Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya

Si Kembar Mencari Pacar Orang Kaya
Apa kita bisa ngobrol sebentar Rena dan Reni


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, Rena dan Reni berusaha untuk bersikap profesional didepan Dani dan enggak membahas masalah pribadinya.


" Sayang, kenapa harus formal begitu panggil aku." Ucap Dani lirih


" Maaf pak, ini desain yang anda minta tadi, saya permisi mau kembali ke ruangan saya." Ucap Rena, Rena enggak sanggup menatap matanya Dani.


" Baik Rena, silahkan." Lanjut Dani lirih, Dani merasa menyesal pernah mempertahankan pernikahannya sama Susi setelah keguguran. justru membuat Dani kehilangan Rena seperti ini.


Dilain sisi, Ikhsan dan Reni bener bener saling diam dan fokus sama pekerjaannya saat ini, Ikhsan menatap Reni dengan rasa rindunya, Ikhsan rindu akan kebersamaannya bareng Reni.


" Sayang kamu haus?" Tanya Ikhsan menatap Reni dengan sedih


" Saya belum haus pak" Ucap Reni berusaha santai, rasanya Reni enggak sanggup terlalu lama satu ruangan sama Ikhsan


" Bisa enggak kita bicaranya santai dan enggak terlalu formal?" Tanya Ikhsan sedih


" Maaf pak, ini masih jam kantor, saya lagi mengerjakan pekerjaan saya." Tegas Reni kesel, Ikhsan bisa bisanya membahas masalah pribadi


" Maaf, silahkan lanjutkan pekerjaan kamu." Lanjut Ikhsan dengan lirih


Dilain sisi, Burhan dan Joko, menjadi was was saat tahu nasipnya sekarang ada ditangan Susi dan Ratna, Burhan enggak akan terima jika dirinya dikerjain lagi sama waria gila yang dibawa Dani sekarang. Rasanya Burhan ingin menghajar waria yang senyum senyum menjijikan didepannya, kalo enggak berfikir sekarang hidupnya bergantung sama Dani


" Aduh gemesnya aku, enggak sabar deh mau mainin pegang samurainya." Goda waria melihat Burhan yang lagi cuci piring


" Sama saja jeng, ekey juga gemes melihatnya, mau mainin lagi pedang samurainya, ekey kangen sekali." Goda Waria yang ngerjain Burhan selama dua jam dulu


" Lama sekali yah hasilnya, rasanya ingin sekarang bermain main deh." Protes waria baju pink

__ADS_1


" Sabar, nanti bos Dani marah besar sama kita, padahal mereka pernah main main sama kita yah, ngapain harus nunggu perintah yah." Lanjut waria frustasi


Burhan yang mendengar ucapan menjijikan waria waria gila, langsung jalan begitu saja meninggalkan mereka. Burhan masih normal enggak akan mau jeruk makan jeruk, apa lagi sebentar lagi akan menikahi Ratna.


Dilain sisi, Ratna dan Susi siap siap untuk ke kantornya Dani, menunggu perintah seolah enggak sengaja ketemu sama Rena dan Reni untuk makan siang.


" Heh, susu ibu hamil dan vitaminnya jangan lupa di minum." Bentak Bodyguard, walaupun Ikhsan membenci Ratna tapi Ikhsan tetep memperhatikan nutrisi dan vitamin untuk Ratna selama hamil


" Sudah pak, sudah saya minum dan. makan juga sudah, jadi bisa jalan sekarang kita." Ucap Ratna, Ratna merasa bersyukur walaupun Ikhsan jahat dan kasar padanya, tapi Ikhsan enggak sepenuhnya melepas tanggung jawabnya walaupun pada akhirnya Ikhsan enggak mengakui anak kandungnya.


" Sejujurnya males sekali bujuk mereka yah, kalo enggak memikirkan calon suami kita enggak Sudi saya" Ucap Susi kesel, karena ada Rena hubungannya sama dani semakin enggak harmonis, bahkan setelah cerai pun kehidupannya justru lebih sengsara lagi


" Yah sudah, ikutin saja lah, supaya semuanya cepet selesai, caps juga saya ada mereka di Tegal. biar mereka lebih lama menetap di Jakarta saja." Ucap Ratna males membahas Dani dan Ikhsan lagi, baginya Ikhsan cuman orang enggak penting untuk dibahas terus menerus


" Cepet jalan ke mobil, tuan sudah menunggu kalian." Bentak Bodyguard, Bodyguard mencengkram kuat tangannya Susi.


" Santai sih, ini juga mau jalan." Lanjut Susi kesel, kesel selalu diperlakukan kasar sama anak buah Dani dan diperlakukan kasar sama Dani dan Ikhsan.


Dilain sisi, Rena dan Reni merapihkan meja kerjanya,dan bersiap siap untuk pergi makan siang beruntungnya di ruangannya Rena dipasang cctv membuat Dani tahu apapun yang dibicarakan Rena dan Reni. Dani menatap Rena dengan tatatapan sedih.


" Semoga kedua wanita liar itu mampu meluluhkan hati Rena, enggak sanggup satu kantor bareng Rena tapi diam Diaman seperti ini." Batin Dani penuh harap rencananya berhasil


" Permisi pak kita mau makan siang" Ucap Rena melewati Dani yang dari tadi melihatnya.


" Oh silahkan"Ucap Dani lirih


Hati Rena sakit sekali harus bersiap sedingin ini sama Dani, tapi mau bagaimana lagi semua kenyataan sudah terungkap kalo Dani sudah membohonginya selama ini, status pernikahannya di sembunyikan begitu rapih membuat Rena enggak curiga sama sekali. Rena enggak ingin menjadi madu buat rumah tangga orang lain.

__ADS_1


Dilain sisi, Susi dan Ratna duduk di kursi Deket pintu masuk cafe, Dani sudah mengatur supaya Susi langsung sapa Rena saat Rena dan Reni masuk kedalam cafe.


"Ingat kalian enggak boleh gagal, nasional pacar kalian ada ditangan kalian, salah bicara atau kita lihat Rena dan Reni pergi dengan air mata. siap siap calon suami kalian kita siksa sampai kalian sampai di rumah mengerti." Bentak Bodyguard menatap sinis kearah Susi dan Ratna.


" Kita usahakan semaksimal mungkin, kita enggak janji berhasil." Ucap Ratna lirih dan penuh harap


" Kita enggak mau tahu apapun alasannya, ingat di villa sudah ada lima waria, nasip mereka ada di tangan kalian sekarang." Bentak Bodyguard langsung pergi.


" Ya Allah, semoga semuanya baik baik saja." Ucap Susi penuh harap


Susi dan Ratna engga memakan makanan nya sebelum mendapatkan perintah dari Bodyguard, karena Rena dan Reni baru keluar dari kantor.


Dilain sisi, Rena nangis sejadi jadinya saat mengendarai mobilnya, Rena bener bener enggak kuat Berjam jam ketemu sama Dani dan harus bersikap seperti enggak ada apapun yang terjadi diantara mereka, sedangkan Reni lebih memilih diam dari pada membahas Ikhsan membuat luka dihatinya muncul kembali.


" Mereka masih saja berusaha membujuk kita" Ucap Rena lirih


" mungkin begitu ka, kalo baru putus masih berusaha balikan, kalo jomblo masih bisa di pikir pikir untuk balikan lah ini suami orang, mana tega mau merebutnya, kalo posisi dibalik saya juga enggak rela suami saya di rebut perempuan lain apa lagi sedang hamil. kan tega jadinya." Ucap Reni lirih


" Itu lah laki laki de, enggak memikirkan perasaan perempuan sama sekali." Lanjut Rena lirih


Reni cuman mampu ngangguk tanpa bisa menjawab ucapan rena.mobil yang di Kendari Rena tiba di cafe pelangi, Rena dan Reni jalan untuk masuk kedalam cafe, saat membuka pintu cafe langkah Rena berhenti saat dipanggil.


" Kalian kan?" Tanya Rena dengan lirih tanpa bisa melanjutkan pertanyaan nya.


" Apa kabar kalian?" Tanya Ratna dengan lirih, Ratna menguatkan hati untuk bisa tenang didepan Reni


" Alhamdulillah baik, kalian ada disini sengaja?' Tanya Reni curiga

__ADS_1


" Apa kita bisa ngobrol sebentar Rena dan Reni ?" Tanya Susi menatap Rena dan Reni yang masih berdiri


" Tentu boleh" Lanjut Rena terpaksa dan penasaran apa yang ingin dibicarakan sama istrinya Dani dan Ikhsan.


__ADS_2