
Dani dan Susi melihat Ikhsan yang wajahnya ditekuk membuat mereka penasaran, Ratna menceritakan ketemu sama dokter yang merawat Rena membuat Dani jadi ikut ikutan panik akan rahasianya.
" Bahaya sekali, sekarang kita pulang ke rumah, bisa bisanya ketemu dokter itu." Ucap Dani panik
" Sial ketahuan karena temani dua perempuan ini, rahasia kita akan ketahuan, hayo buruan pulang." Bentak Ikhsan kesel
Dani dan Ikhsan jalan duluan enggak peduli sama Ratna dan Susi yang jalan dibelakang mereka, beruntung Burhan dan Joko yang bawain barang belanjaan mereka menemani Susi dan Ratna yang emosi karena ucapan Dani dan Ikhsan.
Dilain sisi, Eka melihat Danu yang nampak berfikir akan pertemuan cowok yang sering ketemu di kamar perawatan pasiennya, Eka menikmati cemilan yang dibuatkan ART Danu.
" Apa rencana kamu? mau ikut campur atau sebatas tahu?" Tanya Eka penasaran
" Sepertinya ikut campur, karena saya sering lihat Rena pasien saya sering sakit kepala setiap ketemu cowok tadi dan temennya.saya jadi penasaran penyebab Rena amnesia, kasihan saja sih melihatnya jadi saya diam diam akan buktikan siapa mereka dan perempuan yang ikut ke mall tadi." Penjelasan Danu, Danu duduk disampingnya Eka
" Masuk akal juga, yah sudah saya akan bantu kamu kalo begitu NU." Lanjut Eka, Eka sebenernya bukan tipe cowok yang kepo akan urusan orang lain, tapi karena tugas Eka dengan terpaksa menjalankan tugasnya sampai selesai
" Bagus, semoga fakta kita dapat sebelum Rena sembuh total, kasihan kalo kecurigaan kita bener, perempuan itu istrinya Ikhsan." Lanjut Danu, Danu prihatin sama nasip percintaan Rena
" Yah semoga kita bener yah, mulai besok saya akan cari tahu siapa mereka." Lanjut Eka
Dilain sisi, Rena mencoba membuat desain rumah, Rena merasa bosan enggak melakukan apapun akhirnya ikutin apa yang dikerjakan Reni.
" Bagus ka hasilnya, detailnya keren dan harganya juga masuk akal. oke saya kirim ke client, kalo gol ini bonus Kaka selama sakit." Ucap Reni melihat hasil gambarnya Rena
__ADS_1
" Amin dek, Kaka juga penasaran sih sama hasilnya, walaupun enggak ingat sama pekerjaan ini tapi tangan Kaka seolah sudah terbiasa membuat desain seperti ini." Ucap Rena terharu
" Alhamdulillah bakat Kaka enggak hilang, yah sudah saya kirim ke email client dulu yah ka." Lanjut Reni
Reni langsung foto desain rumah yang sudah dibuat Rena dan desain klinik buatannya Reni, dan mengirim ke email. Reni berharap dengan adanya proyek seperti ini Rena perlahan sembuh total.
Dilain sisi, Ikhsan dan Dani nampak kwartir dengan keadaan rumah tangga dan percintaannya, Ratna dan Susi yang melihat para suaminya terlihat pusing dan marah marah cuman bisa diam dan pasrah tanpa berani memberikan pendapat apapun.
" Sekarang bagaimana? dokter Danu pasti enggak akan tinggal diam sama apa yang dia lihat!" Tanya Dani bingung
" Bodohnya kita mau temani perempuan perempuan ini ke mall, enggak akan jadi masalah apapun bikin kesel saja." Bentak Ikhsan kesel
" Astaga, salah sendiri tapi menyalahkan orang lain." Batin Susi kesel
" Terus sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Ratna ikutan bingung dan pusing
" Huufff, baik ayah akan bunda turutin apapun keinginan ayah, yang penting ayah enggak marah marah dan pusing lagi. maafkan bunda kalo mau manja manjaan sama ayah jalan ke mall maaf." Ucap Ratna sambil nunduk takut
" Bagus kalo sadar diri, yah sudah kita mau pulang sekarang, jaga diri kalian dan kalo Rena sudah pulang baru kita kasih tahu apa kalian bisa bebas lagi tidur di rumah atau enggaknya." Lanjut Ikhsan tegas
" Saya setuju, saya enggak mau ambil resiko, saya masih mencintai Rena dan bener bener enggak ingin kehilangan cinta saya karena mereka, kalo kehilangan karena mereka, saya jamin kalian juga akan kehilangan saya, kehilangan harta dan kehilangan ayah biologis anak itu. jadi patuh sama apa yang kita perintahkan." Ucap Dani tegas
" Saya akan cari tahu dokter Danu praktek di rumah sakit mana saja, supaya aman kalian cek kandungannya. kalo ditanya siapa suami kalian, bilang saja sudah cerai atau meninggal dunia. awas kalo sembarangan bicara." Bentak Ikhsan melotot kearah Susi dan Ratna
__ADS_1
" Astagfirullah, mereka semakin tega sama istri sendiri." Batin Susi menahan air mata dan nahan emosi setiap mendengar ucapan Ikhsan dan Dani yang semakin keterlaluan
" Terserah kalian saja, bagaimana baiknya saya nurut dengan pasrah." Ucap Susi, Susi berusaha santai
" Bagus, yah sudah aku dan Ikhsan pulang dulu, jaga baik baik anak itu." Lanjut Dani langsung jalan begitu saja
Ikhsan menatap Ratna dan Susi dengan senyum miring, dan langsung pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaan mereka sama sekali. Burhan dan Joko yang dari tadi memperhatikan majikan dan teman kencannya bicara langsung menghampiri Susi dan Ratna. Ratna nangis dalam pelukan Burhan begitu juga dengan Susi nangis dalam pelukan Joko.
" Sabar yah sayang, sabar yah jangan setres kasihan anak yang kamu kandung sayang." Ucap Burhan prihatin, Burhan menatap wajahnya Ratna merasa enggak tega Ratna perempuan baik diperlakukan seperti ini terus.
" Aku, aku enggak kuat sayang diperlakukan seperti sama Ikhsan terus menerus." Ucap Ratna yang nangis didepan Burhan
" Apa sebaiknya kalian meninggalkan mereka saja, buat apa bertahan dalam pernikahan tapi kalian enggak dianggap dan selalu disakiti seperti ini terus menerus. aku enggak tega melihat kalian semakin direndahkan sama mereka. jujur aku semakin enggak tega melihatnya dan semakin benci melihatnya mereka sama sekali enggak punya perasaan." Ucap Joko, Joko mencium wajahnya Susi penuh cinta
" Enggak sanggup hidup sederhana, aku belum siap kehilangan kemewahan ini sayang, tapi enggak kuat selalu disakiti seperti ini terus." Ucap Susi bimbang
" Untuk apa mempunyai harta banyak dan hidup enak kalo enggak bahagia, apa kalian rela seumur hidup seperti ini terus. fikirkan masa depan kamu sayang, kamu punya hati sayang enggak harus disakiti terus menerus." Bujuk Joko, Joko enggak tega selalu melihat Susi seperti ini terus
" Aku setuju sama ucapan Joko, kalo seperti ini terus, lebih baik kita tinggalkan mereka saja, kita menikah resmi dan aku rela mengurus anak itu walaupun bukan anak kandung ku, dari pada melihat orang yang aku cintai tersakiti terus menerus" Bujuk Burhan, Burhan menatap Ratna penuh harap
" Aku belum siap kehilangan Ikhsan, aku mencintai Ikhsan sayang, aku enggak sanggup kehilangan dia." Lanjut Ratna bimbang.
" Sudah fikirkan nanti saja, sekarang ke kamar masing masing istirahat saja, bagiamana nanti yah itu takdir hidup kalian yang penting kita selalu ada disamping kalian dalam kondisi apapun karena cinta yang tulus untuk kalian." Lanjut Joko melihat Ratna dan Susi
__ADS_1
Ratna dan Susi ngangguk dan ikut Burhan dan Joko ke kamar masing masing untuk istirahat, Ratna merasa semakin lelah setelah berdebat dengan suaminya
Sambil nunggu new episode, jangan lupa mampir ke karya saya *CEO mencari istri*, * TTM CEO tampan* , * janga paksa aku jadi teman ranjangmu*, * istri ke 2 ku wanita malam*. jangan lupa LIKE, HADIAH, DAN VOTENYA.