
Suster mendorong tempat tidurnya Rena, membuat Reni dan Ikhsan mengikuti kemanapun suster mengajak Rena. suster langsung masuk kedalam kamar rawatnya Rena, Rena masih pingsan akibat obat bius saat operasi tadi, Iksan mengerjakan pekerjaan kantor sambil nungguin Rena sadar.
" Ikhsan ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan?" Tanya Reni melihat Ikhsan yang sibuk sama handphone nya
" Ada pesanan untuk membuat panti jompo, tolong buatkan yah." Ucap Ikhsan melihat Reni, Ikhsan selalu senang didekat Reni Ikhsan enggak. Pernah bosan tersenyum manis didepan Reni.
" Kasihan sekali yah, orang tua yang sudah renta harus di titip kan di panti jompo, ternyata enggak semua anak bisa ngurus orang tua yang sudah renta yah" Ucap Reni sedih, membayangkan sedihnya kakek dan nenek yang hidup jauh dari anak dan cucunya.
" Ya begitulah hidup, orang tua sanggup menghidupi banyak anak contohnya tiga anak, tapi anak belum tentu mampu mengurus satu orang tua apa lagi sudah menikah dan punya anak. Saya juga mendapatkan pesenan desain ini ngerasa sedih bayanginnya" Lanjut Ikhsan ikutan sedih karena proyek desain interior panti jompo
" Baik saya buatkan desainnya" Lanjut Reni menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya
Reni ikutan sibuk seperti Iksan, mulai fokus membuat desain request Ikhsan, proyek yang menguras emosi membayangkan hari hari orang tua yang ditinggalkan anak,menantu dan cucu. Justru di titipkan di panti jompo.
Pesan moral: dari cerita diatas, sebisa mungkin urus sendiri orang tua yang sudah lansia, sebisa mungkin urus sendiri tanpa bantuan orang lain apa lagi menitipkan orang tua ke panti jompo, orang tua mampu membesarkan anak dari lahir sampai dewasa, masa anak enggak mampu mengurus orang tua cuman beberapa tahun saja.
__ADS_1
Dilain sisi, Dani mengajak Ratna dan Susi nonton film bioskop, tempat favorit Dani setiap nonton paling atas tempat yang aman untuk bermesraan.
" Sayang bagus sekali bajunya" Ucap Dani melihat gunung kembarnya Ratna dan Susi terlihat lebih jelas
" Ya dong sengaja, aku tahu keinginan kamu ngajak nonton kita berdua." Goda Susi melihat Dani yang semakin nafsong
" Awas berdiri ngeliatin terus begitu hahaha" Ledek Ratna melihat Dani yang matanya enggak ngedip sama sekali
" Ah kalian bisa saja, yuk masuk kedalam ruangan nonton film." Lanjut Dani ngandeng Ratna dan Susi.
Dilain sisi, Ikhsan melihat jam tangan langsung merapihkan meja dan mematikan laptopnya, Ikhsan melihat Rena ada kelegaan melihat Rena yang sudah dioperasi, dan berharap masalah kesehatan nya Rena secepatnya selesai.
" Reni saya pulang dulu yah, kalo butuh apa apa telefon saja yah." Ucap Ikhsan melihat Reni
" Iyah Ikhsan hati hati dijalan yah" Ucap Reni jalan kearah Ikhsan
__ADS_1
Reni mengantarkan Ikhsan sampai depan kamar rawat dan langsung kembali duduk disebelahnya Rena.
Ikhsan langsung nyusul Dani, Ratna,dan Susi. Ke mall untuk nongkrong bareng, Ikhsan mencium wajahnya Ratna berkali kali saat tiba di mall. Ikhsan terasa tersiksa nafsong saat melihat pakaian yang dipakai Reni dan Rena, tapi enggak berani pegang apa lagi menggoda mereka.
" Bagaimana operasinya?" Tanya Dani melihat Ikhsan
" Alhamdulillah berhasil, Rena masih pingsan akibat obat bius saat operasi tadi mungkin beberapa jam lagi sadar." Ucap Ikhsan pasrah dan takut
" Ngurus perempuan cantik sakit, pasti nafsong ayang beb ku tersiksa yah. Melihat yang bening dan terbuka cuman bisa melihat tanpa pegang sama sekali." Ledek Susi melihat Ikhsan
" Banget banget, tapi berusaha enggak menghayal yang aneh aneh sih. Bahaya kalo Reni tahu kasian kan kalo takut sama saya karena saya nafsong dan pengen olahraga panas" Lanjut Ikhsan sedih
" Betul bisa dobel masalah kamu nanti sayang" Lanjut Ratna, Ratna manja manjaan
Ikhsan membiarkan Ratna kepalanya nempel di bahunya, Ikhsan menikmati makanan yang disiapkan Dani untuk.
__ADS_1