Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Rapat bareng mantan sendiri


__ADS_3

Rena berhasil mendapatkan cline untuk desain perdananya untuk perusahan sendiri, Rena mengerutkan alis, saat melihat cline untuk melakukan rapat dengan dua perusahaan bersamaan.


" Rapat bareng mantan sendiri, Alhamdulillah selama setahun kerja dikantornya Dani, jadi tahu kelemahan perusahaan Dani. dengan mudah akan mengalah kan cowok egois dan menyebalkan seperti dan Ikhsan" Ucap Rena penuh percaya diri


" Ini proyek besar ka, kita harus diatas kwalitas perusahan Dani, jangan mau kita kalah sama orang yang cuman mau menang sendiri selalu pakai kekerasan demi mendapatkan tujuannya." Ucap Reni kesal sama sifatnya Dani dan Ikhsan yang sama sama egois dan seenaknya.


" Setuju de, Alhamdulillah pesangon kita juga besar, dan kita masih ada tabungan jadi bisa menyumbangkan kwalitas kita juga. kita harus sukses de, tunjukkan kalo kita mampu tanpa mereka berdua" Lanjut Rena optimis untuk bisa sukses dengan pengalaman setahun bekerja di perusahaan Dani


" Amin ka, dan harus semangat kita." Lanjut Reni optimis, Reni akan rajin bekerja demi bisa bangkit karirnya jauh lebih baik lagi.

__ADS_1


Dilain sisi, Dani mengerutkan alisnya saat tahu clien ingin mengadakan rapat sama dua perusahan sekaligus, dan perusahaan saingannya perusahaan Rena walaupun perusahan kecil dan masih baru tapi Dani bangga sama pencapaian Rena dan Reni.


" Apa kita mengalah demi mereka? membiarkan mereka memenangkan proyek ini?" Tanya Dani enggak tega Rena gagal mendapatkan proyek besar ini, proyek pertamanya Rena


" Jangan Dani, kita harus profesional, biar mereka berjuang tanpa kita. kalo kita ngalah mereka akan meremehkan kita, kita kan perusahaan lama dan besar masa kalah sama perusahaan baru dan masih kecil lagi." Ucap Ikhsan enggak setuju harus ngalah demi Reni.


Dilain sisi, Ratna bener bener frustasi statusnya digantung sama Ikhsan sampai detik ini, tapi Ratna enggak mau mengorbankan kebahagiaan Reni demi dirinya bisa mendapatkan suami yang baik.


" Susi, apa saya ke rumah Ikhsan? mau bagaimana pun saya masih istrinya Ikhsan walaupun istri yang enggak dianggap?" Tanya Ratna sedih, enggak bisa lepas dari Ikhsan suami egois

__ADS_1


" Tanya Burhan, karena dia kan calon suami kamu, hargai Burhan laki laki yang mau berjuang demi kamu kan." Ucap Susi, Susi enggak mau Burhan disakiti lagi.


" Iyah pasti Susi, saya akan bahas sama Burhan, tiga bulan lagi saya melahirkan harus jelas status pernikahan saya, saya enggak mau Reni berkorban lagi kasihan kan kalo dia kembali tapi enggak bahagia kan." Lanjut Ratna yakin enggak mau menyusahkan orang yang baik padanya.


" Yah sudah bicarakan saja sama Burhan, keputusan Burhan kembali yah dia yang mengantar kamu langsung ketemu sama Ikhsan, Tapi yah resikonya harus siap seperti dulu lagi, tapi maaf saya enggak bisa ikut karena saya enggak mau menderita lagi didekat mereka. kalo memang ini takdir hidup kamu yah jalankan saja dengan ikhlas demi anak kalian." Lanjut Susi merasa kasihan sama Ratna yang terjebak sama situasi yang enggak membuat Ratna bahagia.


Dilain sisi, Ikhsan diam diam melihat perusahaannya Reni yang baru, Ikhsan merasa bangga sama Reni yang bisa bangkit dan mandiri karirnya tanpa bergantung sama oorang lain.


" Walaupun kita enggak bersama Reni, tapi aku sangat bangga sama kamu, wanita tangguh dan mandiri. andaikan kehidupan aku enggak ada Ratna ditengah tengah hubungan kita, kita sudah bahagia sayang, orang tua kamu sudah disini bersama kita." Ucap Ikhsan sambil melihat perusahaannya Reni walaupun perusaahan kecil tapi tapi cukup bagus

__ADS_1


__ADS_2