
Tanpa disadari Rena dan Reni didalam bandara Dani dan Ikhsan sudah melihat kedatangan Rena, Reni, Susi, dan Ratna. Ikhsan enggak ingin mengambil resiko apa lagi saat tahu dirinya sudah diterima lagi sama Reni sebagai pacarnya
" Kerja bagus Ratna, berhasil meluluhkan hati Reni" Batin Ikhsan bahagia
" Huff, sial sial, awas kamu Susi menerima hukuman dari saya juga kamu." Batin Dani kesel
Dani dan Ikhsan terus saja diam memperhatikan empat wanita yang hadir dalam hidup mereka.
Dilain sisi, Reni memberikan susu ibu hamil, cemilan, dan buah buahan untuk Ratna. walaupun Ratna menginginkan perceraian tapi enggak membuat Reni mengurangi rasa peduli sama anak yang dikandung sama Ratna apa lagi itu anaknya Ikhsan
" Terimakasih yah Reni oleh olehnya banyak sekali, saya selalu mendoakan kebahagian kamu dan Ikhsan sampai tua. jangan menghindari Ikhsan lagi yah" Ucap Ratna, tanpa sengaja Ratna melihat Dani dan Ikhsan yang memperhatikannya, langsung senyum ngangguk kearah Ikhsan.
" Sama sama, jaga anak itu baik baik yah Ratna, mungkin saat lahir saya ingin sekali melihat anak itu lahir ke dunia." Ucap Reni tulus
" Tenang saja, itu pasti kok Reni, yah sudah saya masuk kedalam yah. terimakasih untuk hari ini" Lanjut Ratna bahagia dan lega.
Rena ngangguk dan membiarkan Ratna dan Susi masuk kedalam ruang tunggu, Rena dan Reni langsung pulang. Dani yang melihat Rena dan Reni sudah pergi meninggalkan bandara, langsung masuk ke ruang tunggu.
" Kerja yang bagus" Ucap Ikhsan senyum sinis kearah Ratna dan Susi
" Tuan" Ucap Ratna lirih dan takut
" Hayo ke Villa sekarang, saya enggak sabar melihat wajah ketakutan menjijikan selingkuhan kamu." Bentak Dani melihat Susi
" Jangan siksa Joko bukan salah saya gagal, kasihan Joko kalo jadi korban kekecewaan anda terus menerus." Ucap Susi memelas
" Cih, peduli amat saya, Joko saja enggak tahan godaan perempuan liar seperti kamu, masa waria waria di sana harus nahan godaan Joko sih, yang bakal bersenang senang selama dua jam sama lima waria uuu." Ledek Dani puas, walaupun kecewa caranya gagal, seenggaknya misi memberikan hukuman enggak gagal.
" Tuan, saya mohon jangan siksa Joko, sering membantu saya keluar sendirian untuk beli obat saat perut saya sakit tengah malam" Ucap Ratna terus terang
__ADS_1
" Berani sekali membela Joko hah, Joko urusan Dani dan Susi. jadi kamu jangan ikut campur, bersyukur Reni menerima saya kalo enggak kamu juga melihat selingkuhan kamu disiksa sama kelima waria itu." Bentak Ikhsan kesel
" Maafkan saya" Lanjut Ratna nunduk ketakutan
" Sekarang naik pesawat, saya enggak sabar melihat wajah ketakutannya Joko hahaha." Bentak dan ketawa puasnya Dani
Dani seret Susi supaya jalan cepat ke jet pribadinya, sedangkan Ikhsan jalan duluan malas jalan bareng perempuan yang sudah menghianati pernikahannya.
Dilain sisi, Bodyguard sudah dorong paksa Joko masuk kedalam gudang, kelima waria yang sudah enggak sabar bersenang senang, sudah menunggu dari tadi. akhirnya Joko yang terpaksa menerima siksaan selama dua jam
" Yah enggak masalah deh, bukan Burhan, kamu juga macho dan ganteng, eke masih demen." Ucap Waria dengan genit
" Terk*t*k kalian, manusia gila dan jagat melebihi bina tang. cih" Bentak dan teriak Joko penuh amarah dan ke jijikan
" Kamu enggak punya pilihan menerima hukuman ini, karena Susi gagal menaklukan hatinya Rena." Bentak Bodyguard
" Jangan macem macem kamu, kalo enggak mau berakhir ditangan saya." Bentak Bodyguard, Bodyguard tonjok perutnya Joko berkali kali, membuat Joko jatuh enggak berdaya
" Lebih baik saya mati, dari pada di siksa menjijikan sama kelima laki laki gila yang merubah bentuk fisiknya." Bentak Joko, Joko pegang perutnya yang terasa sakit, Joko enggak mau terlihat lemah didepan anak buahnya Dani
Tanpa aba aba, kini kaki dan perutnya Joko mengeluarkan banyak darah, Bodyguard langsung ikat tangan dan kaki Joko, kelima waria langsung memberikan serangan demi serangan ke Joko yang sudah enggak berdaya.
" Rasakan meninggalkan dunia ini dalam keadaan sangat menjijikan hahahhaha, beraninya melawan kita. hahaha" Bentak dan ketawa Bodyguard melihat Joko yang kesakitan tapi berusaha menghindari tangan tangan nakal waria.
" Lepas kan tangan kalian dari badan saya" Bentak Joko, Joko berusaha menghindar dan tendang waria sampai jatuh
" Aduh sakit, bener bener nguji kesabaran kita" Bentak waria sudah enggak bisa nahan amarahnya, suara khas laki lakinya keluar.
" Uh, tongkat sakti kesukaan eekey sudah berdiri tegak sekali." Goda waria, waria bergantian memaikan tongkat saktinya Joko dan tangannya menari dengan indah di badannya Joko. dan sesekali memberikan bekas permainannya.
__ADS_1
" Lepaskan" Teriak Joko, Joko semakin enggak kuat menahan sakit karena darah segar keluar terus menerus, membuat Joko kehilangan kesadarannya.
" Dia sudah meninggal aw" Teriak kelima waria bersamaan
" Kita keluar, biarkan dia seperti itu sampai tuan Dani dan tuan Ikhsan datang, suruh siapa membuat kita marah akhirnya dia yang kalah. bener kan dia meninggalkan dunia ini dalam keadaan menjijikan seperti ini polos tanpa sehelai kain pun hahahaha." Perintah Bodyguard ketawa penuh kemenangan
" Yah hayo, walaupun enggak puas, tapi lumayan lah." Ucap waria sedih karena permainannya berhenti begitu saja
Bodyguard dan kelima waria akhirnya keluar dari gudang, Bodyguard foto terakhir kondisinya Joko dan dikirim ke Dani
Dilain sisi, Dani terpaksa duduk didepan temani Ikhsan yang fokus membawa mobil, Dani membaca whatsp yang diberikan Bodyguard dan Dani langsung memberikan handphone nya ke Susi
" Baca chat dan foto dari Bodyguard" Bentak Dani melihat Susi
" Astaga Joko" Ucap Susi lirih, Susi melihat kondisi Joko saat ini sangat memprihatinkan dan menjijikan, Susi merasa menyesal karena gagal membujuk Rena untuk balikan sama Dani
" Suruh siapa saat disiksa melawan yang akhirnya seperti itu deh hahahaha" Ledek Dani ketawa puas, karena diakhir kehidupannya Joko dalam keadaan menjijikan
" Kalian manusia jahat sekali" Batin Susi kesel
" Sekarang Susi mau diapakan?" Tanya Ikhsan
" Dia jadi budak nafsong kita saja, tanpa memberikan kemewahan sama sekali, jangan biarkan dia hidup bahagia diluar" Bentak Dani melihat Susi yang nahan tangisannya.
" Ide yang bagus, kalo saya mau tinggal ke Susi lagi seperti dulu." Lanjut Ikhsan, Ikhsan enggak peduli apapun yang difikirkan Susi
" Baik tuan, saya siap menerima apapun yang harus saya kerjakan" Lanjut Susi dengan lirih
Dani melempar kaleng minuman kearah Susi, Dani bener bener jijik mendengar jawaban Susi. Dani kembali menghadap depan, malas sekali melihat wajah perempuan liar dan penghianat
__ADS_1