Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Enggak rela


__ADS_3

Susi yang tahu suaminya semakin gencar mendekati Rena, berusaha menggoda Dani untuk datang ke villa. awalnya Dani menolaknya tapi karena nafsongnya sudah di ubun-ubun akhirnya luluh juga dan bersiap siap untuk nginep beberapa hari di Villa sebelum perjalanan dinas ke Palembang bareng Rena. Ikhsan yang tahu Dani dibujuk sama istri j*l*ngnya cuman bisa membiarkan Dani menjalankan rencananya.


" Kamu enggak ingin panjat pinang bareng Susi dan Ratna?" Tanya Dani penasaran melihat Ikhsan


" Males, semenjak pacaran sama Reni saya perlahan bisa menjaga nafsong saya. saya enggak ingin melakukan kesalahan lagi Dani. makannya lebih baik mengabaikan perempuan itu dan enggak melakukan panjat pinang bebas dengan perempuan lain lagi." Ucap Ikhsan santai, Ikhsan berusaha setia sama Reni


" Bener saya juga selama kenal sama Rena, sama sekali enggak ada keinginan untuk merayu atau pegang pegang Rena dengan berbagai modus. saya juga menghargai dia, tapi nafsong bebas masih berjalan sih sebelum nikah resmi." Lanjut Dani santai


" Mereka memang perempuan hebat, laki laki liar seperti kita bisa luluh sama mereka keren sih. karena saya enggak cinta sama Ratna jadi enggak memprioritaskan perempuan itu. kalo kamu kelamaan di sana bisa dimanfaatkan sama Susi. kamu mau menikah resmi sama perempuan seperti Susi" Ledek Ikhsan sengaja


" Enggak lah malu, ah baik lah enggak jadi mending sama yang lain saja. yuk temani saya mencari j*l*ng yang lain." Lanjut Dani santai


" Bawa pengaman awas melakukan kesalahan lagi, cukup musibah kita sama Susi dan Ratna jangan ada lagi yang lain" Ancam Ikhsan tegas


" Tenang saja, saya enggak akan sebodoh itu, hayo" Lanjut Dani cuek


Dani langsung jalan duluan dan diikuti sama Ikhsan, karena Ikhsan sadar Dani akan merepotkan dirinya kalo melakukan kecerobohan

__ADS_1


Dilain sisi, Susi yang mendapatkan kabar kalo Dani ingin nginep di villa tentu merasa bahagia, karena rencananya menggoda Dani berhasil. saat merapihkan kamarnya Susi mengambil handphone yang berbunyi, Susi langsung duduk lemes dikasur setelah baca WhatsApp dari Dani.


" Teganya kamu mas, selalu saja mengabaikan aku dan anak ini mas. padahal ingin sesekali diperhatikan dan dimanja sama kamu mas selama hamil anak kita." Ucap Susi sedih sambil mengelus lembut perutnya


" Kamu kenapa Susi nangis?" Tanya bodyguard yang masuk kedalam kamarnya Susi


" Lagi lagi Dani ingkar janji" Lanjut Susi berdiri dan langsung meluk bodyguard begitu saja


" Memangnya perempuan seperti saya enggak layak dan enggak pantas di cintai, disayangi, peduliin, dan dimanjakan. saya juga perempuan yang ingin semua itu diberikan sama seorang laki laki." Sambung Susi nangis semakin kenceng


" Sabar dan ikhlas Susi, yah resiko menjalankan kegiatan dengan bebas dan ada hasilnya jadi wajar dicampakkan dan diasingkan. masih bersyukur Dani mau bertanggung jawab dan memberikan apapun yang kamu butuhkan. sudah jangan stres dan sedih sedih kasihan anak kalian." Lanjut bodyguard melepaskan pelukannya dan melihat perutnya Susi


" Ah, jangan seperti ini saya mohon." Tolak Burhan menahan ditengah tengahnya mulai berdenyut karena Susi memperat pelukannya.


" Kita melakukan karena kebutuhan, kita enggak bisa saling memiliki bagaimana pun anak ini membutuhkan ayah kandung dan kemewahan ini. apa kamu mau Burhan." Goda Susi semakin agresif


" Astaga, gunung kembarnya bener bener menggoda." Batin Burhan frustasi melihatnya.

__ADS_1


Susi melepaskan pelukannya dan jalan ke pintu dan menguncinya, kebetulan Ratna sudah tidur. Susi langsung polos didepan Burhan, Burhan yang melihat majikannya seriusan dengan keinginannya langsung memberikan pertanyaan dan dijawab anggukan sama Susi.


Burhan yang pertama kali melakukan panjat pinang, sejujurnya gugup dan merasa tertantang. Burhan bukan tipe lelaki liar tapi lelaki baik baik yang bisa menjaga lisan dan mata, Burhan ingin melakukan panjat pinang sama istri halal bukan seperti ini, tapi Burhan terpaksa karena Susi dengan santainya menggoda dirinya.


" Baru pertama kali yah" Goda Susi senyum manisnya.


" Iyah susi baru pertama kali melihat perempuan polos didepan saya seperti ini, ternyata menyenangkan yah pantas tuan Dani dan tuan Ikhsan selalu melakukan kebebasan seperti ini lebih enak ternyata." Ucap Burhan, tangannya Burhan m3r3m45 gunung kembarnya Susi dengan pelan


" Aaaahhhh, Memang enak sebelum ada hasilnya, setelah ada hasilnya seperti pengecut yah seperti Dani dan Ikhsan" Desa Han dan protes Susi sedih


Susi bener bener melupakan kesedihannya dan menikmati panjat pinang pertama kali bareng Burhan, Burhan ikutin apa saja yang diinginkan Susi membuat Burhan merasa bahagia melakukan panjat pinang


" Apa saya boleh melakukan ini setiap hari?" Tanya Burhan, Burhan perlahan memajukan dan memundurkan pinggangnya hati hati. Burhan ingat saran dokter melakukan panjat pinang selama hamil cukup tiga puluh menit


" Boleh sayang, tapi rahasiakan dari siapapun yah. saya enggak ingin kesepian setiap malam dan kering dari panjat pinang aaaahhhh, Burhan luar biasa sayang" Desa Han dan godaan Susi sambil peluk Burhan


" Terimakasih sayang" Lanjut Burhan bahagia, Burhan merasa candu ingin melakukan panjat pinang dengan kebebasan.

__ADS_1


Cairan pun akhirnya keluar dan Burhan membantu Susi untuk membersihkan diri, Susi akhirnya tidurnya enggak merasa kesepian mulai malam ini tidurnya ditemani sama Burhan dan bisa mendapatkan perhatian dari Burhan selama hamil.


Jangan lupa like, komentar, Hadiah, dan votenya


__ADS_2