.
Mobil yang dibawa Joko berhenti di restoran Amerika, Dani merapihkan bajunya Susi dan membantu Susi turun dari mobil, lagi lagi Joko menahan cemburunya demmi kebahagian Susi
Dilain sisi, Ikhsan menemani Ratna membeli banyak cemilan dan bahan masakan, Ikhsan membelikan susu ibu hamil dan cemilan untuk Ratna.
" Bunda sayang, mau beli daster?" Ucap Ikhsan melihat Ratna
" Mau sayang, tapi pilihin yah, apapun pilihan ayah pasti aku pakai." Ucap Ratna bahagia
__ADS_1
Teretetert
" Sayang, handphone nya bunyi" Sambung Ratna melihat tas nya Ikhsan
Ikhsan melihat handphone nya dan betapa kagetnya yang telefon Reni, Ikhsan ragu untuk angkat telefonnya
" Angkat saja sayang, aku enggak akan ganggu selama ayah ngobrol sama Reni aku mengerti sayang." Lanjut Ratna berusaha santai
" Terimakasih sayang" Ucap Ikhsan, Ikhsan mencium keningnya Ratna dan menjauh dari Ratna
" Demi anak ini, harus berusaha keras untuk memahami kamu sayang. semoga kalian selalu bahagia." Batin Ratna sedih
Ratna melanjutkan belanjanya sendiri, Ratna enggak mau ambil pusing dan sedih karena kalo mengeluh akan kehilangan segalanya.
" Iyah sayang, pagi pagi sekali aku ke rumah sakit yah, aku bahagia sekali kalo kamu kembali ke kantor sayang." Ucap Ikhsan bahagia mendengar keinginan Reni, Ikhsan enggak merasa sendirian selama Reni temani Rena di rumah sakit.
" Yah sudah sayang, aku mau makan sama Rena dulu yah. kamu dimana sayang?" Tanya Reni penasaran di sebrang telefon
" Mall, lagi sama Dani sayang, dia sedih loh Rena sakit seperti tadi." Lanjut Ikhsan bohong
" Aku juga enggak tahu sayang, kenapa Rena seperti itu melihat Dani sayang. yah sudah kalo mau jenguk Rena boleh boleh sayang" Lanjut Reni santai
" Yah sudah sayang, selamat istrihat yah i love you see you tomorrow honey." Lanjut Ikhsan mesra.
Ratna menghampiri Ikhsan yang masukin handphonenya kedalam tas, Ikhsan mengajak Ratna ke toko daster. Ikhsan enggak banyak bicara sama Ratna membuat Ratna sedikit kesel
__ADS_1
" Yah sudah aku pilih sendiri dasternya" Ucap Ratna pasrah
" Maaf ya bunda, ayah tunggu diluar yah soalnya Reni kirim pesan sayang." Ucap Ikhsan cuek, Ikhsan mencium keningnya Ratna
Ratna menatap Ikhsan sedikit kesel, Ratna langsung masuk kedalam Butik untuk memilih daster yang diinginkan, Ratna melihat Ikhsan sibuk telefonan cuma bisa memahami keinginan suaminya
" Madu memang selalu diutamakan, dari pada istri pertama. harus sabar dan ikhlas sama rumah tangga seperti ini." Ucap Ratna berusaha tegar
Ratna memilih daster yang diinginkan, Ratna mundar mandir mencari daster sesuai seleranya akhirnya dapat lima daster tebel dan lima daster tipis. Ratna berusaha tersenyum melihat Ikhsan jalan kearahnya.
" Sudah dapat dasternya?" Tanya Ikhsan cuek, seakan enggak terjadi apapun
" Sudah sayang, aku beli sepuluh daster sayang, lima daster bahan tebel dan lima daster bahan tipis." Ucap Ratna berusaha santai
" Yah sudah yuk bayar, biar cepat ke villa." Lanjut Ikhsan,Ikhsan pegang daster pilihan Ratna dan membawanya meja kasir.
" semuanya satu juta rupiah pak." Ucap kasir butik, kasir butik nya memasukan daster pilihan Ratna kedalam kantong plastik
" Terimakasih sudah belanja di toko kami" Sambung pelayan toko
" Sama sama"Ucap Ikhsan,Ikhsan mengambil bungkusan
Ikhsan langsung ajak Ratna untuk ke parkiran mobil, Burhan bawain barang belanjaan Ratna dan Ikhsan. Burhan berusaha tersenyum melihat Ratna bahagia disampingnya Ikhsan, walaupun hatinya terluka.
Sambil nunggu new episode, jangan lupa mampir ke karya karya saya yang lain dan jangan lupa like, hadiah,dan votenya.
__ADS_1